Kota MetroPendidikan

Akbar Zaelani si Gitar Tunggal Tampil Memukau

×

Akbar Zaelani si Gitar Tunggal Tampil Memukau

Sebarkan artikel ini
Pemetik Gitar Tunggal Musik Tradisionil Lampung, Ahmad Zaelani memukau undangan Pembukaan Festival Pancasila dan Pekan Kebudayaan Daerah Kota Metro. FOTO: NEP/LC

Pekan Kebudayaan Daerah Kota Metro

GITAR Tunggal di daerah sebagian besar Sumatera Bagian Selatan (Rejang, Lampung, Palembang (mencakup Semendo, Ogan, dan sebagai), Lampung masuk dalam musik dawai tradisional sekaligus menjadi identitas musik masyarakat. Karena, biasanya dalam ditampilkan pada acara adat.

Khusus di Lampung kehadiran “gitar tunggal” hampir semua daerah (sebut saja kabupaten) pasti ada. Walaupun sekarang dengan munculnya beragam jenis musik modern, gitar tunggal sudah jarang tampil.

Musik klasik tradisional  gitar tunggal sangat sarat dengan nilai-niai buadaya yang tertanam pada masyarakat di Lampung, juga masyarakat lain yang memiliki kesamaan musik gitar tunggal tersebut.

Sebagai bagian dari khasanh musik (khususnya) di Lampung gitar tunggal berkaitan dengan sejarah dan syair-syair yang dilantunkan pada umumnya lahir dari talenta improvisasi sang pemetik gitar tunggal. Wabil khusus mengisahkan perjalanan hidup anak manusia (masyarakat). Gitar tunggal dengan syair-syair improvisasinya semakin dinamis dan hidup sebagai kerinduan akan sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan seseorang, keluarga, hubungan kekluargaan, interaksi sosial maupun masalah adat seperti kisah muda-mudi.

Umumnya gugahan syair lagunya yang berbahasa daerah (Lampung) kebanyakan berkisah tentang kesedihan, merantau, hubungan kekasih dan sebagainya. Dan, kisahnya terus bergulir (bersambung) tak lekang oleh kemajuan zaman.

Memang masyarakat di daerah Sumatera Bagian Selatan (Palembang, Lampung dan Jambi) memiliki kesamaan tentang permainan musik gitar tunggal. Dari sejarah musik tradisional gitar tunggal, beberapa pemetik gitar (pemusik) dan penyanyinya sudah sangat populer sampai saat ini.

Oleh karena itu musik gitar saat tampil dihadapan masyarakat publik – kesederhanaannya melalui syair pantun bahkan ada yang diiringi tarian tradisional sangat lekat dengan nilai-nilai kehidupan. Karena, fungsinya sebagai media (sarana)  penyampaian pesan, pedoman, amanat, sekaligus hiburan bagi masyarakat.

Saat ini di era digitalisasi yang menyeruak luas dan cepat menyebar, musik tradisional gitar tunggal, jika tampil tetap konsisten, kokoh dan berindentitas murni ‘tradisional’ di dalam bahana adat masyarakat.

Sangat perlu dilestarikan dan diajarkan kepada generasi penerus, agar musik rakyat itu tidak 5tergerus oleh teknologi dan perkembangan dunia musik modern.

Maka, ketika Akbar Zaelani—staf Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro tampil pada acara Festival Pancasila dan Pekan Kebudayaan Daerah Kota Metro 2025 yang dibuka resmi oleh Walikota H. Bambang Imam Santoso, spontan mengagetkan sekaligus memukau para undangan dan tamu serta wakil-wakil dari 30-an SMP di Kota Metro.

Akbr yang masih muda belia, dengan cekatan memitik gitar tunggalnya dan menyampaikan pesan melalui syair improvisasinya yang sangat dirindukan masyarakat Lampung.

Tak pelak, Kadis Pendidikan dan  kebudayaan, H. Suwandi Ssos, MM, anggota DPRD Ancillah Hernani, SE, SPsi, MPd, wakil dari Diknasbud Provinsi Lampung, Sekretaris Disdikbud Kota Metro, Dedi Hasmara terkesima. Apalagi, diantara mereka hadir budayawan Nasional Naim Emel Prahana yang sibuk mengabadikan Akbar Zaelani memetik gitar tunggalnya terkesima. (LC-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.