Kota MetroNasional

DPD Granat Yogyakarta Tertarik Pola Kegiatan Granat Kota Metro

×

DPD Granat Yogyakarta Tertarik Pola Kegiatan Granat Kota Metro

Sebarkan artikel ini
Kehadiran DPC Granat Kota Metro selain dijamu pengurus DPD Granat DIY, juga disambut hangat sastrawan Nasional Ons Untoro dan pengacara, Sunu CW dan kawan-kawan di Cafe Sejalan Kopi Timoho Yogyakarta Timur. FOTO: LC

YOGYAKARTA, (LC)—Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPD Granat) Daerah Istimewa Yogyakarta sangat tertarik dengan program kerja yang dijalankan DPC Granat Kota Metro, Lampung. Hal itu diungkap saat menjamu Tim Kaji Banding Granat Kota Metro di cafe Sejalan Kopi kawasan Timoho Yogyakarta Timur.

Pertemuan dengan DPC Granat Kota Metro, berdasarkan pantauan langsung Lampung Central. Id sangat istimewa. Karena, Ketua Tim Kaji Banding DPC Granat Kota Metro mengadakan pertemuan plus, Selasa (8/10/2025).

Menurut Bang Naim panggilan akrab ketua harian DPC Granat Metro, pertemuan itu memang tidak diduga sangat istimewa dan familier, terjadi setelah kontak dengan para sahabat di Yogyakarta sejak 1980. Akhirnya, mereka bersedia untuk bertemu dan satu paket dengan pertemuan dengan DPD Granat DIY.

“Memang sangat luar biasa, kami bertemu tigak kelompok yang sangat mumpuni saat ini di Yogyakarta,” ujar bang Naim seraya meneggak minuman kesukaannya kopi sedikit gula di Hotel Cube Jalan Parangteritis Pojok Benteng Wetan Yogyakarta.

DPD Granat DIY yang diwakili sekretarisnya, mas Tanto dan pengurus seperti Haryo dan Diqi dan lainnya. Sementara Ketua DPD Granat DIY, Ryan Nugros masih berada di Jakarta ada hal yang harus diselesaikannya.

Hadirnya sastrawan Yogyakarta yang tidak asing lagi di forum nasional Indonesia, Ons Untoro yang menjadikan Tembi Budaya di Bantul sebagai basecamp Sastra Bulan Purnamanya.

Bukan hanya itu, kehadiran ketua harian Granat Metro di Yogyakarta disambut hangat alumni Fakultas Hukum UII yang dikoordinir oleh Sunu CW disertai teman-teman lainnya.

Dalam pertemuan itu, pihak DPD Granat DIY menjabarkan apa yang mereka lakukan selama ini dengan berbagai rintang halang yang dihadapi. Menurut mas Tanto pihaknya semula tidak memiliki hambatan apapun ketika mensosialisasikan program Granat.

“Namun, lama-kelamaan apa yang mereka gagas mulai mendapat rintang halang sehingga mereka harus merombak gaya interaksi dengan sosial masyarakat,” jelas Tanto yang sudah menimba berbagai profesi, mulai dari Jakarta sampai Kalimantan dan kembali lagi ke kota budaya Yogyakarta.

Tanto kepada Lampung Central.id mengakui kalau DPC Granat Kota Metro sangat luar biasa, tak pernah lelah melakukan sosialisasi P4GN, kendati persoalan narkoba terus meningkat.

“Kami ingin belajar lebih banyak kepada Granat Kota Metro dan Lampung,” harap Tanto yang diiyakan oleh Haryo dan Diqi. Yang ditimpali juga oleh Sunu CW alumni FH UII seorang pengacara beken Yogyakarta menyatakan dirinya sejak awal masuk di Granat.

“Tapi, sejak beberapa tahun silam karena kesibukan saya ke luar,” ujar Sunu sambil tertawa.

Malam itu di Cafe Sejalan Kopi Timoho pembicaraan antara Bang Naim dengan mas Tanto, Haryo dan Diqi, demikian pula dengan sastrawan Ons Untoro dan Sunu CW sangat serius melihat Indonesia kekinian.

Tak pelak beberapa komentar terlontar mengalir seperti arus air sungai untuk membicarakan persoalan-persoalan di Indonesia sekarang dan akan datang, khususnya masalah penanganan maraknya penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.

Dari pihak DPC Granat Metro, Lampung merespon pertemuan segi tiga tersebut, mengakui sangat konstruktif dilihat dari berbagai aspek kehidupan.

“Ya, kami sangat berterima kasih dengan kawan-kawan baik di Semarang maupun di Yogyakarta yang sudah memberikan paparan tentang keberadaan Granat di daerah mereka berikut kendala dan masalahnya,” ujar Bang Naim. (LC-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.