METRO, (LC)—Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung (Fisip Unila) turun langsung ke lapangan melakukan kegiatan Pilot Project Tipologi dan Model Implementasi Kebijakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) untuk Pembangunan Berkelanjutan di Daerah di Kantor DPC Granat Kota Metro, Lampung.
Salah satu mahasiswa Fisip Unila Rakai Pikatan kepada Ketua Harian DPC Granat Kota Metro, Naim Emel Prahana dan jajaran sekretariatan menyampaikan maksud dan tujuan mereka kumulkan Data Model Implementasi Kebijakan P4GN, Selasa (11/11/2025).
Melalui queseneir yang sudah diterima DPC Granat, wawancara langsung dan pengisian lembar pertanyaan yang juga langsung direkam untuk dijadikan bahan para mahasiswa.
Berbagai pertanyaan yang diajukan, dengan dinamis dan fleksibel dijawab oleh Naim Emel Prahana didampingi Rahmat Topik SSos terutama dampak sosialisasi dalam kegiatan rutin DPC Granat Kota Metro.
Salah satu pertanyaan yang mudah-mudah sulit untuk dijawab, namun Ketua Harian Granat Kota Metro mampu memberikan jawaban yang sangat baik tentang apakah selama melakukan kegiatan ada hambatan dengan dinas/instansi pemerintah dan pihak lain?
Menurut bang Naim—panggilan akrab ketua harian Granat Metro itu, sepertinya tidak ada hambatan. Kalaupun ada hambatan hanya masalah teknis waktu kegiatan yang bekerjasama dengan pihak pemerintah melalui dinas/instansi dari Pemkot sampai ke kelurahan.
“Selama ini tidak ada hambatan, hanya masalah penyesuaian waktu saja,” jelas bang Naim dan kemudian dijelaskan oleh Kepala Sekretariatan, Rahmat Topik.
Mahasiswa Fisip Unila, juga agak kaget melihat sistimatika dan administrasi kegiatan yang sangat lengkap. Mulai dari komunikasi untuk menjelaskan maksud dan tujuan kerjasama sosialisasi, juga tentunya pihak Granat menunggu jawaban (basalan), terutama masalah waktu pelaksanaan kegiatan.
DPC Granat Kota Metro memperlihatkanm sistem administrasi mereka, jika hendak melakukan kegiatan, termasuk para petugas yang akan dilibatkan dalam suatu rangkaian kegiatan.
“Kita melakukan kegiatan harus jelas, mulai dari surat menyurat, surat tugas, personil yang akan ditugaskan, termasuk surat perjalanan dinas kendati hanya di dalam kota,” ujar bang Naim kepada para mahasiswa Fisip Unila.
Ketika ditanya latar belakang berdirinya, dengan sistimatis dan organisatoris Bang Naim mengatakan, bahwa berdirinya Granat merupakan sikap prihatin pada tahun-tahun sebelum 1999, melihat banyaknya generasi muda yang terjebak pada dunia narkotika.
“Kita tahu, narkoba dapat merusak mental seseorang, dampaknya sangat jelas, kemungikinan terhinggapi penyakit tertenu yang sulit ada obatnya, bahkan dapat menjadi seorang kriminal, karena untuk mendapatkan narkoba harus pakai uang,” ungkap bang Naim lagi.
Sementara Kepala Sekretariatan Granat Kota Metro, Rahmat Topik lebih banyak menjelaskan proses administrasi, baik untuk internal maupun eksternal. Menurut Rahmat semua berjalan lancar, tidak ada kegiatan dilakukan hanya karena perintah lisan.
Menurut Rahmat, kalau soal anggaran seperti kegiatan yang dilakukan DPC Granat, jumlahnya cukup besar untuk satu tahun, oleh karena itu banyak pengurus Granat dalam event-event yang dilakukan ikut andil memberikan bantuan.
“Persoalan cukup atau tidak, tergantung bagaimana kita meminitnya,” kata Rahmat. Mahasiswa Fisip Unila yang melakukan penelitian di Kota Metro termasuk di DPC Granat terdiri dari Rakai Pikatan, Marcho Dwi Putra, Anisa Zulfa Nabila, Bulan Surya Ramadhani, Devin Kahsafa, M. Afifuddin S Sirega, Anggit Rahmadani dan Keiko Zila Ghaisani. (LC-01/02)









