Hukum & KriminalKota Metro

Antisipasi Ganguan Keamanan, Petugas Lapas Metro Gagalkan Drone Ilegal Terbang di Area Lapas

×

Antisipasi Ganguan Keamanan, Petugas Lapas Metro Gagalkan Drone Ilegal Terbang di Area Lapas

Sebarkan artikel ini
Sebuah drone ilegal yang terbang liar ke dalam area lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Metro berhasil digagalkan. FOTO: Ist/LC

‎METRO, (LC)—Sebuah drone ilegal yang terbang liar ke dalam area lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Metro berhasil digagalkan.

‎‎Kepala Lapas Kelas IIA Metro, Tunggul Buwono diwakili Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Achmad Walid mengatakan bahwa, percobaan drone ilegal yang memasuki diarea Lapas Metro tersebut terjadi pada Jum’at, (27/03/2026).
‎‎“Jadi pada hari Jum’at tanggal 27 Maret kemarin sekitar pukul 10.00 Wib pagi. Rekan -rekan petugas pengamanan Lapas Metro mengamankan sebuah pesawat drone mainan,” ujar Walid kepada media Lampungcentral.id, Sabtu, 28 Maret 2026.

‎Walid menjelaskan bahwa, mendapati potensi ancaman gangguan keamanan. Petugas Lapas langsung menjatuhkan dan mengamankan pesawat drone mainan yang melintas diatas area dalam Lapas.

‎“Guna untuk mengantisipasi ganguan keamanan. Petugas blok hunian berhasil melakukan pencegahan dengan menjatuhkan pesawat tersebut,” ungkap Walid.

‎Setelah berhasil dijatuhkan, petugas langsung melakukan pemeriksaan pada drone tersebut dan tidak ditemukan adanya muatan mencurigakan maupun barang-barang yang melanggar ketentuan.

‎“Setelah jatuh drone itu, kami periksa. Pesawat drone itu ternyata tidak ada suatu gangguan keamanan. Selain itu, tidak ada barang-barang yang dilarang didalam Lapas,”  paparnya.

‎Lebih lanjut, Walid menjelaskan bahwa, Drone Ilegal itu ditemukan petugas blok hunian disekitar pos-pos bagian belakang.

‎“Drone itu ditemukan disekitaran Lapas dekat pos bagian belakang,” jelasnya.

‎Kemudian petugas Lapas langsung bergerak cepat melakukan pencarian disekitar lingkungan Lapas terhadap orang yang mengontrol remote drone tersebut.

‎“Setelah itu kita melakukan penyisiran disekitar Lapas maupun diluar Lapas ternyata tidak ada orang yang memiliki drone pesawat mainan tersebut,” terangnya.
‎‎Walid menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk modus-modus baru yang memanfaatkan perkembangan teknologi.

‎“Kami akan terus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap seluruh potensi gangguan keamanan.

“Ya, itu merupakan salah satu bentuk antisipasi kami khususnya di Lapas Kelas II A Metro terkait benda benda yang bisa melintas disekitar Lapas. Oleh sebab itu, bentuk apapun kita harus siap mencegah dari gangguan keamanan,” tuturnya. (LC-02)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.