Olahraga

Kota Metro Kehilangan Sosok Penggiat Olahraga Yang Ulet

×

Kota Metro Kehilangan Sosok Penggiat Olahraga Yang Ulet

Sebarkan artikel ini
Rastoto (alm) ketika mendampingi Sekretaris KONI Kota Metro pada rapat di KONI Provinsi Lampung. FOTO: dok/LC

METRO, (LC)—Dunia dan masyarakat olahraga di Kota Metro kembali kehilangan sosok Penggiat Olahraga yang telah memberikan kontribusi aktif lebih dari 30 tahun. Sosok yang dikenal luas di kalangan aktivis Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sejak tahun 1996 itu, secara mengejutkan meninggalkan masyarakat olahraga khususnya di Kota Metro.

Kepergian pria kelahiran 11 September 1970, Rastoto meninggal dunia pada Senin (19/10/2026) sekira pukul 07.00 WIB di kediamannya Jalan Dahlia 15 Polos Metro Pusat, Kota Metro.

Dalam karier di dunia olahraga, Rastoto sejak awal aktif di Institute Karate-do Indonesia (Inkai) dan Feredrasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI). Sabuk terakhir yang disandang senpai Rastoto adalah sabuk hitam DAN 1. Kenapa sabuk hitam itu terlalu lama melilit dipinggangnya, suatu ketika Rastoto mengatakan ia lebih fokus pada pelatihan dan pembinaan atlet.

“Saya, cukup di level DAN 1 aja,” kata Rastoto saat menghadiri HUT Inkai ke 40 di Jakarta beberapa tahun silam disaat Ketua Umum Pusat Inkai diketuai oleh Jenderal Riyamizard Riyacudu.

Pada tahun 2000-an bersama bang Amir Hamzah, Naim Emel Prahana, Bambang Cakrabuana, Elvis Ilyas, Giri, Ujang Afandi dan lainnya menbangkitkan kembali Inkai dan Forki yang dimotori sekretarisnya Naim Emel Prahana untuk beberapa periode.

Melalui tangan dingin Amir Hamzah dan Naim Emel Prahana, Rastoto terus berkembang menjadi seorang olahragawan sekaligus aktivis organisasi keolahragaan. Untuk memambah pengetahuannya mengolah organisasi olahraga Rastoto beberapa kali diajak oleh Naim Emel Prahana seperti ke Asia Games di Jakarta dan Palembang, kemudian Mendagri Cup di Palembang dan Jakarta Timur.

Rastoto juga masuk jajaran pengurus KONI Kota Metro era ketua dan sekretaris KONI H. Lukman Hakim dan Naim Emel Prahana dan menjadi anggota beberapa kali pelaksanaan Kontingen Porprov Lampung seperti di Menggala, Tulangbawang 2010, Kalianda 2013 dan Bandarlampung 2016.

Rastoto saat Munas II Granat di Bandung

Pada tahun 2005 untuk HUT 5 tahun Granat Kota Metro di bawah kepemimpinan Amir Hamzah, Rastoto menjadi panitia inti Open Tournamen INKAI Cup yang diikuti semua daerah di Sumatera, Banten dan Bangka Belitung.

Selama menjadi pengurus KONI Kota Metro Rastoto, juga Yoseph nenotaek selalu mendampingi Naim Emel Prahana ketika rapat-rapat KONI di Provinsi Lampung, demikian juga rapat-rapat Panitia Porprov sejak tahun 2010 baik di Bandarlampung, Menggala maupun  di Kalianda.

Rastoto juga jadi pengurus Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI), dan selalu aktif menjadi pengurus yang selalu diberi tugas oleh Sekretaris Eksekutif BPC PHRI Kota Metro, Naim Emel Prahana.

Selain INKAI, FORKI, PHRI Rastoto juga sejak tahun 2000 sampai 2016 aktif di Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kota Metro. Bahkan beberapa kali menjadi peserta Munas Granat di Bandung.

Profesi lainnya, Rastoto sekitar 15 tahun adalah karywan Hotel Pasifik yang sekarang berubah nama menjadi Hotel Grasia milik Effendi (Toko elektorik Ebasco). Juga, Rastoto adalah pengurus DPD II Golkar Kota Metro dan seorang pamong di 15 Polos sebagai Ketua RW.

Dengan kepergian beliau, beberapa kerabat dekatnya seperti Kie Siong, Yoseph Nenotaek, Supri, Bambang dan lainnya menyatakan mereka benar-benar kehilangan sosok yang selama ini sangat aktif membantu masyarakat. (kontributor/LC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.