Kota Metro

Wahdi—Qomaru Hanya Butuh Setahun Naikkan IPM Metro Jadi 79,85

×

Wahdi—Qomaru Hanya Butuh Setahun Naikkan IPM Metro Jadi 79,85

Sebarkan artikel ini
Wahdi saat menjabat walikota Metro sebelum cuti mengikuti pilkada 2024 selalu turun ke bawah meihat kondisi riil dunia pendidikan. FOTO: NEP/Dok/LC

METRO, (LC)—Wahdi—Qomaru luar biasa dan diakui pemerintah pusat yang mampu membawa Kota Metro mengatasi covid-19, bahkan mampu menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari tahun 2023 sebesar 79,85 dari tahun 2022 sebesar 79,38. Pencapaian angka 0, 47 dikelompokkan pada kategori tinggi.

Padahal, saat dilantik jadi Walikota dan Wakil Walikota 2021 IPM Kota Metro hanya 77,49. Angka itu berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Metro 2024. Pencapaian IPM tersebut jadi salah satu indikator keberhasilan Walikota dalam memimpin Kota Metro.

Secara detail ada beberapa peningkatan komponen penting pembentuk IPM, antara lain angka harapan hidup meningkat dari 71,66 (2021) jadi 75,14 (2023). Kemudian, angka harapan lama sekolah tetap stabil dengan dengan sedikit peningkatan dari 14,75 (2021) jadi 14,77 (2023).

“ Angka itu mencerminkan ekspektasi lama pendidikan yang dapat dicapai oleh generasi muda,” kata salah satu pegawai BPS Kota Metro.

Angka rata-rata lama sekolah, juga mengalami peningkatan dari 10,97 (2021) jadi  11,00 (2023). Artinya, penduduk Kota Metro lebih banyak penduduk telah memperoleh pendidikan yang lebih lama.

Peningkatan ketiga, komponen itu menunjukkan adanya upaya yang berhasil dalam memperbaiki kualitas hidup dan akses pendidikan dan kesehatan yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pendidikan di Kota Metro sudah baik. Sarana prasarana memadai, jenjang pendidikan dari PAUD hingga kampus lengkap. Tenaga pendidik banyak dan kompeten. Diukur secara statistik, muncullah angka IPM yang tinggi.

Di sisi lain selama kurun waktu 2021—2023 Wahdi datang sebagai walikota menawarkan visi Gemerlang. Generasi Emas Metro Cemerlang. Harapannya, dapat  dicapai tahun 2037 atau tepat 100 tahun Kota Metro. Wahdi pun mendorong semua organisasi perangkat daerah dan stakeholder terkait untuk mewujudkannya.

Langkah yang diambil Wahdi luar biasa khususnya bidang pendidikan dengan meluncurkan program “Ayo Sekolah!”.

“Kenapa, luar biasa?” Karena bukan hanya mengajak orang untuk sekolah, tetapi ada kebijakan terkait anggaran yang memberikan bantuan semacam beasiswa bagi anak-anak berlatar belakang keluarga tidak mampu. Ada SD, SMP, dan tahun ini (2024) pada jenjang PAUD.

Program itu menjadi luar biasa, sebab tidak hanya sekadar mengajak atau ngomong ayo sekolah, tapi juga diberikan support atau dukungan.

Sampai tahun 2023 Wahdi melalui Pemkot Metro telah memberikan bantuan kepada anak didik walau tidak memenuhi semua kebutuhan, namun dapat meringankan biaya sekolah melalui Kartu Metro Ceria (KMC).

Jumlah siswa penerima bantuan pada 2023 untuk SD 945 siswa, SMP 1208 siswa, total yang telah menerima mencapai angka 2.153 siswa. Sementara pada 2024 SD 360 siswa, SMP 400 siswa, total 760 siswa.

 

Dari data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Metro tahun 2024 ini akan diterapkan juga ke jenjang PAUD.

Tahun ini, Dinas Pendidikan Kota Metro sudah melakukan verifikasi peserta sebanyak 1.201 anak di jenjang PAUD. Sama seperti SD dan SMP, mereka tersebar di lima kecamatan, menyertakan syarat administrasi KK, KTP, dan SKTM dari kelurahan, serta surat pernyataan bersedia menerima bantuan sebesar Rp250 ribu per anak.

Agar tidak tumpang tindih dengan penerima bantuan lainnya, data anak penerima KMC diambil dari data Pogram Indonesia Pintar (PIP) yang masih antre atau belum dapat bantuan.

Jadi program ayo sekolah ini bukan hanya mengajak tetapi juga difasilitasi. Dan Kota Metro satu-satunya daerah di Indonesia yang menerapkan program ini. (LC-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.