Pemkot Metro Tidak Lagi Menarik Retribusi Pelayanan Pedagang Kawasan Shopping
METRO, (LC)—Pemerintah Kota (Pemkot) Metro per tanggal 9 Oktober 2026 dipastikan tidak akan melakukan penarikan retribusi pelayanan pedagang Pusat Perbelanjaan (Shopping) bentuk apapun. Dan, sosialisasi penghapusan aset Shopping Center terus dilakukan.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Peindustrian dan Perdagangan, Ardha kepada wartawan di kantornya usai sosialisasi pemasangan 6 (enam) spanduk di dinding pasar tersebut, Jumat (9/10/2026).
Shopping adalah aset pemerintah Kota Metro yang usianya sudah cukup tua, dan aset tersebut akan dihapus. Oleh karenanya, pers tanggal 9 Oktober 2026 pihak Pemkot melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan tidak lagi melakukan penarikan retribusi pelayanan pedagang (salar).
Berdasarkan Surat yang diterbitkan Nomor 900.0.13.1/006-26409/B04/2026 prihal pengherntian pemungutan retribusi tanggal 8 Oktober 2026 tersebut, pihak Pemkot melakukan sosialisasi pengosongan Shopping dari aktivitas perdagangan.
Sementara sebelumnya saat melakukan sosialisasi pemasangan baner sekitar pukul 09.30 WIB petugas dari Penegakan Perda Pol PP, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan dibantu petugas pengaturan lalulintas sempat dihadang Paguyuban (P5) yang tetap dikoordinir Ketuanya Sutan Fabli Herman dengan puluhan anggotanya.
Pihak P5 tetap bersikukuh untuk melarang pemasangan spanduk atau banner di Shopping, bahkan salah satu pedagang dengan dibantu beberapa orang berusaha untuk menahan baner yang akan dipasang oleh petugas di atas mobil derek.
Sementara pedagang atau warga yang ikut bergerombol hanya menonton dan sesekali menerikan para petugas yang sedang melaksanakan tugas. Dari pantauan langsung di lapangan saat sosialisasi dan penempelan baner pihak P5 terus melakukan penolakan dengan alasan seperti sekian tahun silam.
Seorang oknum pensiunan Kejaksaan, terus berteriak, merangsek dan mencoba merebut baner yang akan dipasang oleh petugas. Tak pelak, kejadian itu membuat tugas aparat yang sudah diberi mandat, terhambat.
Suhu kian memanas, beberapa orang dari P5 belum diketahuii jelas, apakah pedagang atau bukan nampak tidak mau kompromi. Bahkan, satu baner yang sudah dipasang dibuka oleh sekitar 5 (lima) orang yang naik ke atas atap Shopping melalui eks Bioskop.
Namun, upaya menurunkan baner tersebut, digagalkan oleh petugas pemasang sehingga baner yang tali bagian atas sudah dilepas, kembali dipasang.
Hal serupa terjadi lagi saat baner agak besar diu pasang dipuntu tangga kedua Shopping, seorang yang mengaku pengacara yang dirinya menyebut sebagai advokat terus berteriak dan bahkan mengambil kunci kontak mobil derek yang digunakan Pemkot Metro.
Melihat kejadian itu, seorang penyidik PPNS dari Sat Pol PP langsung minta kepada sang advokat untuk mengembalikan kunci kontak tersebut, dan akhirnya berhasil diambil kembali.
“Kalau mau bongkar shoping, bongkar dulu Metro Mega Mall,” teriak sang advokat yang diketahui bernama Arif.
Tidak sebatas itu saja, Arief terus melakukan perlawanan dan memprovokasi beberapa pedagang, ia juga mengatakan persoalan Shoping sudah Inkrah, kalu mau bongkar silakan kepada Mahkamah Agung (MA) ujar dia masih bersemangat.

Berdasarkan informasi yang diterima lampungcentral.id bahwa sejak 20 tahun silam para pedagang di Shopping tidak pernah lagi dipungut sewa. Toleransi yang cukup panjang itu dipandang sudah memberikan kesempatan kepada para pedagang. Namun, di pihak pedagang yang beberapa diantaranya tergabung pada P5, tetap bersikukuh bahwa Shopping tidak boleh dibongkar.
Anehnya, pihak P5 beberapa kali kepada wartawan dengan tegas mengatakan, pihaknya akan menuntut tanggungjawab, jika ada musibah atas bangun Shopping yang sudah tidak layak lagi untuk digunakan.
Usai sholat Jumat, LC (lampung central) berupaya berbincang dengan beberapa tokoh yang sekian puluh tahun lalu berkecimpung di Shopping, bahkan membuka kantor di lantai atas, mengatakan, semuanya saya kenal bahkan ada hubungan keluarga.
“Tapi, saya pernah diajak namun saya tolak, karena sudah terlalu dalam permainan yang dilakukan mereka,” ujarnya sambil meneguk es jeruk di seputar Masjid Taqwa.
Tokoh yang enggan disebutkan itu, sepertinya hampir semua warga di Metro kenal dengan beliau. Beberapa tahun terakhir beliau sudah tidak lagi sering ek Shopping. (LC-01)









