METRO, (LC)— Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), UIN Jurai Siwo Lampung, mendorong mahasiswa mengembangkan keterampilan broadcasting agar mampu menjadi kreator profesional sekaligus membuka peluang usaha di bidang digital.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Workshop Penguatan Kemampuan Broadcasting bertema “Mengembangkan Kreativitas Broadcasting Menuju Profesional dan Kemandirian Bisnis Digital” yang digelar di Gedung Kuliah Terpadu UIN Jurai Siwo Lampung, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 8–9 Oktober 2026, diikuti puluhan mahasiswa KPI dengan menghadirkan CEO Egao Official Group, M. Sarifudin, SM., sebagai narasumber.
Dekan FUAD UIN Jurai Siwo Lampung, Dr. Albarra Sarbaini, M.Pd., mengatakan mahasiswa perlu memiliki pola pikir kreatif dan kewirausahaan sejak di bangku kuliah.
“Mahasiswa KPI jangan hanya berpikir, ‘Saya lulus nanti mau kerja apa?’, tetapi mulai memikirkan, ‘Saya mau membuka lapangan pekerjaan apa?’” ujarnya.
Menurut Albarra, perkembangan industri digital membuka peluang luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan membuat konten, mengelola media, membangun personal branding, serta menghasilkan produk kreatif.
Sementara itu, M. Sarifudin menekankan bahwa broadcasting tidak hanya berkaitan dengan kemampuan tampil di depan kamera. Kreativitas, kemampuan mengemas pesan, memahami audiens, dan memanfaatkan berbagai platform digital juga menjadi bagian penting dalam dunia broadcasting.
Ia mendorong mahasiswa untuk berani berkarya dengan memanfaatkan perangkat yang tersedia, kemudian terus belajar dan mengevaluasi hasil karya.
“Jangan menunggu semuanya sempurna untuk mulai berkarya. Mulailah dari apa yang kita punya, terus belajar, evaluasi karya, dan kembangkan kreativitas,” katanya.
Kaprodi KPI FUAD UIN Jurai Siwo Lampung, Dr. Muhajir, M.Kom.I., mengatakan workshop tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kompetensi mahasiswa agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri media.
“Mahasiswa KPI tidak cukup hanya menguasai teori komunikasi. Mereka juga harus memiliki keterampilan praktis untuk menghadapi perkembangan industri media dan teknologi digital,” ungkapnya.
Melalui workshop tersebut, mahasiswa mendapatkan materi dan praktik mengenai produksi konten, kreativitas dalam menyampaikan pesan, serta peluang pengembangan kompetensi broadcasting di era digital.
Kegiatan ini diharapkan dapat membekali mahasiswa KPI menjadi kreator konten, profesional di industri media, sekaligus pelaku usaha yang mampu menciptakan peluang kerja di bidang komunikasi dan bisnis digital. (Kontributor)
FUAD UIN Jusila Metro Mendorong Mahasiswa Mengembangkan Keterampilan Broadcasting









