Kota Metro

WaRu Kian Solid Untuk Memperjuangkan Masyarakat Metro

×

WaRu Kian Solid Untuk Memperjuangkan Masyarakat Metro

Sebarkan artikel ini

METRO, (LC)—Calon WaliKota Metro di Pilkada tahun 2024 Nomor 02, dr. H. Wahdi Sirajuddin, SpOG (K), MH menegaskan bahwa Wahdi – Qomaru (WaRu) bersama partai pengusung dan relawan masih tetap solid. Hal itu dikatakan Wahdi saat konferensi pers di Lamban TMII Metro Utara, Kota Metro, Sabtu (23/11/2024) dalam kesempatan itu Wahdi yang mengenakn baju putih masih didampingi Qomaru, partai pengusung, Tim PH dan relawan.

Wahdi mengatakan, Qomaru merupakan sosok yang baik, untuk itu pihaknya mengaku tetap akan bersama dan mendukung Qomaru Zaman.

“Saya mengenal mas Qomaru sejak kecil, saya bersaksi bahwa ia adalah sosok yang baik dan tidak pernah berniat menyakiti siapapun. Karena itu, saya akan selalu bersamanya terus mendukung beliau,” katanya.

Oleh karena, kami (WaRu – Wahdi – Qomaru) mohon doa dari seluruh masyarakat agar perjuangan ini bisa berbuah kemenangan untuk Kota Metro yang lebih baik,” harap Wadi kepada para pendukungnya.

Ia juga menjelaskan, selama ini WaRu sudah berdiri bersama rakyat dan akan terus bersama-sama, berdiri tegak, tidak akan menyerah dan tidak akan berhenti memperjuangkan Kota Metro.

“Kami masih berdiri tegak untuk memperjuangkan yang terbaik untuk Kota Metro. Ya, Kota Metro, kota kita bersama,” ucap Wahdi dengan suara penggema di Lamban TMII malam kemarin.

Pilihan Anda, kata dia akan menentukan masa depan Metro. Mari kita buktikan bahwa kebenaran dan keadilan tidak bisa dijegal. Wahdi-Qomaru adalah suara rakyat, dan suara rakyat tidak bisa disingkirkan.

Sementara itu, dengan pakaian yang sama dengan Wahdi, Calon Wakil Walikota Metro, Qomaru Zaman mengatakan, pembatalan pencalon dirinya oleh KPU Metro, merupakan keputusan yang tidak adil.

“Saya merasa keputusan ini sangat tidak adil. Saya benar-benar merasa terdzolimi. Saya bukanlah koruptor, saya juga tidak melakukan kejahatan apa pun,” urainya seraya melanjutkan, kejadian mulai dari dilaporkan ke Bawaslu, diperiksa Gakkumdu dan divonis pengadilan merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi dirinya.

“Saya mengikuti setiap proses pemeriksaan baik di Bawaslu, Gakkumdu maupun sidang di PN Metro,” tegas Qomaru sambil mengatakan, selain kewajiban sebagai warganegara, ia juga ingin memberikan pembelajaran kepada masyarakat bahwa tidak ada pejabat yang kebal hukum.

“Saya ikuti dengan seksama dan saya dapat pelajaran berharaga. Keputusan denda juga sudah saya bayar,” ucapnya.

Qomaru mengimbau kepada seluruh pendukung WaRu untuk tetap solid, tetap bersatu dan terus bersama untuk memenangkan WaRu di Pilkada 2024 ini. Tidak ada perjuangan yang mudah, tetapi kerja keras dan keikhlasan akan membawa hasil yang manis.

Kota Metro ujar dia adalah milik kita semua, dan kita akan terus berjuang untuk memastikan masa depan yang lebih cerah bagi seluruh warganya.

Sementara itu, Tim Penasehat Hukum (PH) WaRu, Dr. H. Hadri Abunawar , SH, MH mengatakan, berkaitan dengan SK KPU Metro yang mendiskualifikasi Calon Wakil Walikota Metro, Drs. H. Qomaru Zaman, MA tim PH sudah mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung (MA).

Menurutnya, ini adalah puncak dari serangkaian langkah yang penuh tanda tanya. Sebab, dari keputusan awal KPU sebelumnya yang mendiskualifikasi pasangan Wahdi – Qomaru, hingga komisioner baru yang hanya menggugurkan Qomaru Zaman.

“Sulit untuk tidak melihat ini sebagai upaya menyingkirkan WaRu, pasangan nomor urut 02 dari panggung Pilkada Metro 2024,” paparnya.

Dijelaskannya, dalam pasal 15 ayat 1-6 PKPU No 17 2024 mengatur pembatalan salah satu paslon oleh parpol dalam masa 30 hari sebelum pencoblosan dengan sanksi diskualifikasi apabila parpol pengusung belum mengajukan nama pengganti.

Sedangkan putusan PN pada sidang Qomaru dikeluarkan tanggal 1 November 2024. “Artinya, keputusan pengadilan tentang status Qomaru sebagai terpidana ke luar dalam masa kurang dari 30 hari menjelang pencoblosan pada 27 November,” jelas Hadri Abunawar.

Kemudian Hadri menjelaskan lagi, akibat dari putusan yang ke luar dalam masa kurang dari 30 hari, maka status terpidana tidak bisa menjadi objek PKPU karena tidak ada satupun aturan PKPU yang membahas pergantian dan pembatalan paslon dalam masa kurang dari 30 hari kecuali hanya memberitahukan status salah satu paslon itu di tingkat KPPS, dan diatur dalam pasal 16 ayat 1-4.

Keputusan pembatalan WaRu tambahnya melalui SK KPU No 421 dan 422 serta SK pembatalan Qomaru No 427 tidak memiliki dasar aturan yang jelas dalam PKPU No 17 tahun 2024 karena status terpidana Qomaru dikeluarkan pengadilan pada 1 November 2024.

Sementara, jadwal pemilihan adalah 27 November 2024. Ini kurang dari 30 hari sebagaimana bunyi Pasal 15 ayat 6 PKPU No 17.

“Kami percaya, insha Allah keadilan akan berpihak pada kebenaran. Untuk itu, kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kota Metro agar tetap kompak dan bersama-sama mendukung perjuangan ini,” tandasnya. (LC-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.