METRO, (LC)—Gara-gara nama sekretaris Persatuan Wartawan (PWI) Kota Metro dicatut untuk menipu para Kepala Sekolah (Kepsek) di daerah Tanjung Bintang, Lampung Selatan (Lamsel) ketika ketahuan semula mengaku sebagai Sekretaris PWI Lamsel, kemudian mengaku sebagai Sekretaris PWI Kota Metro.
Oknum wartawan yang mencatut nama Sekretaris PWI Lamsel dan PWI Kota Metro itu diduga sebagai wartawan bodrek yang biasa keluyuran ke desa-desa, meminta sejumlah dengan alasan akan mengikuti acara Diklat di Jakarta.
Spontan perbuatan oknum wartawan tersebut membuar heboh jagat pers khususnya di wilayah hukum Kota Metro maupun Lamsel. Ketika LC mengkonfirmasikan kepada Ketua PWI Metro, Rino Panduwinata mengakui pihaknya memergoki ulah oknum wartawan yang diduga sengaja mencatut sekretaris PWI Lamsel dan Metro.
Bahkan, Ketua PWI Metro itu mengungkapkan juga beberapa waktu sebelum pencatutan sekretaris PWI Metro, ada oknum wartawan membuat berita yang menyudutkan dirnya sebagai Ketua PWI Metro.
“Persoalan seperti itu sangat serius, harus ditindaklanjuti ke pihak yang berwajib,” ujar Rino.
Sementara itu, Sekretaris PWI Metro, Adipati Opie melalui pernyataannya, perbuatan oknum wartawan yang telah mencatut namanya maupun organisas tidak dapat ditolerir.
“Tadi malam saya dapat infonya dari pengurus PWI Provinsi. Ada orang yang mengaku wartawan dan mengaku Sekretaris PWI Lamsel meminta sejumlah uang kepada K3S yang juga menjabat Kepsek di wilayah setempat, kata Opie—panggilan akrab Sekretaris PWI Metro.
Opie menambahkan, setelah pihaknya menggali lebih dalam informasi prihal pencatutan namanya, malah si oknum wartawan mengaku sebagai pengurus PWI Metro, jelas Opie, Minggu (22/12/2024).
Dikatakan Opie oknum wartawan yang meminta sejumlah uang kepada K3S dan mengaku wartawan namanya Zulfikri dengan nomor WathsApp 0812-7920-5997.
“Itu bukan nomor WA saya, oknum itu hanya mencatut demi keuntungan pribadinya sendiri,” jelas Opie dengan menambahkan kalau oknum tersebut mencantumkan nama beberapa pengurus PWI Lamsel dan Metro.
Sampai berita ini, Opie mengaku sudah koordinasi dengan pengurus PWI Lampung dan kami (PWI) akan mengambil tindakan tegas meneruskan laporan ke ranah hukum.
Opie juga tidak menolak kalau kasus pencatutan namanya itu locus delicti-nya ada di daerah Lampung Selatan. Akan tetapi, oknum itu telah merugikan dirinya yang berdomisili di Kota Metro.
Ketika ditanya informasi pertama tentang perbuatan oknum wartawan tersebut, diakui oleh Opie disampaikan seorang Kepsek ke PWI Lampung dengan dilampirkan juga No WA si oknum wartawan yang diduga gadungan. (LC-01)









