Nasional

“Ngopi Bareng” ala H Ismail Pendekar Banten

×

“Ngopi Bareng” ala H Ismail Pendekar Banten

Sebarkan artikel ini
"Ngopi Bareng" ala Ketua Pendekar Banten, H. Ismail di markas besar Pendekar Banter Kota Metro. FOTO: NEP/LC

METRO, (LC)—Luar biasa sosok lelaki masih belia, sudah menumpuk pengalaman berorganisasi dan mampu mengayomi ribuan anggota tanpa sedikit pun misunderstanding sesama dan organisasi yang dipimpin makin hari makin disukai masyarakat luas, terutama di Banten, Jawa Barat, Jabodetabek dan Lampung.

Itulah sosok organisatoris akrab disapa dengan ’Kang’ Haji untuk sebutan kebanggaan masyarakat Pendekar Banten H. Ismail R, SH yang mumpuni, pengayim dan segala putusannya sangat bijak.

Disela-sela usai “buka bersama” dan sholat Taraweh di markas besar Pendekar Banten Kota Metro kawasan Simpang Kampus, Iringmulyo 15A. Kang haji mengajak beberapa tokoh untuk “ngopi bareng” satu filosofi Kang Haji yang sangat populer di kalangan dunia pencak silat dan pengobatan.

Malam Senin tanggal 23 Maret 2025 di ruang kerjanya yang sederhana tapi penuh dengan aura religi, Kang Haji dengan suara khas dan senyumnya mengajak para toko dari lintas disipilin ilmu mengaji dalam kemasan “ngopi bareng”

Kang Haji sambil tersenyum mengungkqapkan, bahwa “ngopi bareng” itu akan menghilangkan perbedaan dan kesalahpahaman.

“Itu, pasti. Jadi, saat ngopi bareng semua persoalan mudah sekali diselesaikan,” ujar Kang Haji yang didamping Sekretaris Pendekar Banten, Nurdin, SH dan Wakil Ketua, Jajat Sudrajat yang juga sering menjadi imam di segala hajatan.

Kang Haji Ismail mengisahkan perjalanannya selama berjuang di kota Metropolitan Jakarta beberapa tahun silam. Semua, kata dia dapat dilalui dengan baik tanpa ada permusuhan apapun diemudiannya.

“Yang penting, kita ini apa adanya. Sebab, kepemimpinan seseorang itu jangan dilihat pandainya berkata-kata,” ucap Kang Haji sambil meneguk minuman kopinya yang disediakan Srikandi Pendekar Banten.

Filosofi ngopi bareng atau minum kopi itulah kisah perjalanan nenek moyang kita terdahulu. Bayangkan, sambung Kang Haji di tengah masyarakat kita dulu sampai sekarang, sebelum beraktivitas ke luar rumah selalu dihidang secangkir kopi hangat.

“Hangatnya menjadi motivasi untuk melakukan kegiatan rutin,” urai Kang Haji Ismail yang selalu berbicara tanpa menyinggung siapapun.

Haji Ismail yang kini tetap rendah hati itu, relah berkorban demi persaabat menuju persaudaraan yang lebih harmonis. Tak pernah mengeluh atau kecewa dengan apa yang ada di sekitarnya.

“Kita harus bermasyarakat, bukat membuat sekat-sekat dalam interaksi sosial,” tambahnya.

Kalu soal ilmu, Kang Haji yang lulusan “sarjana hukum” itu tak pernah pamer disiplin ilmu yang dia milik. Hanya, ketika diminta atau menyelesaikan masalah saja disiplin ilmunya dikeluarkan (dimanfaatkan).

Di sisi lain Kang Haji Ismail juga, sangat trampil melakukan pengobatan nonmedis bahkan pasiennya kebanyakan datang dari luar daerah Kota Metro. Semua, tidak ada yang dia patokkan pembayarannya.

“Silakan mau berobat, Insya Allah semuanya datang dari Allah dan kembali kepadaNYA-jua,” ungkapnya.

Bahkan, soal keyakinan juga luar biasa, tak mudah goyah. Kang Haji dapat melihat ketidak sinkronnya seseorang bicara soal sesuatu masalah dalam kehidupan ini.

Bahkan, banyak sekali Kang Haji menyelesaikan masalah orang lain ketika menyeberang dari Lampung ke Jawa. Misalnya kesulitan untuk menyeberang karena ada kesombongan karena merasa di si hebat, ternyata di tempat lain tidak berlaku. Pada akhirnya, ungkapnya perjalanan menyeberang terhambat karena arogansi menganggap diri paling hebat.

“Alhamdulillah semuanya dapat kita bantu melalui telekomunikasi via ponsel. Semuanya kesulitan beberapa kawan diperjalanan teratasi,” kenang Kang Haji.

Ada satu hal yang sangat menarik dari Kang Haji ini, jika terjadi sesuatu di suatu tempat, jika dirinya diminta bantuan. Hanya dalam tempo waktu singkat mampu mengerahkan massa ribuan.

“Ya, itu semua atas bantuan Allah SWT,” ujarnya merendah. (LC-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.