Kota Metro

Ketua Pendekar Banten Buka Puasa Bareng Kapolsek Metro Timur

×

Ketua Pendekar Banten Buka Puasa Bareng Kapolsek Metro Timur

Sebarkan artikel ini
Ketua Pendekar Banten buka puasa bersama pengurus dan anggota serta Kapolsek Metro Timur. FOTO: NEP/LC

METRO, (LC)—Selama bulan suci Ramadhan 1446 H, Ketua Pendekar Banten Kota Metro terus menggaungkan pelaksanaan ibadah puasa dengan berbagai amalan yang dianjurkan, ajakan dan himbauan itu selain ditujukan kepada pengurus dan anggota Pendekar Banten, juga untuk umat Islam lainnya.

Hal itu, disampaikan Ketua Pendekar Banten, H. Ismail usah buka puasa bersama dengan Kapolsek Metro Timur, Iptu H. Amirun Hasan di markas besar organisasi tersebut, Sabtu (29/3/2025).

Diawali dengan doa buka bersama السلام عليكم ورحمة الله وبركاته, H. Ismail bertanya bagaimana puasa kita hari ini, semoga tetap lancar dan penuh keberkahan!  Sekarang sudah waktunya berbuka, jangan lupa baca doa dulu ya!

Referensi kita sebagai umat Islam saat berbuka kita harus membawakan niat  اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَعَلَىٰ رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ (Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ‘ala rizqika afthartu).

Dalam bahasa kita, lanjut H. Ismail niat tersebut artinya “Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”

Kemudian ungkap Ketua Pendekar Banten itu, ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ.

(Dzahaba az-zama u wabtallatil ‘uruqu wa thabatal ajru insyaAllah). Artinya  “Rasa haus telah hilang, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insyaAllah.”

Haji Ismail berpesan, sebaiknya saat berbuka jangan lupa minumlah yang manis-manis biar makin semangat ibadahnya! 🤲 Selamat berbuka puasa, teman-teman, semoga amal ibadah kita mendapat ridho-Nya.

Sementara itu, Ketua Srikandi Pendekar Banten, Endru juga mengungkapkan kenapa kita ingin apa di bulan Ramadhan?

“Allah Yang Maha Pemurah, dengan rahmatNya Dia membuka segala pintu kebaikan dunia dan akhirat bagi hambaNya di bulan ramadhan,” jelas Endru.

Seraya menambahkan, maka beruntunglah orang-orang yang mendapatkan taufiq dari Allah untuk mendulang sejuta kebaikan di bulan yang penuh berkah itu.

Di bulan ramadhan itu ujar Endru yang akrab disap dengan mbak Endang jelaskan di bulan ramadhan adanya pelipatgandaan pahala, pengampunan dosa, pengijabahan do’a, pengangkatan derajat, syafaat di hari kiamat dan pembebasan dari api neraka.

Mbak Endang mengutip Jaami’ At-Tirmidziy 682; Sunan Ibnu Majah 1339, sanadnya Hasan dalam Shahiih At-Targhiib 998 yang berbunyi ٌوَيُنَادِي مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنْ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ.

“Wahai para pencari kebaikan, bersegeralah (menuju kebaikan), wahai para pencari keburukan, berhentilah (dari keburukan), Allah membebaskan (seorang hamba) dari api neraka pada setiap malam (di bulan Ramadhan).”

Dikatakannya, dalam bulan ramadhan jangan sampai kita merugi sebagai mana dijelaskan وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ

“Amat merugi/hina seseorang yang Ramadhan masuk padanya kemudian Ramadhan pergi sebelum diampuni dosanya.” (HR. al-Tirmidzi, Ahmad, al-Baihaqi, al-Thabrani, dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jaami’, No. 3510)

Bahkan mbak Endru menjabarkan aneka ragam amal di bulan ramadhan, antara lain Shaum, tarawih, menyegerakan buka di awal waktunya, berdoa sebelum berbuka, mengakhirkan sahur menjelang Adzan, memberikan buka kepada yang berpuasa, banyak menginfakan harta, banyak membaca Al-Quran, memperbanyak do’a, menjaga diri dari maksiat khususnya maksiat lisan, membayar Zakat Fitri, bersungguh-sungguh melaksanakan amal-amal yang fardhu-fardhu dari shalat 5 waktu dan lainnya dan umroh.

Saat inilah ramadhan terakhir kita tanggal 29 dan 30 Ramadhan 1446 H.  Mari kita kerahkan semua kekuatan kita untuk bisa menyempurnakan amal dan mendulang pahala di bulan ramadhan.

“Sunnah dijaga dengan kebenaran, kejujuran, dan keadilan bukan dengan kedustaan dan kedhaliman.” (Ibnu Taimiyyah rahimahullahu). (LC-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.