Kota Metro

Ketua SMSI Ali Imron Muslim Kecewa Dengan Walikota dan Wakil Walikota Metro

×

Ketua SMSI Ali Imron Muslim Kecewa Dengan Walikota dan Wakil Walikota Metro

Sebarkan artikel ini
Ketua SMSI Kota Metro, Ali Imron Muslim. FOTO: Ist/LC

METRO, (LC)—Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Metro, Ali Imron Muslim sangat kecewa dengan tidak hadirnya Walikota dan Wakil Walikota Metro dalam acara pembukaan SMSI Fair 2025 di Samber Park (Lapangan Samber).

Kegiatan yang digelar SMSI Kota Metro melalui tema “SMSI Fair meningkatkan ekonomi kreatif menuju Metro bahagia, bertempat di Lampangan Samber Park Kota Metro” dibuka secara resmi, Sabtu (12/4/2025).

Namun, membludaknya warga yang hadir tak mampu membuat Ketua SMSI Kota Metro Ali Imron Muslim merasa tenang. Dirinya merasa sangat kecewa, undangan yang telah diberikan kepada Walikota Metro dan Wakil Walikota, tidak direspon positif.

“Meski sudah terjadwal dalam agenda protokoler Pemkot Metro,namun Walikota Bambang Iman Santoso dan Wakil Walikota Rafieq Adi Perdana tidak hadir dalam acara pembukaan SMSI Fair 2025,” ungkap Ali dengan nada kecewa.

Meski memiliki nilai positif acara ini bukan sekadar hiburan tahunan, melainkan perayaan semangat kolaborasi, inovasi, dan kebangkitan ekonomi kerakyatan yang dikemas dengan nuansa budaya dan edukasi.

Event yang akan berlangsung selama 14 hari, sejak 12 hingga 26 April 2025 tersebut bakal menghadirkan ragam kegiatan lintas sektor mulai dari bazar UMKM, ekspedisi wisata sejarah, job fair, layanan publik, festival seni budaya, hingga konser amal dan pasar malam yang sarat makna.

Namun dalam pidatonya, Ketua SMSI Kota Metro, Ali Imron Muslim, sempat melontarkan pantun, atas rasa kecewa, tidak hadirnya Walikota maupun Wakil Walikota Metro, meski sudah terjadwal dalam agenda protokoler pemkot setempat.

“Ubur-ubur Ikan Lele, SMSI Fair Kecewa Le,” Kata Ali Imran Muslim dengan ekspresi tajam, saat berpantun dalam pembukaan sambutannya Sabtu (12/4/2025).

Ali menekankan bahwa bazar UMKM yang digelar dalam event ini bukan sekadar transaksi ekonomi, tetapi adalah proses menumbuhkan mimpi para pelaku usaha mikro, agar suatu saat mampu menjadi pohon besar yang menaungi kesejahteraan rakyat. Di tengah riuh modernitas, SMSI juga menghadirkan panggung seni dan budaya sebagai pengingat jati diri bangsa.

“Hari ini, kita tidak sekadar menghadiri sebuah acara. Kita sedang membuka jendela harapan. SMSI FAIR 2025 adalah taman kehidupan dan akar kebudayaan tumbuh berdampingan dengan tunas ekonomi, bunga kolaborasi mekar bersanding dengan buah inovasi,” ungkap Ali Imron.

Pada puncak kegiatan, lewat ekspedisi Goa Warak, kita sedang menyelami lorong waktu, membangun hubungan spiritual antara manusia, alam, dan sejarah. Lewat job fair, kita mencoba membuka pintu masa depan bagi anak-anak bangsa yang masih mengetuk harapan.

“Serta lewat pasar malam, kita hadirkan tawa, cahaya, dan kenangan karena hidup bukan hanya soal kerja keras, tapi juga tentang kebahagiaan yang perlu dirayakan bersama, meski saya tidak semangat lemas menyebut Metro Bahagia,”tandasnya. (LC-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.