
JAKARTA, (LC)– dr. Agung Budi P, S.p.PD, M.Kes FINASIM resmi dilantik menjadi salah satu Pengurus Besar (PB) & Majelis -Majelis Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Masa Bakti 2025- 2028 di Ballroom Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Sabtu (12/04/2025) lalu.
Pada pelantikan tersebut, dr. Agung Budi P, S.p.PD, M.Kes FINASIM diberikan amanah menjadi anggota Bidang Pengembangan Praktek Kedokteran Layanan Rujukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Masa Bakti 2025 – 2028.
dr. Agung Budi P, S.p.PD, M.Kes FINASIM mengucapkan rasa terima kasihnya atas dilantik dirinya menjadi pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Masa Bakti 2025- 2028.
“Alhamdulilah, dengan dilantiknya saya menjadi salah satu Pengurus Besar IDI adalah merupakan suatu kebanggaan karena bisa mewakili Kota Metro dan Propinsi Lampung di Kancah Nasional,” ujar dr. Agung kepada media Lampungcentral.id, pada Sabtu 19 April 2025.
Menurutnya, dilantiknya ia menjadi anggota Bidang Pengembangan Praktek Kedokteran Layanan Rujukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Masa Bakti 2025 – 2028 merupakan suatu amanah dalam hal memperjuangkan Dokter di seluruh Indonesia.
“Kami berharap dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun kebijakan. Bahkan, IDI siap menjadi wakil pemerintah di bidang kesehatan untuk masyarakat yang berkemajuan.
Sehingga Dokter dapat membaktikan diri untuk bangsa dan negara,” ungkapnya.
Untuk diketahui, Pelantikan Pengurus Besar (PB) & Majelis -Majelis Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Masa Bakti 2025- 2028 turut dihadiri Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.
Sebelumnya, Ketua Umum PB IDI, Dr. dr. Slamet Budiarto, SH, MH.Kes, menegaskan komitmen IDI dalam memperkuat ketahanan nasional melalui sektor kesehatan.
Ia menyampaikan bahwa sejak didirikan pada 24 Oktober 1950, IDI terus berperan aktif dalam pembangunan kesehatan nasional.
“Tiga tujuan utama IDI adalah menjaga ketahanan nasional di bidang kesehatan, membantu pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, serta menjaga kompetensi dokter Indonesia melalui pembinaan etika kedokteran,” jelas Slamet.
Ia menambahkan, IDI memiliki peran sosial yang sangat strategis dalam menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan siap mendukung stabilitas sosial, ekonomi, serta pertahanan negara sebagai bagian dari langkah besar menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami berharap IDI tetap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun kebijakan kesehatan. IDI adalah rumah besar bagi seluruh dokter Indonesia,” ujar Slamet. (LC-02)









