Nasional

Ketua DPC Granat Metro dr. Wahdi Hadiri Malam Renungan GRANAT dalam rangka Peringati HANI 2025

×

Ketua DPC Granat Metro dr. Wahdi Hadiri Malam Renungan GRANAT dalam rangka Peringati HANI 2025

Sebarkan artikel ini
Ketua DPC Granat Metro (Pdh Granat) dr. Wahdi foto bersama Ketum DPP GRANAT (Batik) Henry Yosodiningrat. Foto/ Istimewa.

JAKARTA (LC)– Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) menggelar Malam Renungan di Pendopo Henry Yosodiningrat, Pondok Labu, Jakarta Selatan, pada Sabtu, (28/06/2025) malam.

Kegiatan nasional ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Ketua BNN RI Komjen Martinus, Tokoh-tokoh GRANAT dan Ketua DPD/ DPC GRANAT Se – Indonesia secara daring melalui via zoom meeting.

Kehadiran Ketua DPC Granat Kota Metro, Dr.dr.Wahdi, Sp.OG (K), SH,MH. dalam rangka memperingati HANI 2025 malam renungan GRANAT ini merupakan bentuk komitmennya dalam mendukung gerakan nasional memerangi Narkoba.

‎Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) tetap konsisten menjadi garda terdepan dalam membantu dan mendukung upaya pemerintah dalam memberantas NARKOBA bersama BNN dan Kepolisian dalam upaya kuat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Indonesia.

‎Ketua Umum DPP GRANAT, Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, SH.,MH. mengatakan bahwa, Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi sasaran empuk pasar besar peredaran dan perdagangan narkoba di dunia.

Menurutnya, jenis narkoba yang paling banyak disalahgunakan adalah ganja, ekstasi dan sabu, yang menyasar kelompok yang awalnya hanya mencoba memakai terutama kelompok pelajar, mahasiswa dan pekerja.

‎”Sebab itu, Presiden RI, bapak Jenderal TNI (P) Prabowo Subianto sudah menabuh genderang perang untuk mencegah dan melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” demikian yang disampaikan Ketua BNN Komjen Martinus dan Sekjen DPP GRANAT  Komjend(p). Togar Sianipar saat acara malam renungan.

Ketum DPP GRANAT, Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, SH.,MH. memberikan sambutan malam renungan Granat

‎Ketum Granat mengingatkan diperlukan metode yang masif terpadu dan berkesinambungan dalam rangka mencegah kejahatan, peredaran gelap, dan penyalahgunaan narkoba.

‎Selain itu, juga dibutuhkan dukungan dan partisipasi dari segenap masyarakat dan segenap komponen bangsa.

‎“Ada empat metode yang harus dilakukan secara bersamaan. Pertama Preemtif, dengan melakukan cegah dini untuk menyampaikan informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, agar timbul kesadaran untuk tidak menggunakannya, upaya ini biasa disebut “KIE” Komunikasi, Informasi dan Edukasi,” ucapnya.

Kemudian Prepentif, yaitu upaya mencegah masuknya barang haram narkoba ke Indonesia, baik melalui jalur darat, bandara, pelabuhan, dan pintu- pintu masuk pelabuhan tikus disepanjang bentangan pantai yang ada di Indonesia.

‎“Kurangnya aparat penegak hukum, bisa dilakukan upaya dengan melibatkan partisipasi dan dukungan masyarakat pesisir pantai dan kepulauan,” papar Henry.

Kemudian Represif, yaitu upaya penegakan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, di dalam upaya ini harus ada sinergi dan konsistensi antara Kepolisian, BNN, Jaksa serta Hakim dalam Menegakkan Hukum.

‎“Para produsen, sindikat, bandar dan pengedar narkoba yang merupakan musuh bangsa dan musuh negara sekaligus musuh umat manusia, harus dihukum seberat-beratnya dengan hukuman mati, hal ini dilakukan agar menjadi efek takut bagi yang ingin mencoba menjadi bandar atau pengedar narkoba,” ujarnya.

Terakhir Rehabilitasi, upaya ini dilakukan bagi para pecandu, yang sudah ketergantungan terhadap narkoba, metodenya dengan rehabilitasi medis, psikis dan sosial. Upaya ini harus dilakukan terpadu dan terintegrasi.

“Sehingga cita-cita Indonesia bebas narkoba dan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba) dapat diwujudkan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC GRANAT Kota Metro dr. Wahdi yang juga sebagai ketua GEMASIC ( Generasi Emas Indonesia Cemerlang) Indonesia mengajak pemerintah daerah untuk konsentarasi dalam P4GN demi mencapai Metro BERSINAR ( Bersih Narkoba) 2025.

Menurutnya, Granat kota Metro sudah membentuk organnya dari tingkat 5 kecamatan dan 22 kelurahan serta Dewann Pimpinan Anak Cabang dan ranting di kampus dan sekolah se-kota Metro. Perlu sinergi kolaborasi yang kuat untuk menyelamatkan anak bangsa.

‎“Jika semua lapisan masyarakat dan komponen bangsa bersatu padu dalam mencegah peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba, maka masuknya barang haram tersebut dapat dicegah, dan akan mempersempit ruang gerak para pengedar dan bandar narkoba,” ujar Wahdi.

Lebih lanjut, dr. Wahdi, apa yang disampaikan, Komjen Pol  (P) Drs. Togar M. Sianipar, M.Si, Ketua Dewan Pembina DPP GRANAT, peran pemerintah daerah bersama Granat berkolaborasi dalam P4GN.

‎“Kita harus bersama-sama menyelamatkan anak bangsa dari peredaran gelap narkoba. Untuk itu diharapkan pemerintah daerah tentu dapat berkontribusi juga bersama sama BNN, Granat serta semua elemen dalam upaya P4GN menuju Metro Bebas Narkoba,” tuturnya. (LC-002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.