DaerahKota Metro

dr. Wahdi Jadi Narasumber di Seminar Ars Annual UM Metro

×

dr. Wahdi Jadi Narasumber di Seminar Ars Annual UM Metro

Sebarkan artikel ini

‎

METRO, (LC)–Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Universitas Muhammadiyah (UM) Metro menggelar Ars Annual Seminar Event bertempat di aula gedung K.H Mas Mansoer kampus 3 UM Metro, pada Sabtu, 12 Juli 2025.
‎
‎Kegiatan Ars Annual Seminar Event ini mengusung tema “Membangun Karakter Generasi Emas Indonesia Yang Sehat, Produktif dan Berjiwa Wirausaha,”. Seminar ini menghadirkan narasumber Dr.dr.Wahdi, Sp.OG (K), SH,MH. Acara ini dimoderatori oleh dr. Fitri Yuli Mayasari, MARS.
‎
‎Pada kesempatan tersebut dr. Wahdi  Ketua GEMASIC  Indonesia (Generasi Emas Indonesia) menyampaikan bahwa,
‎Tantangan pembangunan bidang kesehatan saat ini meliputi tiga (3) komponen utama diantaranya;
‎
‎“Pertama adalah sumber daya manusia (SDM), kedua kemajuan teknologi dan yang ketiga adalah transisi kesehatan ( Transisi Demografi dan Transisi Epidemiologi),” ujar dr. Wahdi dihadapan peserta seminar.
‎
‎Menurutnya, sumber daya manusia dan teknologi tentu mempunyai hubungan yang sangat erat dimana kemampuan sumber daya manusia untuk memanfaatkan teknologi sangatlah penting.
‎
‎“Adanya kesenjangan keterampilan pengembangan diri, lambat beradaptasi terhadap teknologi baru, literasi digital yang rendah dibanding negara-negara di asia tentu menuntut upaya semua sektor Pemerintah dan non pemerintah untuk benar-benar terlibat,” papar Wahdi.
‎
‎Lebih lanjut, Dr. dr. Wahdi, Walikota Metro periode 2021-2025 menyoroti bagaimana pentingnya membangun Personal Mastery yang berakhlak mulia dan bertanggungjawab kepada Allah SWT dalam setiap aktivitas kehidupan manusia. Sehingga dapat memberi manfaat luas dalam mengisi pembangunan di daerah-daerah melalui pelayanan administrasi yang baik.
‎
‎“Istilah modal manusia pertama kali dikemukakan oleh Itving Fisher dalsm artikelnya “Senses of Capital” (1897).
‎Pentingnya peran modal manusia dalam pembangun ( Adam Smith,1776). Bahkan jauh sebelum itu, yaitu sejak jaman Plato dan Aristoteles,” ungkap Wahdi.
‎
‎Dikatakannya, Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh word intelectual property organization dimana index inovasi global SDM Indonesia tahun 2022 kita menempati urutan ke-75  dari 132 negara dengan human development index (HDI) menempati urutan 130 dari 199 negara, dengan IQ rata-rata terendah nomor 2 saat Asia tenggara setelah Timor Leste,  EQ (emosional question) urutan ke 3 terbawah di Asia tenggara dan aspek sopan santun bermedia sosial nomor 29 dari 32 negara kawasan Asia Pasifik menurut survei Microsoft digital yaitu keadaan digital, demikian juga aspek kepatuhan hukum kita nomor 64 dari 140 negara ( world justice prject rule of law index).
‎
‎Dr.dr. Wahdi juga menyampaikan pentingnya aspek perkembangan emosional dengan membangun karakter sumber daya manusia yang unggul dengan pendekatan ekological system mulai sejak pertemuan spermatozoa dan sel telur, masa hamil dan menyusui, remaja reproduktif sampai Lansia. Pembangunan tidak lepas dari siklus kehidupan.
‎
‎“Pentingnya peran SDM yang ber- integritas, disiplin, tanggung jawab dan beretika dalam memberi pelayanan kepada masyarakat dalam bidang kesehatan maupun bidang lainnya,” jelasnya.
‎
‎Selain itu, menurut dr. Wahdi sumber daya manusia kesehatan berjiwa entrepreneur dan kompetensi dalam era transformasi kesehatan menyongsong Indonesia emas 2045.
‎
‎“Personal mastery harus ada pada sumber daya manusia. Sehingga sistem berpikirnya mampu membangun inovasi kreativitas yang mampu berkompetisi secara global dengan mental model yang baik  dan dapat bersinergi- kolaborasi. Keuntungan  bonus demografi yang saat ini sedang kita nikmati harus dioptimalkan sebagai benar- benar  BONUS ,BUKAN MODUS,” ujarnya lagi.
‎
‎
‎Dijelaskannya, sarjana lulusan administrasi rumah sakit tentu mempunyai peran yang sangat penting dalam 16 BAB STARKES pada akreditasi rumah sakit. Saat ini tentu sarjana administrasi rumah sakit masih sangat jarang berada di pelayanan faskes primer maupun lanjut.
‎
‎Untuk itu dr.Wahdi mengatakan ke depan minimal ada 10% sarjana administrasi rumah sakit yang bekerja di setiap fasilitas pelayanan kesehatan. Dan sudah sangat tepat lulusan SMA /Kejuruan memilih jurusan ARS karena peluang untuk bekerja sangat luas.
‎
‎
‎“Diharapkan lulusan administrasi rumah sakit menguasai manajemen pelayanan kesehatan, manajemen sumber daya manusia, manajemen keuangan dan akuntansi rumah sakit.  Juga paham tentang hukum dan etika rumah sakit dalam etikamedikolegal,” pesan dr. Wahdi kepada Mahasiswa Ilmu Kesehatan.
‎
‎“Mampu membangun hospital by law yang baik. KOMPETEN dalam manajemen pemasaran rumah sakit yang beretika,  menyiapkan sarana prasarana (ASPAK)  yang mendukung pelayanan rumah sakit dalam peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMPK),” terangya.
‎
‎dr. Wahdi menambahkan, melaksanakan pilar transformasi kesehatan dan mengantisipasi adanya perubahan transisi kesehatan dimana pergeseran masyarakat banyak di daerah perkotaan dan ini akan memunculkan satu masalah transisi kesehatan dengan munculnya penyakit-penyakit non infeksi yang membutuhkan pembiayaan yang besar.
‎
‎“Lulusan sarjana administrasi rumah sakit juga harus dibekali ilmu epidemiologi, statistik, ergonomi kesehatan dan sebagainya. Indonesia emas 2045 memerlukan sumber daya manusia yang unggul dan berjiwa enterpreneur dan beretika yang menguasai teknologi terbarukan,” tuturnya.(Lc-002)
‎
‎
‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.