Kota Metro

PMI Raih Penghargaan dari Kemenkes, dr. Silfia : Kedisiplinan & Kebersamaan Jadi Kunci Keberhasilan

×

PMI Raih Penghargaan dari Kemenkes, dr. Silfia : Kedisiplinan & Kebersamaan Jadi Kunci Keberhasilan

Sebarkan artikel ini
Ketua PMI Kota Metro dr. Silfia Naharani, Sp.KKLP, MM. FOTO: rt/LC

METRO, (LC)–Kota Metro kembali mengukir prestasi di ujung tahun 2025 ini, yakni masuk jajaran 10 besar daerah dengan persentase tertinggi pemenuhan kecukupan darah secara nasional.
‎
‎Atas Prestasi ini, Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (9/12/2025).
‎
‎Menanggapi hal itu, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Metro, dr. Silfia Naharani, Sp.KKLP, M.M. Ia mengatakan, bahwa penghargaan ini merupakan pencapaian bersejarah bagi Kota Metro dan bukan hasil kerja individu semata.
‎
‎Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari kerja kolektif seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam pemenuhan kebutuhan darah.
‎
‎“Alhamdulillah, ini pertama kalinya Kota Metro meraih penghargaan di bidang ke-PMIan. Prestasi ini bukan capaian perorangan, tapi kerja sama semua pihak,” ujar dr. Silfia.


‎
‎Ia menyebut bahwa, unsur paling penting dari seluruh proses ini adalah para relawan pendonor darah. Menurutnya, para pendonor sukarela adalah garda terdepan yang membuat PMI selalu mampu menyediakan darah saat dibutuhkan masyarakat maupun rumah sakit.
‎
‎Ia juga memberikan apresiasi besar kepada Pemerintah Kota Metro, khususnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota, yang dinilai konsisten memberikan dukungan nyata.
‎
‎Program donor darah bagi ASN setelah pemeriksaan kesehatan gratis, menurut Silfia, terbukti meningkatkan minat dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah.
‎
‎“Pemerintah sangat masif mendukung, termasuk lewat ajakan donor darah bagi ASN usai cek kesehatan gratis. Itu sangat membantu meningkatkan jumlah donor,” jelansya.
‎
‎Di internal PMI, Silfia menyoroti peran penting tim UTD, Markas, dan seluruh pengurus PMI Kota Metro yang selama ini bekerja dengan disiplin dan kekompakan tinggi. Kesolidan internal ini menjadi pondasi kuat dalam menjalankan sistem kerja PMI secara konsisten sepanjang tahun.
‎
‎Penghargaan dari Kemenkes RI juga memperlihatkan bahwa PMI Kota Metro dinilai berhasil membangun sistem kerja yang terukur dan berbasis manajemen data.
‎
‎Selama masa kepemimpinan dr. Silfia, PMI Metro menerapkan sistem pendataan donor sukarela yang lebih rapi, penjadwalan donor rutin, serta monitoring stok darah harian yang membantu menentukan langkah cepat jika terjadi penurunan ketersediaan darah. Sistem inilah yang membuat PMI Metro mampu menjaga stabilitas stok darah sepanjang tahun 2025.
‎
‎Efisiensi Unit Transfusi Darah (UTD) juga meningkat berkat penerapan SOP pemeriksaan dan pemrosesan darah. Dari rata-rata 1.622 kantong darah yang masuk setiap bulan, UTD mampu memprosesnya menjadi hampir 2.000 komponen darah, sehingga memperluas kemampuan PMI dalam memenuhi kebutuhan pasien di berbagai fasilitas kesehatan. Koordinasi dengan rumah sakit pun berjalan lebih cepat dan efektif, membuat proses distribusi darah tidak lagi memakan waktu panjang.
‎
‎Data selama 2025 menunjukkan bahwa tingkat donor sukarela di Kota Metro mencapai 95 hingga 98 persen, jauh melampaui standar nasional. Sementara itu, tingkat pemenuhan kebutuhan darah Kota Metro mencapai 98,2 persen, bahkan sempat menyentuh 100 persen pada Oktober dan November. Relawan PMI pun semakin banyak dan tersebar hingga tingkat kelurahan, membuat edukasi donor dan mobilisasi pendonor bisa dilakukan lebih cepat dan terarah.
‎
‎Dengan berbagai capaian tersebut, Kota Metro akhirnya dinilai layak masuk 10 besar nasional. Kemenkes menilai bahwa Kota Metro memiliki persentase pemenuhan kebutuhan darah yang tinggi, stok darah yang stabil, sistem kerja yang akuntabel, serta sinergi kuat antara PMI, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat.
‎
‎Menjelang Musyawarah Kota (Muskot) PMI yang akan digelar Januari mendatang, dr. Silfia menyampaikan harapan agar kepemimpinan berikutnya dapat melanjutkan pondasi yang telah dibangun.
‎
‎“Bulan Januari nanti kita akan gelar Musyawarah Kota. Semoga terpilih ketua yang mampu melanjutkan hal-hal baik, dalam sisi kepemimpinan yang humanis, kebersamaan, dan kolaboratif,” ungkapnya.
‎
‎Ia menutup pernyataannya dengan pesan bahwa, PMI adalah organisasi kemanusiaan yang harus terus dijalankan dengan hati, semangat gotong royong,  komitmen kuat untuk melayani masyarakat,dan bukan untuk kepentingan pribadi golongan ataupun kekuasaan. (LC-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.