METRO, (LC)—Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kota Metro memberikan apresiasi ‘presisi’ kepada Polres Metro dalam rangka pengamanan malam pergantian tahun 2025 ke tahun 2026 yang sangat konstruktif.
Apresiasi ‘presisi’ itu disampaikan Ketua Harian DPC Granat Kota Metro, Naim Emel Prahana usai pegamatan langsung di lapangan, Kamis (1/1/2026) di Sekretariat Granat Metro Jalan Seminung, Yosorejo Metro Timur, Kota Metro.
Menurut Bang Naim panggilan akrab ketua harian Granat, apa yang dilaksanakan pihak Polres Kota Metro patut diacung jempol dan dampaknya sangat positif untuk kondusivitas suasana malam pergantian tahun.
Walaupun kata bang Naim, apa yang dilaksanakan Polres tesebut masih ada masyarakat yang merasa disibukan untuk melintasi beberapa ruas jalan yang ditutup.
Seusai waktu Magrib cuaca di Kota Metro memang turun hujan di beberapa wilayah hingga pukul 24.00 WIB, namun geliat masyarakat, khususnya generasi muda untuk meramaikan malam pergantian tahun tetap tinggi.
Dengan ditutupnya beberapa titik ruas jalan, memungkinkan pusat kota Metro terhindari dari kerumunan massa sebagaimana yang terjadi tahun-tahun sebelumnya.
Dari pengamatan langsung di lapangan, bang Naim bersama timnya Lampungcentral.id melihat titik-titik ruas jalan yang ditutup sangat efektif, kendati membuat pengguna jalan harus memutar menghindari titik ruas jalan yang ditutup.
Misalnya, pertigaan gereja GKL—Jalan Sosro Sudarmo menuju kawasan Taman Kota ditutup, juga di perempatan pojok Mapolres dan kantor Samsat ke arah Shoping Center.
Di Jalan Ahmad Yani penutupan ruas jalan terjadi satu arah di samping kantor PMI dan pertigaan jalan ke RSIA AMC ke arah Taman Kota dialihkan ke jalan depan RSIA AMC terus ke arah Jalan Sogiono. Karena, perempatan SPBU kauman ke Taman Kota dan prapatan berikutnya menuju Lapangan Samber ditutup. Kendaraan dialihkan ke arah Jalan Sugino 15 polos.
Dari 15 polos tersebut kendaraan menuju KTL jalur dua di prapatan Hotel Venatian yang ditutup, kendaraan dialihkan ke arah 15B Timur, untuk menuju ke arah timur di prapatan pasar Kopindo ruas jalanpun pun ditutup dan kendaraan dialihkan menuju Jalan Imam Bonjol tembus dekat jembatan.
Dan beberapa titik ruas jalan lain yang ditutup menurut beberapa petugas akan berlangsung sekitar pukul 01.00 WIB menjadikan pusat kota Metro “memang sepi”. Tidak ada kerumuman remaja dan anak-anak muda yang biasa mangkal di seputaran Taman Kota.
Karena, jalur Jalan AH Nasution—Jalan Jenderal Sudirman biasanya dijadikan arena pacu oleh remaja dan anak-anak muda, yang sebagian besar berasal dari luar Kota.
“Jadi, kita support pelaksanaan pengamanan malam pergantian tahun,” ujar Bang Naim, yang juga sebagai budayawan yang selalu memerhatikan sosial kemasyarakatan.
Bahkan, dengan ditutupnya beberapa titik ruas jalan, pesta kembang api di pusat kota jauh berkurang. Kembang api dalam pengamatan semalam jauh berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kalaupun itu ada, hanya beberapa kembang api dibakar di luar kawasan pusat kota.
“Sungguh sangat kondusif,” support Bang Naim atas pelaksanaan pengamanan malam pergantian tahun 2025 – 2026 di Kota Metro.
Bang Naim yang juga anggota Forum Lalulintas Kota Metro semalam benar-benar memberikan jempol kepada jajaran Polres dengan apa yang dilakukan tanpa menimbulkan hal-hal negatif saat pergantian malam tahun baru.
“Kita butuh inovatif, efekif dan komunikatif dalam mengambil pola tindakan berkaitan dengan masyarakat umum,” ujar bang Naim. (LC-02)









