METRO, (LC) – Proyek Dranaise Penanganan Genangan di Komplek Pemda, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, yang telah menghabiskan anggaran APBD Kota Metro senilai Rp 991 Juta menuai kritik warga sekitar.
Pasalnya, Proyek Dranaise Penanganan Genangan yang dikerjakan CV Mitra Adhi Tama yang baru saja rampung pada Desember 2025 lalu. Justru memunculkan masalah baru, berupa banjir setiap kali hujan turun.
Berdasarkan video yang diterima media Lampungcentral.id, pada Minggu, 15 Februari 2026. Sebuah video unggahan diakun TikTok @deky firdiansah memperlihatkan sejumlah warga sedang mengkritisi genangan air di sekitar Kompleks Pemda.
Dalam video tersebut, Talman Ketua RW 04, Kelurahan Hadimulyo Barat mengatakan bahwa, Proyek yang seharusnya menjadi solusi mengatasi banjir, namun ini berbanding terbalik malah menambah masalah baru.
“Hancur Komplek Pemda, gara-gara proyek baru itu. Jadi bagaimana sekarang masyarakat bersama-sama mengatasi supaya tidak banjir. Karena tujuan Dranaise itu dibuat supaya tidak banjir, tapi ini malah tambah banjir,” cetuss Talman.
“Nah, guna uang proyek Rp 1 Milliar itu untuk apa. Enakin pemborong aja itu, kita warga yang menjadi sengsara dibuatnya,” ujarnya lagi.
Keluhan serupa disampaikan oleh warga lainnya yang mempertanyakan perencanaan proyek tersebut yang seharusnya menjadi solusi mengatasi banjir.
“Jalan Poksai IV, Gang Kedua ini hasilnya tetap banjir,” keluhnya.
Warga mengungkapkan bahwa mereka telah menyampaikan permasalahan ini kepada pihak Dinas PUTR Kota Metro saat Musyawarah Pembangunan (Musrenbang) di Kelurahan Hadimulyo Barat beberapa waktu lalu.
Namun, hingga kini belum ada langkah konkret yang dilakukan untuk mengatasinya.
Untuk diketahui, Hujan Deras disertai angin yang melanda wilayah Kota Metro pada Sabtu 14 Februari 2026 sore. Sejumlah titik lokasi mengalami banjir. (LC-002)
Proyek Rp 1 Milliar Penanganan Genangan di Komplek Pemda Tuai Kritikan Warga









