Beberapa Nama Bidang OPD Berubah
METRO, (LC)—Roling di kalangan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro masih belum berhenti dan diduga belum menemukan calon pejabat yang pas untuk menduduki jabatan struktural dan terus dilakukan pergantian dengan durasi waktu mengambang.
Pada Kamis (9/4/2026) Walikota Metro, H. Bambang Iman Santoso, MPd kembali melakukan roling pejabat eselon III dan IV sebanyak 43 ASN yang diroling. Dari 43 ASN tersebut sebenarnya tidak semua diroling, hanya dikuatkan kembali kedudukannya pada bidang yang semula namun bidang tersebut ditambahkan namanya.
Dan, dari 43 ASN yang dilantik, sebnayak 20 ASN adalah perempuan dan 23 ASN laki-laki. Mungkin hal itu telah menjadi pertimbangan walikota Metro sejak Bambang Iman Santoso menjadi Walikota, kebanyakan OPD, Kabid, Kasi sampai Katim dipercayakan kepada ASN perempuan (wanita).
“Mudah-mudahan pertimbangannya punya dasar yang kuat,” ujar seorang mantan pejabat di Kota Metro yang enggan dituliskan namanya.
Sekretaris Kominfo, Yudha Yuniato, SIP yang sudah melang melintang duduk di lingkaran kehumasan Pemkot Metro, pada 2026 dilantik menjadi sekretaris Dinas Kominfo, per 9 April kembali dilantik sebagai sekretaris pada Dinas Sosial dan Pemberdayaan Kota Metro.
Yudha Yunianto hanya tukar guling dengan Mulia Apriani IM, SSI, MSI, Apt dengan jabatan sebagai sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Metro. Demikian pula Sri Mulyani, ST, MT kini dipercayai sebagai sekretaris pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Metro. Sebelumnya sebagai Kepala Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota Metro.
Karena ada nama-nama Bidang di beberapa OPD ditambahkan, maka para kabidnya dilantik ‘kembali’ karena perubahan nama bidang tersebut.
Roling per 9 April 2026 juga, menyasar jabatan pada bidang-bidang di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan seperti Kepala UPTD (Kepala Sekolah). Bahkan pegawai ASN di lingkungan DPRD, juga jadi target perputaran jabatan di lingkungan Pemkot Metro.
Beberapa guru dan kepala UPTD pun tak luput dari pergeseran menjelang penerimaan murid baru TA 2026/2027. Namun saat sebelum roling per 9 April 2026 ini, masyarakat menyoroti ada penempatan ASN yang tidak tepat berdasarkan pendidikan. Sebagai contoh basis pendidikan non kesehatan ditempatkan di RSUD Ahmad Yani dan Dinas Kesehatan.
Kemudian, basis pendidikan insinyur S-1 dan S-2 ditempatkan di dinas PPPA dan PPKB, kalau masyarakat mempertanyakan hal itu adalah wajar berdasarkan spesialisasi ilmu yang dimiliki oleh seorang ASN. (LC-01)









