YOGYAKARTA, (LC)—Dr. dr. Wahdi, SpOG (K), SH, MH ternyata tidak hanya dikenal dan populer di tengah masyarakat Lampung, akan tetapi di kalangan para tokoh dan petinggi negeri ini (Indonesia), Wahdi dikenal luas karena kemampuan ilmu pengetahuan dan pergaulannya.
Sejak tanggal 9 Mei 2026 sampai hari ini (13/5/2026), Dr. dr. H. Wahdi, SpOG (K), SH, MH sedang berada di tengah lingkaran orang-orang hebat, di antaranya Raja Ngayogyakarta yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono ke XI, Rektor UGM Prof. Ova Emelia dan Ketua HOGSI Prof. Ocvi di Yogyakarta.
Kehadiran Wahdi di acara tersebut menjadi bagian pemateri dalam acara Menuju Indonesia Emas. Dalam kesempatan itu kepada lampungcentral.id Wahdi menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak.
Dan, kata Wahdi dirinya menyampaikan perihal tentang kearifan lokal ulun Lampung ” Fiil Pesinggiri dalam bergotong royong ” melalui JAMA PAI yang artinya Ayo bersama-sama, panjangkan menjadi JAMA PAi: Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu.
JAMA PAI telah menoreh prestasi tingkat Nasional:
- Membawa Kota Metro menjadi juara III dalam Perencanaan Pembangunan Daerah pada tahun 2023 dari 514 kabupaten/kota;
- Nominator 4 (empat) Kepala Daerah dari 514 Kepala Daerah se Indonesia dalam Penerimaan “Penghargaan Satyalencana Praja Bhakti Nugraha” dari Bapak Presiden, yang dipresentasikan di tanggal 19 November 2025 silam.
- Membawa Provinsi Lampung melalui POGI Lampung menjadi Juara I (satu) dalam Lomba PAKIAS (Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak serta Stunting) di Bali, Juli 2025.
Untuk itu, dengan kerendahan hati saya berterima kasih kepada semua yang sudah bergotongroyong untuk hal ini, membawa kota tercinta untuk dikenal dengan inovasinya dan menjadikan tempat belajar kabupaten/kota lainnya.
Di sisi lain, Wahdi mengungkapkan keprihatinannya dengan kondisi yang sedang berlangsung di Kota Metro saat ini.
“Sayang sekali pemerintah Kota Metro yang saat ini TIDAK PERNAH TAHU dan TIDAK MAU TAHU, bagaimana sesungguhnya penghargaan itu dihasilkan dan seyogyanya dihargai dengan melanjutkan hal-hal yang baik tersebut,” ujar Wahdi.
Dikatakannya, nyatanya Pemkot Metro saat ini Miskin Inovasi dan hanya bergulat pada hal-hal yang tidak rasional.
“Sehingga Program Nasional Indonesia Emas dalam pembangunan SDM Kota Metro dalam GEMERLANG (Generasi Emas Metro Cemerlang) dirubah menjadi Generasi Metro Bahagia. Jelas ini ada wanprestasi akibat tidak faham,” tegasnya.
Lebih lanjut diungkapkannya, Metro Bangga Beli untuk menghidupkan UMKM dan ekonomi, entah dibawa kemana?
“Rumah Sakit Hewan yang didirikan sebagai RS Hewan pertama di Lampung pada Februari 2024 tidak jelas khabar arah pengembangannya,” tuturnya prihatin.
Rumah Sakit Pendidikan Utama penyelenggara pendidika kedokteran dan tenaga kesehatan yang menjadi asta cita presiden yang ditetapkan Kemenkes RI pada Juli 2021, yang merupakan hasil jerih payah perjuangan.
“Mall Pelayanan Publik (MPP) yang dibangun tanpa menghabiskan dana besar dengan memanfaatkan Gedung Sesat yang juga menjadi 21 MPP percontohan Nasional, fungsinya berubah,” kata Wahdi mengakhiri keterangannya. (LC-01)









