METRO, (LC)—Meteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA seyogyanya datang ke Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung terjadwal tanggal 16 Mei 2026, ternyata tidak jadi datang.
Ketidakhadiran Menteri Agama (Menag) yang sudah dirancang sedemikian apik untuk kunjungan kerja ke kampus UIN Jusila, tentunya timbul berbagai pertanyaan, mengingat akhir-akhir ini kampus UIN banyak persoalan, baik internal maupun hubungan ke eksternal.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan lampungcentral.id hingga 16 Mei 2026 malam, masih simpangsiur. Bahkan, rektor UIN Jusila Prof. Prof. Dr. Ida Ida Umami, M.Pd., Kons dihubungi via WA sejak dua hari sebelum tanggal 16 Mei 2026, tidak menjawab konfirmasi media ini.
“Sayang sekali,” ujar salah seorang akademisi UIN Jusila kepada lampungcentral.id, Minggu (16/5/2026), seraya mengatakan dirinya tidak tahu persis, sehingga kedatangan Menag RI batal.
Masih dari info yang dikumpulkan, menyebutkan sejak pergantian rektor 2025, rektor yang baru memang lebih irit bicara dengan pers (media), yang disinyalir tidak suka ada media yang memberitakan kegiatanb di kampus UIN Jusila.
Disebutkan juga, di internal UIN Jusila kompetitif untuk menduduki jabatan strategis selalu terjadi antara dua ormas Islam besar di Indonesia, termasuk di kalangan organisasi kemahasiswaan.
Hal itu diungkapkan oleh nara sumber yang tidak mau disebutkan namanya tentang pergulatan organisasi intrakampus yang harus dilihat dari kelompok mana mahasiswa tersebut berasal.
“Jika di luar ormas keagamaan tertentu, maka akan sulit menduduki jabatan, hal itu terjadi pula pada jabatan rektor,” ujar nara sumber media ini.
Kampus yang sering diterpa permasalahan itu, memang kebanyakan akademisinya belum sepenuhnya terbuka dengan pers, dan ini dirasakan oleh lampungcentral.id. (LC-01)









