Kota Metro

Kota Metro Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

×

Kota Metro Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Sebarkan artikel ini
RSU Ahmad Yani Kota Metro tak luput dari abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Foto diambil pukul 00.48 WIB (Minggu, 6/9/20926). FOTO: RT/LC

METRO, (LC)—Erupsi Gunung Anak Krakatan hingga Sabtu berdampak juga sampai di Kota Metro yang jaraknya dua ratus lima puluhan kilo meter. Abu vulkanik tersebut menyebar hingga Sabtu malam Minggu, (5-6/9/2026) sejak pukul 18.00 WIB.

Kendaraan yang berlalu lalang Sabtu malam minggu tak luput kena debu vulkanik di Kota Metro. Dari pantauan lampungcentral.id hingga pukul 00.13 WIB (Minggu, 6/9/2026), banyak pengendara sepeda motor mengatakan debu vulkanik menempel di body kendaraan mereka.

Bahkan, keluarga lampungcentral.id pulang dari acara malam minggu, melihat motor dan helm yang ditutupi debu vulkanik warna hitam.

“Ni, motor baru dicuci, juga helm banyak debunya,” ujar anggota lampungcentral.id pada pukul 23.15 WIB (Sabtu (5/9/2026).

Hal yang sama, diutarakan warga Kecamatan Metro Timur, terutama di daerah Tejosari. Juga, warga yang bermalam minggu seputaran Taman Merdeka Metro, kaget ketika memegang stang motor dan hendak mengenakan helm tangan mereka hitam.

Sementara itu, dari Lampung Selatan—wilayah yang dekat dengan Gunung Anak Krakatau, pihak Pemdakab Lamsel mengimbau masyarakat di wilkayahnya, untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang saat ini berstatus Level III (Siaga).

Himbauan tersebut meminta warga di luar rumah memakai masker untuk menutup hidung, mulut dan  mata, jika terjadi hujan abu vulkanik.

Imbauan tersebut disampaikankan berkeanaan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) terus meningkat sejak Jumat (4/9/2026). Kawasan GAK berada di Selat Sunda itu sejak erupsi  berulang disertai semburan lava fountain (larva pijar) diperkirakan capai ketinggian 100—400  meter dari puncak kawah.

BPBD) Lamsel terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan aktivitas gunung api tersebut, termasuk potensi dampaknya terhadap masyarakat di wilayah pesisir Lampung Selatan.

Informasi dari BPBD Lamsel Sabtu (5/9/2026) menyebutkan aktivitas erupsi GAK masih berlangsung. Data Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin mencatat kolom abu vulkanik mencapai ketinggian sekitar Flight Level (FL) 480 atau setara ±14,6 kilometer di atas permukaan laut, dengan arah sebaran abu bergerak ke barat mengikuti pola angin di lapisan atmosfer atas.

Kepala Pelaksana BPBD Lamsel, Maturidi mengatakan, sampai sekarang aktivitas vulkanik GAK belum dampaknya bagi kegiatan masyarakat di wilayahnya belum begitu dirasakan.

“Walaupun GAK relatif aman, terkadang masih melakukan erupsi, belum terlihat pengaruhnya terhadap warga masyarakat untuk beraktivitas di luar rumah,” jelasnya.

Kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, terutama kewaspadaan yang masuk perioritas pengawasan daerah. Langkah yang dijalakan adalah terus melakukan koordinasi intensif dengan kecamatan, desa, serta petugas vulkanologi yang bertugas di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargo Pancuran.

Kkhususnya para nelayan dan wisatawan, agar tidak mendekati kawasan GAK dalam radius 3 KM dari kawah aktif sesuai rekomendasi otoritas vulkanologi.

Apabila terjadi kondisi darurat atau membutuhkan penanganan kebencanaan, masyarakat dapat menghubungi Call Center BPBD Lamsel pada nomor 0823-5892-4600. (berbagai sumber/LC-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.