NasionalTokoh & Profil

Mengenal Lebih Dekat Tokoh Kharismatik KH. Uci Turtusi

×

Mengenal Lebih Dekat Tokoh Kharismatik KH. Uci Turtusi

Sebarkan artikel ini
KH. Uci Turtusi (Abuya Uci / Abah Uci) adalah seorang ulama kharismatik dan pendakwah berpengaruh asal Banten yang memimpin Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah, Cilongok, Pasar Kemis, Tangerang. FOTO: Ist/LC

KH UCI TURTUSI (Abuya Uci / Abah Uci) adalah seorang ulama kharismatik dan pendakwah berpengaruh asal Banten yang memimpin Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah, Cilongok, Pasar Kemis, Tangerang. Beliau lahir sekitar tahun 1964 dan wafat pada 6 April 2021

Abuya, KH. Uci Turtusi lebih dikenal sebagai Abah Uci (bahasa Arab: اوسي تورتوسي)  adalah seorang ulama dan pendakwah Muslim Indonesia yang berpengaruh dari Banten. Abuya Uci Turtusi adalah pimpinan Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah Cilongok yang menggantikan ayahnya, Abuya KH Ahmad Dimyathi bin KH Romli, yang meninggal pada awal 2001.[3] Pesantren ini didirikan pada tahun 1957 oleh Abuya Dimyati, seorang ulama berpengaruh di Kabupaten Tangerang.

Abuya Uci Turtusi dikenal sebagai ulama yang dekat dengan mantan Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ia sering menyebut nama Gus Dur dalam setiap ceramah agamanya ketika membahas hakikat Islam dan kerap menceritakan beberapa keistimewaannya sebagai seorang Ulama Muslim yang menjadi presiden. Selain itu, Abuya Uci Turtusi juga dikenal dekat dengan ulama muslim Indonesia berpengaruh lainnya seperti Habib Muhammad Luthfi bin Yahya.

Abuya Uci Turtusi adalah guru spiritual untuk Gubernur Banten yang sedang menjabat, Wahidin Halim. Ia termasuk salah satu tokoh yang mendukung Wahidin Halim dan Andika Hazrumy menjadi gubernur dan wakil gubernur Banten periode 2017-2022 pada Pemilihan umum Gubernur Banten 2017.

Abuya KH. Uci Turtusi اوچي تورتوسي gelar Abuya lahir pada tangga 12 Oktober 1964 di Kabupaten Tangerang, Banten, Indonesia. Meninggal 6 April 2021 (umur 56) di Kabupaten Tangerang, Banten, Indonesia. Sekarang dikenal dengan makam Abuya Uci Turtusi  KH Uci Turtusi mempunyai isteri bernama Hj. Lala Sulwiyah. Pasangan Abuya dengan Hj Lala Sulwiyah dikarunia putra dan putri (anak) sebagai berikut:1. Hj Tatu, 2. Hj Anis, 3. H Iwan, 4. Hj Wida, 5. H Jami, 6. Hj Ila, 7. Hj Jipah, dan 8. H Farhan.

Orang tua Abuya KH. Uci Turtusi  bernam Abuya Ahmad Dimyathi (ayah) dan ibunya bernama Hj Nihayah (ibu).

Abuya KH. Uci Turtusi adalah alumni Pondok Pesantren Roudotul Ulum Cidahu, Pondok Pesantren Darul Ibtida Caringin, Pondok Pesantren Darul Hikam Cibeureum (dan Lainnya). Abuya KH. Uci Turtusi terkenal karena memimpin Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah.

Dalam kehidupan sehari-hari beliau populer juga dengan nama akrab di tengah masyarakat sebagai Abah Uci Pasar Kemis atau Abah Uci Banten. Abuya KH. Uci Turtusi memiliki hubungan (adik) bernama Abuya KH. Tohawi Romli dan Abuya KH. Iim Imadudin (adik)

Kehidupan religius

Tokoh masyarakat Banten ini dikenal sangar religius berdenominasi sunni. Guru beliau adalah Abuya Dimyathi Cidahu, KH Yusuf bin Said Caringin, KH Aang Syadzili Cibeureum dan beberapa guru beliau yang lain.

Abuya, KH. Uci Turtusi lebih dikenal sebagai Abah Uci (bahasa Arab: اوسي تورتوسي) adalah seorang ulama dan pendakwah Muslim Indonesia yang berpengaruh dari Banten. FOTO: Ist/LC

Siapa beliau

Nama lengkap KH. Uci Turtusi, akrab disapa Abah Uci / Abuya Uci. Lahir 1964 di Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah, Kampung Cilongok, Desa Sukamantri, Pasar Kemis, Tangerang, Banten. Beliau putra dari Abuya KH Ahmad Dimyathi bin KH Romli, penerus kepemimpinan Pesantren Al-Istiqlaliyah setelah ayahnya wafat awal 2001. Pesantren ini didirikan tahun 1957 dan jadi salah satu pesantren salaf terbesar di Banten.

Abah Uci dikenal dengan pengajian akbar tiap hari Minggu subuh yang dihadiri ribuan jemaah dari Tangerang, Bogor, Bekasi, Jakarta bahkan luar negeri seperti Mesir, Yaman, Arab, India, Irak, Maroko. Beliau juga dikenal sangat dekat dengan Gus Dur dan Habib Luthfi bin Yahya, sering menyebut nama Gus Dur di ceramahnya.

Wafat pada Selasa 6 April 2021 jam 05.00 WIB dan dimakamkan di komplek pesantren Cilongok.

Tausiyah beliau yang sangat terkenal tentang “4 perkara yang dikurangi bisa mengangkat derajat jadi wali”. Dari yang beliau sampaikan pakai bahasa Sunda bercampur Indonesia

  1. Kurangan pergaulan selain daripada Ahli Allah – jangan terlalu banyak bergaul dengan yang bukan ahli Allah. Ahli Allah itu seperti Habib Luthfi, Habib Ja’far, Habib Umar. Karena pergaulan selain mereka, termasuk HP, jaringan-jaringan, hanya membuat kedangkalan batin. Kalau bergaul dengan ahli Allah, pemikirannya Ilahi, pencerahannya Ilahi, pasti tenteram.
  2. Kurangan omongan selain daripada baca Quran, sholawat, dzikir, baca kitab, hadis – Beliau bilang kuat seminggu saja tanpa omongan tidak penting, bisa diangkat jadi sholihin, diangkat jadi wali.

Di awal beliau juga Sqmpaikan  kurangan 4 perkara di diri kita, ruh kita bisa sinaran keluar mengenal Allah Subhanahu wa ta’ala.

Dugaan silsilahnya

  1. Sayyidina Muhammad shalallahu alaihi wassalam
  2. Sayyidina Ali ibn Abi Thalib + sayyidatuna Fathimah Az-Zahra bintu
  3. Sayyidina Hasan Al Mujtaba ibn
  4. Sayyidina Hasan Al mutsana ibn
  5. Sayyid Abdullah Al Mahdi ibn
  6. Sayyid Musa Al jun ibn
  7. Sayyid Abdullah At Tsani ibn
  8. Sayyid Musa at Tsani ibn
  9. Sayyid Daud Amir Makkah ibn

10 Sayyid Muhammad ibn

  1. Sayyid Yahya Az Zahid ibn
  2. Sayyid Abdullah ibn
  3. Sayyid abu Sholeh Musa Janki Dausat ibn
  4. Syaikh Abdul Qadir Al Jailani ibn
  5. Sayyid Sholeh ibn Sayyidi
  6. Sayyid Ahmad ibn
  7. Sayyid Abdul Aziz ibn
  8. Sayyid Abdul Razaq ibn
  9. Sayyid Abdul Jabbar ibn
  10. Sayyid Syuaib ibn
  11. Sayyid Abdul Qodir ibn
  12. Sayyid Junaid ibn
  13. Sayyid Isa Ibrahim ibn
  14. Sayyid Ahmad ibn
  15. Sayyidi Syaikh Dzatul Kahfi ibn
  16. Sayyid Abdurrahman ibn
  17. Sayyid Maulana Maghribi ibn
  18. Sayyid Sholeh ibn
  19. Sayyid Ja’far Shodiq ibn
  20. Raden. Aria Wiraraja I bin
  21. Raden Arya wangsakara ibn
  22. Raden ciliwulung ibn
  23. Ki Aria Yudanegara Ibn
  24. Ki Tumenggung KamilIbn
  25. Ki Kabal Ibn
  26. Ki Saif Suradipabin
  27. Ki Cimang Ibn
  28. Ki Khaerun Ibn
  29. Ki Romli Ibn
  30. KH. Ahmad Dimyati Ibn
  31. KH. Uci Turtusi Ibn

(Ismail Saleh/Naim Emel Prahana/LC-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.