Kota MetroPendidikan

‎Dosen UIN Jurai Siwo Lampung Tekankan Literasi Digital untuk Promosi Kesehatan Islami

×

‎Dosen UIN Jurai Siwo Lampung Tekankan Literasi Digital untuk Promosi Kesehatan Islami

Sebarkan artikel ini
Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung mengajak generasi muda memanfaatkan media digital sebagai sarana menyebarkan edukasi kesehatan yang kreatif, informatif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. FOTO: LC

‎‎‎METRO, (LC) – Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung mengajak generasi muda memanfaatkan media digital sebagai sarana menyebarkan edukasi kesehatan yang kreatif, informatif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
‎
‎Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Sharing Session bertajuk “Mengelola Media Digital untuk Promosi Kesehatan Islami” yang digelar di Payungi, Kota Metro, Rabu (21/10/2026).
‎
‎Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Qois Azizah Bin Haz, M.Ag., Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT); Agam Anantama, M.I.Kom., dosen Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD); serta Efa Septiana, M.Kes.
‎
‎Ketiganya membahas pemanfaatan media digital untuk menyampaikan pesan kesehatan, memperkuat literasi media, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental.
‎
‎Puluhan peserta dari berbagai kalangan di Kota Metro mengikuti kegiatan tersebut. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas peluang media sosial sebagai ruang edukasi, dakwah, dan penyebaran informasi kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
‎
‎Generasi Muda Didorong Aktif Berdakwah di Ruang Digital
‎
‎Qois Azizah Bin Haz menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menghadirkan konten digital yang memadukan pesan kesehatan dengan nilai-nilai keislaman.
‎
‎Menurutnya, media digital membuka peluang luas untuk menyampaikan ajaran Islam yang berkaitan dengan kebersihan, pemeliharaan kesehatan, keseimbangan hidup, serta kepedulian terhadap sesama.
‎
‎Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu berperan sebagai kreator yang menghasilkan konten positif dan memberikan manfaat nyata.
‎
‎Pesan kesehatan dapat dikemas melalui berbagai format, seperti video pendek, infografis, podcast, hingga cerita inspiratif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
‎
‎Dengan pendekatan tersebut, dakwah kesehatan diharapkan lebih mudah diterima masyarakat, khususnya kalangan anak muda.
‎
‎Konten Kreatif Harus Tetap Akurat dan Bertanggung Jawab
‎
‎Sementara itu, Agam Anantama menjelaskan pentingnya strategi komunikasi dalam mengelola konten digital agar pesan yang disampaikan mampu menarik perhatian sekaligus memberikan pemahaman kepada audiens.
‎
‎Menurutnya, tantangan promosi kesehatan dan dakwah di era digital adalah bagaimana menyampaikan informasi secara menarik tanpa terkesan menggurui.
‎
‎Konten edukasi dapat dikemas melalui cerita keseharian, pendekatan kreatif, maupun hiburan yang tetap mengandung pesan positif dan sesuai dengan karakteristik audiens.
‎
‎Ia juga mengingatkan bahwa popularitas dan jumlah penayangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah konten. Ketepatan informasi, kejelasan pesan, serta dampaknya bagi masyarakat harus menjadi perhatian utama.
‎
‎Dalam konteks promosi kesehatan, kreator dapat mengangkat berbagai tema, mulai dari pola hidup bersih dan sehat, aktivitas fisik, pengelolaan stres, kesehatan keluarga, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
‎
‎Informasi mengenai penyakit, pengobatan, dan kesehatan psikologis juga harus bersumber dari referensi tepercaya serta tidak mengandung klaim berlebihan.
‎
‎Dengan demikian, media digital dapat berfungsi sebagai sarana edukasi yang membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar, bukan justru memperluas penyebaran misinformasi.
‎
‎Literasi Digital Penting untuk Kesehatan Fisik dan Mental
‎
‎Narasumber lainnya, Efa Septiana, menyoroti pentingnya literasi digital dalam menjaga kesehatan fisik dan mental di tengah derasnya arus informasi.
‎
‎Ia menjelaskan bahwa media digital memiliki manfaat dalam membantu masyarakat mengakses informasi kesehatan, menemukan komunitas pendukung, serta membangun kebiasaan hidup sehat.
‎
‎Namun, penggunaan media digital yang tidak bijak juga berpotensi menimbulkan persoalan, seperti paparan informasi keliru, kecemasan akibat perbandingan sosial, hingga penggunaan perangkat secara berlebihan.
‎
‎Karena itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi, memeriksa kredibilitas sumber, dan membedakan edukasi kesehatan berbasis bukti dari klaim yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
‎
‎Informasi yang viral belum tentu benar. Oleh sebab itu, kehati-hatian diperlukan sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi kesehatan di media sosial.
‎
‎Efa juga menekankan bahwa konten kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan mental, harus disampaikan secara empatik dan tidak menimbulkan stigma. Edukasi digital tetap perlu menempatkan konsultasi dengan tenaga profesional sebagai pilihan penting ketika seseorang membutuhkan bantuan.
‎
‎Sharing Session Berlangsung Interaktif
‎
‎Kegiatan tersebut berlangsung melalui diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Berbagai hal dibahas, mulai dari cara memeriksa kebenaran informasi, menyusun konten kesehatan yang menarik, hingga memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan positif.
‎
‎Diskusi ini menegaskan bahwa pengelolaan media digital tidak sekadar berkaitan dengan keterampilan teknis dalam memproduksi konten. Kreator juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi yang disampaikan akurat, mudah dipahami, tidak menyesatkan, dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan.
‎
‎Pemilihan Payungi sebagai lokasi kegiatan turut menghadirkan ruang diskusi yang dekat dengan kehidupan komunitas dan kreativitas lokal. Tempat tersebut menjadi ruang berbagi gagasan sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam memanfaatkan media digital untuk kepentingan masyarakat.
‎
‎Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, dosen UIN Jurai Siwo Lampung berharap generasi muda semakin aktif membangun ruang digital yang sehat, edukatif, dan produktif.
‎
‎Perpaduan antara nilai-nilai keislaman, pengetahuan kesehatan, dan strategi komunikasi kreatif diharapkan mampu memperluas penyebaran informasi yang bermanfaat serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.
‎
‎Pada akhirnya, media digital tidak hanya menjadi sarana memperluas jangkauan informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membangun kepedulian, memperkuat kepercayaan, dan mendorong perubahan perilaku positif di tengah masyarakat. (LC-002)
‎
‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.