Hukum & KriminalKota Metro

Lapas Metro Bantah Dugaan Setoran ke Oknum Petugas Hingga Aksi Tipu Segitiga & Peredaran Narkotika

×

Lapas Metro Bantah Dugaan Setoran ke Oknum Petugas Hingga Aksi Tipu Segitiga & Peredaran Narkotika

Sebarkan artikel ini
Pihak Lapas Kelas IIA Kota Metro menempis isu soal setoran dan upeti para narapidana. FOTO: RT/LC

METRO, (LC)—Beredar isu dugaan setoran upeti Narapidana terhadap oknum petugas di lingkup Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Metro. ‎Isu dugaan setoran itu mencuat, setelah beredarnya adanya pengakuan para penghuni warga binaan Lapas Kelas II A Metro dari salah satu media.
‎‎Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dugaan setoran itu terjadi karena adanya berbagai aksi penipuan yang kerap dilakukan para narapidana dilingkup Lapas Kelas II A Metro.

‎Mereka para narapidana melakukan aksi modus penipuan segitiga atau Lodes itu dibekingi oknum petugas Lapas dengan menyetor uang senilai Rp 5 – 10 Juta Per / minggu dengan dalih uang keamanan.

‎Bahkan, oknum petugas Lapas diduga melancarkan aksi memasok peredaran Narkotika dilingkup dalam Lapas.

‎Selain itu, mereka para narapidana bebas menggunakan alat komunikasi handphone dalam menjalankan aksinya penipuan didalam lingkup Lapas. Setiap blok yang berada dilingkup Lapas para Narapidana memiliki peran yang berbeda-beda.

‎Sementara itu, Kabar miring ini pun dibantah Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Metro, Amaminur.

‎Menurutnya, terkait beredar isunya tentang Lapas Metro, Amaminur menyampaikan informasi tersebut hoax.

‎“Nggak ada, tidak benar itu. Memang tidak ada,” ujar Aminur kepada media Lampungcentral.id pada Rabu, 24 Juni 2026.

‎Namun, pihaknya mengakui nama-nama narapidana yang dicatut dalam isu tersebut memang benar.

‎“Ya, benar ada narapidana. Ada nama- nama yang disebutkan ada didalam berita tersebut. Kemudian ada juga nama pegawai yang disebutkan,” jelasnya.

‎“Pengelolaan kamar, pemindahan narapidana, hingga pengamanan lingkungan diatur sangat ketat mengacu pada Standar Operasional Prosedur Ditjen Pemasyarakatan. Tidak ada ruang sama sekali bagi pengaturan sepihak maupun transaksi yang tidak sah,” sambung Aminur.

‎Lebih lanjut, Amaminur membantah adanya setoran uang perminggu dari para narapidana.
‎‎“Nggak ada itu mas,” dalih Aminur.

‎Selain itu, pihaknya juga menyangkal tuduhan adanya pemasok Narkotika dari luar ke dalam lingkup lapas .

‎“Enggak ada, karena kita tetap ya, kita periksa dan geledah baik dari pengunjung ataupun keluar masuk tahanan titipan dari aparat atau yang dari pulang sidang. Kita lakukan penggeledahan,” ungkapnya.

‎Ia berharap, kepada media dapat mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional dan berimbang demi menjaga kepercayaan publik serta menciptakan informasi yang akurat.
‎‎“Harapan saya kepada khususnya teman teman media melakukan konfirmasi dulu berita berita. Jangan asal menulis, asal sebut diberitakan itu. Pokoknya kebenaran itu, komunikasi kuncinya. Jangan sepihak,” pintanya.

‎Selain itu, pihaknya akan menindaklanjuti apabila ada oknum Narapidana ataupun oknum petugas lapas sipir yang terlibat dalam melakukan pelanggaran hukum di lingkup Lapas Kelas II A Metro.

‎“Jika benar informasi tersebut. Akan kita laporkan kepada pihak yang berwenang yakni aparat penegak hukum,” tutur Aminur. (LC-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.