Lampungcentral.id METRO – Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Metro kembali mengumpulkan ratusan guru SMA Negeri dan Swasta di Kota setempat, Selasa (15/8/2023). Hal itu merupakan tindak lanjut dari sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).
Kali ini, para guru diberikan pembekalan melalui workshop Penguatan IKM Guru SMA Kota Metro Tahun Pelajaran 2023/2024. Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung selama dua hari sejak 15 Agustus hingga 16 Agustus di SMA Yos Sudarso Metro.
Kemudian di hari ketiga para peserta sebanyak 175 guru dari 21 SMA negeri dan swasta di Kota Metro itu akan diminta membuat media pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka.
Selaku tuan rumah, kepala SMA Yos Sudarso Metro Albertus Joni SCJ menyambut baik gelaran workshop IKM. Pihaknya sebagai sekolah dengan capaian Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Mandiri Berbagi juga bersedia memberikan metode pembelajaran yang selama ini digunakan.
“Jadi untuk besok, kita sebagai sekolah yang sudah menerapkan IKM Mandiri Berbagi pastinya akan mendemonstrasikan kepada para peserta bagaimana berjalannya pembelajaran di sekolah kita, agar tema yang diambil SMA maju bersama di Kota Metro dapat terealisasi dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Ali Kurniawan, selaku ketua penyelenggara mengatakan kegiatan workshop yang mengangkat tema “SMA Maju Bersama Hebat Semua” bertujuan untuk memantapkan realisasi Kurikulum Merdeka pada setiap SMA di Kota Metro.
Menurutnya 80 persen SMA di Kota Metro telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, di mana mayoritas mencapai tahapan IKM Mandiri Berubah.
“Di mana Kota Metro rata-rata sudah melaksanakan tahap yang kedua Mandiri Berubah, jadi ada Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri Berbagi, ini rata-rata mereka sudah Mandiri Berubah,” jelasnya.
Di sisi lain, ketua MKKS SMA Metro Ibnu Budi Cahya menargetkan di Tahun Pelajaran 2023/2024 seluruh SMA di Kota Metro dapat menerapkan Kurikulum Belajar.
“Untuk tahun ini kita hampir 80 persen sekolah sudah mulai mencoba melaksanakan Kurikulum Merdeka, pada saatnya mereka semuanya bisa,” ucapnya.
Sementara itu, Indarti selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) wilayah V Provinsi Lampung menyebut pihaknya masih menemukan SMA yang belum menggunakan Kurikulum Merdeka.
“Ada banyak yang sudah menjalankan, tapi masih ada yang belum siap, dan harus siap di tahun 2024,” ungkapnya.
Adapun kendala SMA yang dimaksud, menurut Indarti, lantaran keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini banyaknya guru yang menguasai Kurikulum Merdeka.
“Kendalanya macam-macam, ada yang SDM gurunya sedikit, ada yang muridnya sangat sedikit, jadi ya belum siap,” tuturnya.
Indarti berharap kegiatan workshop Implementasi Kurikulum Merdeka di Kota Metro dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para guru. Sehingga Kurikulum Merdeka pada tahun depan dapat diterapkan oleh seluruh SMA di Kota Metro baik itu negeri maupun swasta.
Selanjutnya untuk narasumber workshop akan disampaikan oleh Pengawas Pendidikan Provinsi Lampung Yusuf. Selain itu turut mendatangkan seorang psikolog yakni, Irma Gustiana Andriani. (LC)









