Kota Metro

Pemkot Minta Camat dan Lurah Maksimalkan Sosialisasi Call Center 112

×

Pemkot Minta Camat dan Lurah Maksimalkan Sosialisasi Call Center 112

Sebarkan artikel ini

Lampungcentral.id METRO – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota setempat meminta satuan kerja setingkat Kecamatan hingga Kelurahan dapat memaksimalkan sosialisasi program call center 112 ke masyarakat Bumi Sai Wawai.

 

Kepala Diskominfo Kota Metro, Subehi menyebutkan bahwa pihaknya memerlukan bantuan dalam hal pendistribusian informasi dan manfaat dari program call center 112 terintegrasi yang dimiliki Pemkot Metro.

 

“Tinggal sekarang ini kita minta bantuan ke pihak kecamatan dan kelurahan, Pak Lurah dan pak camat untuk membantu sosialisasikan program call center itu. Bahwa kita sudah punya pelayanan call center yang sudah bisa dimanfaatkan untuk membantu dalam hal-hal yang sifatnya emergency,” kata Subehi saat diwawancarai awak media, Selasa (15/8/2023).

 

Subehi menjelaskan, program Call Center 112 terintegrasi telah siap melayani masyarakat selama 24 jam nonstop. Terdapat banyak petugas dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang siap diterjunkan bila terjadi peristiwa kegawatdaruratan di Metro.

 

“Untuk sementara poskonya gabung dengan PSC yang ada di dinas kesehatan, jadi bisa di cek karena mereka piket 24 jam dengan dibagi 3 shift,” ujarnya.

 

“Kemudian petugas-petugasnya itu gabungan dari berbagai OPD. Ada dari BPBD, ada dari satpol PP, ada dari Dinas Perhubungan, dan lain sebagainya. Jadi kawan-kawan itu bergantian untuk tiket di call center itu,” imbuhnya.

 

Subehi menerangkan bahwa layanan call center tersebut tidak dipungut biaya alias gratis. Penggunaan layanan tersebut hanya dapat diakses di wilayah Kota Metro.

 

“Alhamdulillah sudah berjalan maksimal dan kawan-kawan bisa cek di nomor panggilan 112 itu kan tidak berbayar. Tapi panggilan 112 itu memakai zonasi, dan hanya bisa dilakukan di Metro saja jika di luar Metro tidak bisa,” terangnya.

 

Kepala Diskominfo Kota Metro tersebut juga mencontohkan sejumlah layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat mulai dari penanganan kebakaran hingga penyelamatan.

 

“Yang jelas layanan utamanya itu adalah kegawatdaruratan ya, yang sifatnya emergency. Seperti contohnya kebakaran, kecelakaan, yang butuh penanganan ke rumah sakit, kemudian penanganan bencana semua di call center itu yang kita utamakan berkaitan dengan emergency,” bebernya.

 

Untuk itu, informasi atas program tersebut dinilai perlu disebarluaskan dan terus disosialisasikan hingga tingkat Kelurahan SE Kota Metro.

 

“Jadi kita sudah menyampaikan melalui kecamatan dan kelurahan terkait dengan program call center 112 ini. Juga meminta kelurahan kecamatan untuk membantu sosialisasi, kita juga sudah membuat alat-alat peraga seperti baliho dan flyer itu sudah kita sebar luaskan saat pertama launching,” tandasnya.

 

Sebelumnya, Pemkot Metro telah melaunching layanan Call Center Metro Ceria 112 di Stadion Tejosari, Metro Timur pada Jum’at (9/6/2023) lalu. Layanan tersebut dihadirkan guna memaksimalkan penanganan kegawatdaruratan yang terjadi di Bumi Sai Wawai.

 

Walikota Metro, Wahdi menjelaskan bahwa layanan Call Center Metro Ceria 112 tersebut merupakan layanan pengaduan kegawatdaruratan terintegrasi dalam menangani bencana kebakaran, kecelakan, kerusuhan, gangguan keamanan, kesehatan atau medis dan bencana alam.

 

“Melalui Layanan Call Centre Metro Ceria 112 ini, diharapkan akan semakin mempercepat penanganan terhadap kejadian yang bersifat darurat yang dialami oleh masyarakat,” tutupnya. (LC)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.