Lampungcentral .id METRO – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menerima kuota Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sebanyak 260 formasi. Kuota yang diterima tersebut mengalami pengurangan dari total formasi yang telah diusulkan.
Dari data catatan media, sebelumnya BKPSDM Kota Metro mengusulkan kuota P3K sebanyak 332 formasi. Ratusan formasi yang diusulkan tersebut terdiri atas tenaga pendidikan sebanyak 133 formasi, tenaga kesehatan 80 formasi di dan tenaga teknis sebanyak 119 formasi.
Berdasarkan usulan tersebut, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Republik Indonesia hanya memberikan jatah kuota kepada Pemkot Metro sebanyak 260 formasi. Artinya, berkurang sebanyak 72 formasi dari total formasi yang diusulan BKPSDM Kota Metro.
Kepala BKPSDM Kota Metro, Welly Adiwantra melalui Sekertaris Alek Destrio mengungkapkan bahwa kuota yang diterima Pemkot Metro hanya 260 formasi. Pengurangan 72 formasi tersebut terjadi pada tenaga teknis yang hanya disetujui 47 dari total 119 formasi yang diusulkan.
“Jadi kalau BKPSDM kan baru menerima formulasi dari Menpan, yang pada waktu itu diwakili oleh Kepala BKPSDM di Jakarta kita sudah menerima. Usulan kemarin tidak di-acc semua juga, dari total 322 formasi hanya 260 yang di acc,” kata dia saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (15/8/2023).
Alek menerangkan bahwa formasi yang mengalami pengurangan hanya pada rekrutmen tenaga teknis, sementara untuk pendidikan dan kesehatan masih tetap.
“Kalau untuk formasi pendidikan dan kesehatan itu tidak ada perubahan. Yang ada perubahan hanya di formasi teknis yang mengalami penurunan,” ungkapnya.
“Formasi teknis itu sebelumnya 119 formasi sekarang menjadi 47 saja. Jadi berkunjung 72 formasi yang teknis,” imbuhnya.
Ia menyampaikan bahwa kini BKPSDM Kota Metro tengah melakukan persiapan rekrutmen P3K tenaga teknis. Pihaknya bakal berkoordinasi intens dengan BKN sebelum rekrutmen dibuka.
“Saat ini kita sedang tahap persiapan, untuk mekanismenya seperti apa, kan nanti akan dikoordinasikan lagi dengan BKN,” ujarnya.
Tak hanya itu, rekrutmen P3K tenaga teknis tersebut bakal digelar mandiri. Sementara untuk formasi tenaga pendidikan dan kedua telah dilakukan terlebih dahulu.
“Untuk prosesnya kan kita melaksanakan mandiri khusus untuk yang teknis, kalau yang pendidikan dan kesehatan sudah berdasarkan Yang kemarin masuk passing grade. Jadi begitu mereka kalau lolos kan sudah keluar nominasinya dari sana. Untuk pelaksanaannya tinggal yang teknis,” tandasnya.
Sebelumnya, BKPSDM Kota Metro telah mengusulkan penambahan P3K sebanyak 332 formasi. Ratusan formasi yang telah diusulkan itu terbagi atas tiga bidang, yaitu bidang pendidikan dengan formasi guru, bidang kesehatan dengan tenaga kesehatan dan bidang teknis dengan tenaga teknis.
Kebutuhan terbanyak di Kota Metro ialah ada pada guru tingkat Sekolah Dasar (SD). Formasi guru tersebut bakal ditempatkan pada seluruh SD yang ada di Kota Metro.
“Itu akan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di kota Metro, kalau guru di sekolah dan mayoritas memang untuk jenjang SD. Kemudian kesehatan ditempatkan di pelayanan kesehatan, dan jenjang teknis sesuai dengan kebutuhan. Yang paling banyak menyerap P3K itu di sekolah yaitu formasi terbanyak guru,” terang Alek beberapa waktu lalu.
Sementara itu, dilansir dari laman kemenkeu.go.id, ternyata Kementerian Keuangan sudah membagi kuota CPNS dan PPPK untuk setiap kabupaten dan Kota di Provinsi Lampung.
Pemprov Lampung mendapat jatah kuota P3K sebanyak 7.836 formasi dengan anggaran dari DAU yang tertera sebesar Rp109,27 Miliar. Sementara Kota Metro mendapatkan jatah kuota P3K sebanyak 450 formasi.
Diketahui, KemenPAN-RB memastikan akan membuka seleksi CPNS dan P3K tahun anggaran 2023. Jadwal pendaftaran CPNS dan P3K tersebut rencananya akan dibuka mulai bulan September mendatang.
Di Lampung, data yang dilampirkan barulah kuota P3K, sementara CPNS belum ada. Dalam aturan tersebut, dijelaskan rincian P3K tahun 2022 dan tahun 2023 telah diperhitungkan dalam bagian DAU penggajian Formasi P3K. (LC)









