Kota MetroPendidikan

Ukir Prestasi Internasional, Dua Siswa SMP Negeri 4 Metro Raih Medali Emas di GYIIF 2025

×

Ukir Prestasi Internasional, Dua Siswa SMP Negeri 4 Metro Raih Medali Emas di GYIIF 2025

Sebarkan artikel ini
Dua Siswa Meraih Medali Emas di ajang GYIIF 2025. (Foto/Mat)

METRO, (LC)— SMP Negeri 4 Metro kembali mengukir prestasi gemilang ditingkat Internasional. Kali ini, dua siswa berhasil meraih medali emas dalam ajang Internasional Global Youth Invension And Innovation Fair (GYIIF) 2025.

Menurut Sunanto, S. P.d.,M.Pd. Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Metro mengatakan bahwa, pihaknya sangat mengapresiasi keberhasilan para siswanya dan menjadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus mengembangkan budaya riset di lingkungan sekolahnya.

Ia menjelaskan, capaian prestasi siswa pada ajang Internasional Global Youth Invension And Innovation Fair (GYIIF) tahun 2025 yang diselenggarakan oleh IYSA (Indonesia Young Scientiest Association di Institut Pertanian Bogor (IPB) sangat luar biasa.

“Kami sangat bangga dua siswa berhasil meraih juara Internasional pada ajang Youth Invension And Innovation Fair (GYIIF) di bulan Januari tahun 2025. Jadi sekitar 14 negara yang mengikuti ajang tersebut,” ujar Sunanto kepada media Lampungcentral.id, pada Selasa, (15/04/2025).

Sunanto mengungkapkan bahwa, capaian dua siswa yang mengikuti ajang internasional itu membuat karya ilmiah penelitian dan mempresentasikan hasil riset dengan menggunakan bahasa asing saat mengikuti lomba.

“Jadi, Dua siswa didik kami ini yang bernama Azura Faiha & Ken Salma Rachel. Mereka meneliti tentang bagaimana cara membuat tinta untuk ditulis di papan tulis dengan penemuan kulit jagung. Karya penelitian itu dilaksanakan di IPB yang diikuti 14 Negara dengan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Korea,” ungkapnya.

“Alhamdulillah, dua siswa kita meraih medali emas. Untuk hasil penelitian sudah diakui oleh lembaga penelitian Indonesia,” tambahnya.

Bahkan, dua siswa didik juga dijamin mendaftar perguruan tinggi tanpa harus mengikuti tes.

“Dua siswa kami juga sampai di tingkat perguruan tinggi sudah dijamin tanpa tes. Kemudian, ketika hasil penemuan penelitian mereka nantinya akan diperjualbelikan mereka mendapatkan royalti sekitar 25 %,” jelasnya.

Sunanto menambahkan, dirinya terus memberikan motivasi dan menjaring dalam meningkatkan prestasinya di bidang akademik maupun non akademik.

“Kita melakukan perekrutan siswa di awal tahun. Siswa kita rekrut sesuai dengan bakat yang mereka minati, misalnya dibidang Pembelajaran, Olahraga dan Inovasi. Kemudian, kita dari pihak sekolah melakukan pembinaan terhadap siswa,” tuturnya. (LC-02)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.