METRO, (LC)—Menurut Fraksi Gerakan Nasdem Raya (GNR) DPRD Kota Metro beberapa catatan, temuan atau rekomendasi berdasakan LHP BPK RI dalam laporan keuangan pemerintah daerah Kota Metro tersebut, kiranya dapat segera ditindaklanjuti oleh walikota beserta seluruh jajaran Pemkot Metro.
Harapan itu disampaikan H. Efril Hadi, SE, MkeS dari F-GNR saat penyampaian umum terhadap penyampaian rancangan Raperda tentang Pertanggunganjawaban Pelaksanaan APBD TA 2024, Senin (7/7/2025)
Fraksi GNR, juga menyampaikan apresiasi kepada Walikota Pemkot Metro yang berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI yang notabene keberhasilan yang ke 15 secara berturut-turut.
Pihak F-GNR melalui juru bicaranya, Efril Hadi menyinggung juga penyampaikan tiga ringkasan penting Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2024 yaitu Pendapatan Daerah, Belanja Daerah serta Pembiayaan dan SILPA.
Menurut F-GNR (partai Nasdem dan Gerindra) laporan laporan realisasi APBD TA. 2024, dari total target pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp 1,04 triliun, kita berhasil merealisasikan penerimaan sebesar Rp 1,04 triliun, atau mencapai 99,29%.
Realisasi ini kata Efril Hadi ditopang oleh PAD sebesar Rp 332,14 M dan Pendapatan Transfer sebesar 708,08 Miliar.
Berkaitan dengan PAD tersebut urai Efril F-GNR menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah daerah. Pertama, membangun komunikasi kepada pemerintah Pusat dan Provinsi dalam rangka pembiayaan melalui APBN dan APBD Provinsi untuk mempercepat pembangunan yang menjadi wewenang Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi di Kota Metro.
Kedua, pemerintah daerah harus mensosialisasikan kebijakan menyeluruh terkait pajak daerah dan retribusi daerah kepada seluruh lapisan masyarakat. Ketiga, Pemerintah Daerah harus meningkatan sistem pengawasan terhadap implementasi dari potensi-potensi pajak daerah dan retribusi daerah agar dapat lebih transparan dan akuntabel
Dan Keempat, ungkap F-GNR pemerintah daerah agar dapat memberikan reward dan punishment yang tegas sesuai peraturan yang berlaku dalam rangka meningkatan kepatuhan dan motivasi terhadap realisasi pendapatan daerah.
Sementara itu Fraksi GNR menyikapi belanja daerah, dari total anggaran belanja sebesar Rp 1,08 triliun, telah direalisasikan sebesar Rp 1,04 triliun, atau mencapai 96,90%
Berkaitan dengan belanja daerah itu kata F-GNR pemerintah daerah lebih fokus terhadap program dan target daerah yang akan dituangkan dalam RPJMD tahun 2025 – 2029 untuk mendukung insfrastruktur, penerangan jalan, kesehatan, pendidikan, pelayanan publik, dan program pembangunan lainya, serta kesejahteraan masyarakat.
Untuk Fraksi Gerakan Nasdem Raya (GNR) di DPRD Kota Metro sendiri terdiri dari 6 (enam) anggota, yaitu Ir. H. Deswan Drs. H. Sudarsono, MM Efril Hadi, SE, MKes, Abdulhak, SH, MH, H. Ansori, SE, MM, dan H. Ahmadi. (LC-01)









