
Bandar Lampung, (LC)-– Tim Pengabdian dari Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dan Universitas Lampung (Unila) menggelar penyuluhan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Jaya 10 di Masjid Al-Fitrah, Kelurahan Sukamenenti Baru, Kecamatan Kedaton, pada Kamis, 31 Juli 2025.
Kegiatan penyuluhan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan utama dari kegiatan besar “Pemberdayaan KWT Melati Jaya melalui Pengolahan Hati Ayam sebagai Camilan Kaya Protein serta Peluang Usaha Frozen Food Praktis dan Ekonomis” terdiri dari kegiatan :
1) Penyuluhan pentingnya konsumsi protein hewani; 2) Demonstrasi pengolahan sosis hati ayam sebagai camilan tinggi protein; 3) Edukasi dan demonstrasi pengemasan pangan dengan metode frozen food; 4) Peningkatan keterampilan kewirausahaan.
Menurut Nathasa Khalida Dalimunthe Ahli Gizi dari Polinela mengatakan bahwa, Kegiatan penyuluhan edukasi pentingnya konsumsi pangan hewani untuk mencegah dan mengatasi masalah gizi pada anak.
“Banyak keluarga yang belum optimal memanfaatkan sumber protein hewani karena keterbatasan pengetahuan atau anggapan bahwa harganya mahal. Padahal, dengan pengelolaan tepat, bahan ini bisa jadi investasi kesehatan jangka panjang,” ucap Nathasa.
Dikesempatang yang sama, Ketua Pengusul mengatakan bahwa, lebih dari sebagian anak baduta di Indonesia pada setiap kali makannya tidak mengonsumsi protein hewani.
Dikatakanya, Kontribusi terbesar dari asupan protein anak baduta yaitu pada produk susu dan turunannya, yang mana produk tersebut merupakan UPF (Ultra Processed Food). Antusias dari para ibu terhadap kegiatan penyuluhan sangat baik ditandai dengan diksusi yang berjalan dengan aktif dan lancar.
“Banyak pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para ibu saat materi berlangsung meliputi permasalahan gizi yang ada di Kelurahan Sukamenanti Baru, pernyataan mengenai jika anak mengonsumsi telur setiap hari akan menimbulkan bisul, kenapa harus konsumsi protein hewani, perbedaan protein hewani dan nabati,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Adapun salah satu peserta penyuluhan ibu-ibu menanyakan kebenaran jika anak mengonsumsi telur akan menyebabkan bisul. Namun faktanya, telur justru kaya protein, kolin, dan vitamin D yang penting untuk otak dan tulang anak.
Ia menekankan untuk tidak ragu memberikan telur dan jenis protein hewani lainnya kepada anak-anak, kecuali anak tersebut menimbulkan reaksi alergi letika mengonsumsi protein hewani tersebut.
Ketua pengusul menjelaskan bahwa, protein hewani kaya akan zat gizi mikro seperti vitamin B12, zat besi heme yang lebih mudah diserap tubuh, dan adanya omega-3 pada ikan untuk perkembangan otak.
“Protein nabati, yang diperoleh dari kacang-kacangan, biji-bijian, tahu, tempe, dan sayuran, umumnya memiliki profil asam amino yang kurang lengkap dan tingkat penyerapan ditubuh rendah,” jelasnya.
“Hati ayam merupakan produk sampingan dari ayam yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber zat besi, vitamin A, dan protein tinggi. Zat gizi tersebut dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak dalam mencegah masalah gizi kurang/buruk dan stunting,” ujarnya lagi.
Namun, anak-anak cenderung tidak suka jika mengonsumsi langsung hati ayam, sehingga perlu adanya inovasi bentuk yang sesuai dengan selera anak-anak seperti menjadi olahan lain yang lebih menarik.
Tim Pengabdian Polinela dan Unila berharap edukasi tentang gizi dan inovasi pangan terus berlanjut agar masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, menjadi agen perubahan dalam peningkatan kualitas hidup keluarga dari rumah sendiri. Pada kunjungan selanjutnya tim pengabdian akan mengajarkan para ibu KWT untuk dapat mengolah hati ayam menjadi sosis homemade yang sehat dan tanpa bahan pengawet, pewarna, dan pengenyal.
Sementara itu, Ketua KWT Melati Jaya, Nurbaiti mengatakan bahwa, mengapresiasi atas kegiatan penyuluhan yang diberikan oleh Tim Pengadilan dari Polinela dan Unila.
“Kami sangat senang dan mendukung kuat kegiatan ini karena dapat meningkatkan wawasan, sikap, dan praktik ibu dalam mengasuh anaknya. Kami juga mengajak anggota untuk memanfaatkan pekarangan dengan beternak ayam atau budidaya lele, sehingga hasilnya bisa dikonsumsi sendiri atau dijual,” ungkapnya
Kegiatan pengabdian “Penyuluhan Pentingnya Konsumsi Protein Hewani”
terdiri dari Nathasa Khalida Dalimunthe, M.Gz. dari D2 Pengolahan Patiseri, Tiara Kurnia Khoerunnisa, ST, M.TP. dari D3 Teknologi Pangan, Jurusan Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Lampung serta bekerjasama dengan lintas perguruan tinggi yaitu Nindytia Puspitasari Dalimunthe, S.E., M.Sc. dari Program studi S1 Manajamen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Lampung dan mahasiswa. (LC-002)









