BATANGHARI, (LC)—Seorang pemuda yang dilaporkan terjatuh ke dalam saluran irigasi di daerah Kecamatan Batanghari, Lampung Timur akhirnya berhasil ditemukan setelah pencarian sejak sore hari Sabtu sampai malam hari (26/7/2026). Saat ditemukan oleh Tim SAR dan dibantu masyarakat, pemuda tersebut sudah tidak bernyawa.
Berdasarkan informasi di lapangan menyebutkan pemuda yang terjatuh ke dalam saluran air irigasi (ledeng) tersebut bernama Andre Rian Saputra Bin Ponirin (19), warga belum bekerja, warga Dusun Enggal Mulyo Desa Gedung Gumanti Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Sebelum kejadian, korban bersama rekan-rekannya mengunjungi seorang kerabat mereka berkumpul di Bedeng 53 Kecamatan Sekampung, Lampung Timur. Korban bersama rekannya berjumlah 5 orang. Korban sendiri mengendarai motor jenis Honda CB sendirian. Sementara 4 rekannya berboncengan mengendai dua unit sepeda motor.
Saat melintasi di ruas jalan yang menikung tanpa ada penarangan lampu jalan, motor korban yang diduga remnya kurang pakem, sulit mengendalikan motor saat berada di tikungan di kaweasan Batanghari tepatnya di wilayah BD 46 Banarjoyo.
Akibatnya, korban dan kendaraannya terjun ke saluran irigasi di daerah tersebut. Kejadiannya diperkirakan sekitar pukul 23.00 WIB. Dan baru dapat ditemukan beberapa jam kemudian, karena Tim SAR dan masyarakat kesulitan mengingat arus air di irigasi sedang banyak dengan mengalir cukup deras.
Informasi dari warga menyebutkan, setelah ada laporan orang terjatuh ke irigasi, pihak Tim SAR (BPBD), anggota TNI, Polri, dan warga melakukan pencarian dengan menyisir saluran irigasi dari tempat korban jatuh hingga radius lebih kurang 644 meter ke hilir air irigasi (ke arah Sekampung).
Korban akhirnya ditemukan oleh warga pada titik kordinat 5°08’19” LS – 105°22’53” BT, kemudian korban dievakuasi dan dibawa ke RSU Ahmad Yani Metro untuk dilakukan pemeriksaan.
Menanggapi kejadian tersebut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung diwakili Wadantim Rescuer, Zamu Haradin menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.
“Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja tanpa mengenal lelah dalam pelaksanaan operasi pencarian,” ungkap Zumu Haradi.
Setelah dari RSU Ahmad Yani, korban diserahkan langsung ker pihak keluarga dan dibawa ke Tegineneng, Pesawaran.
Informasi lain yang diterima lampungcentral.id ada yang menyebutkan bahwa korban hidup sebatangkara, karena orangtua sudah berpisah. Tapi, tidak disebutkan korban tinggal dengan siapa. (beberapa sumber/LC-01)









