METRO, (LC)—Rapat Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perioritas Plafon Anggaran Sementara 2027 tidak ‘mengalir’ ketika digelar di Operation Room (OR) DPRD, Selasa tanggal 18 Agustus 2027 yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Ria Hartini, Ssos, MM.
Beberapa awak media yang sudah menunggu hasil sementara rapat tersebut, harus bersabar mendapat informasi akurat. Karena, rapat yang seyogyanya berjalan mulus dan akan terjadi kesepahaman persoalan yang akan dibahas. Ternyata gagal, karena sesuatu dan lain hal.
Dari pantauan langsung di Gedung DPRD Kota Metro, Selasa (18/8/2026) rapat yang tidak diliput langsung oleh media di dalam OR, tak ada statemen resmi yang yang diberikan, baik oleh anggota dewan maupun pihak eksekutif.
Dari beberapa obrolan saat menyapa peserta rapat apakah pihak legislatif maupun eksekutif yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Ahmad Hariyanto dan beberapa kepala OPD, tidak ada keterangan resmi.
Bahkan, sebagian besar anggota dewan ke luar dari ruangan sebelum rapat selesai. Dari pantauan lampugncentral.id terlihat beberapa anggota dewan memilih bungkam dan hanya sepatah dua kata yang disampaikan sambil berjalan. Intinya mereka menyesalkan rapat yang sudah direncanakan tersebut.
Ungkapan dari anggota dewan pun tidak satu koridor dengan anggota lainnya tentang suasana dan jalan rapat yang telah mereka ikuti.
Ketidaksinkronnya keterangan anggota dewan, setelah LC menelusuri ternyata berfokus pada jadwal yang bersamaan Sekda akan mengikuti pertemuan di Kantor Walikota, sehingga rapat Rapat Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perioritas Plafon Anggaran Sementara 2027 berheti di tengah jalan.
Pihak Eksekutif yang diwakilkan kepada Sekda tersebut, juga tidak ada keterangan tentang apa dan bagaimana hasil dari rapat tersebut sesuai dengan undangan pihak DPRD tertanggal 14 Agustus 2026 Nomor 400.10.6/571/DPRD/2026.
Surat undangat bersifat ‘penting’ prihal rapat dengar pendapat yang ditujukan kepada Pimpinan dan Anggota Badan Anggaran DPRD. Yang di dalam surat undangan itu disebutkan rapat dengar pendapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Kota Metro.
Berdasarkan ungkapan dari beberapa anggota dewan, terungkap pihak dewan merasa kecewa dengan jalanya rapat dengar pendapat bersama tim anggaran Pemkot Metro.
Kekecewaan tersebut tergambar jelas dari raut wajah para anggota dewan dengan ungkapan singkat mereka yang berhasil direkam LC secara sepintas.
Salah satu Pimpinan DPRD secara implisit mengungkapkan kekecewaannya dengan kalimat singkat, “belum selesai bicara sudah ada yang bicara lain,” kata salah seorang anggotan dewan saat berjalan menuju ruang kerjanya.
Kalimat itu tidak dirinci, karena diucapkan sambil berjalan. Sementara anggota lainnya, Sudarsono lebih banyak bungkam mengenai jalan rapat dengar pendapat tersebut, bahkan buru-buru ke luar gedung menuju mobilnya.
Anggota DPRD lain, seperti Didik Kurniadi terlihat wajahnya kurang begitu responsif positif terhadap jalannya rapat dengar pendapat, ketika dia sudah berada di ruang komisinya seraya menatap lurus ke samping (ruang OR).
Sebenarnya, apa yang terjadi dalam ruang OR tersebut, membuat anggota DPRD tidak move on usai rapat yang dipimpin Ketua DPRD tersebut.
Sementara, Sekda Ahmat Hariyanto sama sekali tidak menyinggung jalannya rapat tersebut, bahkan ia saat ke luar ruang berada di ruang tunggu DPRD asyik berbincang dengan budayawan Naim Emel Prahana. Keduanya tertawa, entah apa yang dibicarakan ssesaat itu.
Namun, LC mencoba menelusuri lebih dalam kenapa anggota dewan usai rapat tidak memerikan respon positif terhadap kegiatan siang kemarin itu.
Diketahui, dari beberapa anggota dewan menyebutkan bahwa saat rapat sedang berjalan, Sekda memohon izin karena ada panggilan untuk segera kembali ke Kantor Walikota, ada sesuatu yang penting.
“Sejauh itu tidak ada ketrangan yang pas diperoleh media,” ungkap salah seorang wartawan kepada LC. (LC-01)









