METRO, (LC)—Walikota Metro, H. Bambang Imam Santoso dihadapan anggota Rapat Paripurna Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran—Perioritas dan Plafon Anggaran Sementara APBD Kota Metro TA 2027 kebijakan fiskal telah mempengaruhi pendapatan, belanja dan pembiayaan tahun 2027 mengatakan, kondisi keuangan daerah 2027 pada beberapa pos mengalami perubahan.
Hal itu dikatakan Walikota Metro pada Rapat Paripurna DPRD yang menyepakati Kebijakan Umum Anggaran—Perioritas dan Plafon Anggaran Sementara APBD Kota Metro TA 2027, Kamis (20/8/2026).
Bambang juga mengakui kondisi yang dia sampaikan dihadapan anggota DPRD Kota Metro tersebut menjadi sebuah tantangan untuk mengefektifkan dan mengefisiensikan kerja pembangunan.
“Ketergantungan fiskal yang cukup tinggi terhadap pemerintah pusat memberikan sebuah dorongan, agar kedepannya kita dapat memaksimalkan pendapatan dari pos PAD,” ujar Walikota Bambang.
Bambang Imam Santoso lebih lanjut mengatakan, kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2027 merupakan kesepakatan asumsi makro yang akan melandasi penyusunan struktur anggaran untuk membiayai program dan kegiatan pada tahun 2027.
“Kita telah menyepakati pula perioritas program, kegiatan dan sub kegiatan untuk mendukung perwujudan visi dan misi RPJMD Kota Metro tahun 2025—2029,” ujar Walikota.
Dalam penyampaian sambutan atas kesepakatan KUA dan PPAS 2027 Bambang Imam Santoso memaparkan ada 19 indikator kinerja utama yang akan dicapai 2027.
Ke 19 indikator tersebut adalah (1) Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 80,64, (2) angka harapan lama sekolah (HLS) 14,952, (3) angka rata-rata lama sekolah 11,208, (4) usia harapan hidup (UHH) 75, 86, (5) prevalensi stunting balita 10, 67, (6) indeks implementasi kota cerdas 2,40, (7) indeks repormasi birokrasi 79,10, (8) indeks pemerintah digital 1,99, (9) indeks pelayanan publik (IPP) 4,66.
Kemudian, (10) indeks kepuasan masyarakat (IKM) 85,00, (11) indeks daya saing daerah 4,24, (12) laju pertumbuhan ekonomi 5,68, (13) tingkat kemiskinan 5,80—6,30, (14) indeks ketahanan pangan 86,53, (15) indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) 66,05, (16) indeks pembangunan insfrastruktur 0,665, (17) indeks risiko bencana (IRB)53,74, (18) indeks harmoni Indonesia (IHAL) 7,20 dan (19) indeks pemajuan kebudayaan 55,73.
Walikota Metro, juga menyaampaikan proyeksi pendapatan 2027 sebesar Rp 890.196.789.821,- sementara, PAD diproyeksikan targetnya sebesar Rp 362.854.925.559,-, dan pendapatan transfer diproyeksikan sebesar Rp 527.341.864.262,-
DPRD—Pemkot Metro selain menyepakati hal-hal di atas, juga menyepakati untuk belanja pada angka Rp 893.196.789.821,-dengan angka tersebut, asumsi defisitnya mencapai Rp 3 miliar. Defisit itu menurut Bambang akan ditutupi oleh pos pembiayaan yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp 5.000.000.000,-
“Kemudian, pengeluaran pembiayaan penyertaan modal di Bank Lampung sebesar Rp 2 miliar,” jelas Walikota. (LC-01)









