METRO, (LC)—Sastrawan peraih anugerah (Penghargaan) Pemerintah Republik Indonesia atas 40 tahun pengabdiannya di dunia Sastra, Naim Emel Prahana yang akrab disapa dengan panggilan Bang Naim akan hadir di dua kegiatan sastra tingkat Nasional di Yogyakarta dan Kota Tegal, Jawa Tengah.
Kepastian itu diungkapkan oleh Bang Naim via ponsel kepada lampungcentral.id, Kamis (15/10/2026) menjelang keberangkatannya memenuhi undangan pihak penyelenggaran di Yogyakarta dan Kota Tegal.
Dalam percakapan via ponsel itu bang Naim mengutarakan kalau keberangkatannya memenuhi undangan yang sudah lama ia terima.
“Saya mengatakan siap hadir,” kata dia.
Kedua acara tersebut ungkap bang Naim yang ia hadiri pertama di Yogyakarta sekaligus lauching buku puisi bersama tanggal 17 Oktober 2026 di STPMD Yogyakarta di mana ada pidato kebudayaan Prof. Faruk, HT guru besar UGM.
Hari berikutnya acara pembukaan pameran cover buku-buku SBP di Bale Banjar Sangkring tanggal 18 Oktober 2026 yang akan berorasi guru besar UGM Prof. LM Laksono dan tanggal 23 Oktober 2026 di DPRD Provinsi DIY diskusi buku tentang demokrasi.

Di dalam buku yang akan dilauching buku puisi Kata Kota Kita itu beberapa karya bang Naim Emel Prahana ada di dalamnya bersaa penyair lainnya seluruh Indonesia.
Pada tanggal 23 Oktober 2026 bang Naim segera melauncur ke Kota Tegal, Jawa Tengah untuk menghadiri lauching buku Mozaik di Negeri Poci (2026) dan diskusi sastra yang akan diadakan di Gedung DPRD Kota Tegal tanggal 23—25 Oktober 2026.

Menurut bang Naim, dirinya sudah herregistrasi untuk hadir sekali untuk bersilaturrahmi sesama sastrawan Indonesia.
“Walaupun kondisi kantong memang tidak baik-baik saja, namun saya harus berangkat untuk menghormati pihak yang mengundang,” tutur bang Naim seraya menambahkan Insya Allah dipermudahkan selama perjalanan.
Bang Naim menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak yang memberikan atensi untuk perjalanan ke Jawa Oktober 2026 ini.
“Terima kasih banyak, semoga keberkahan selalu ada pada sahabat yang baik,” ucap dia tanpa menyebutkan nama pemberi atensi perjalanannya.
“Adeh dech,” jawab bang Naim singkat. (LC-02)









