
Oleh : Eka Mei Ratnasari
(LC)– Kemampuan literasi merupakan bekal fundamental seseorang dalam berpikir, mengolah dan menerima informasi hingga mengambil keputusan. Literasi untuk anak usia dini dapat dikenalkan melalui kegiatan gemar membaca ataupun kebiasan membaca sejak anak usia dini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari stimulasi perkembangan kognitif dan bahasa bagi anak. Anak generasi alpha adalah anak yang lahir di tahun 2010-2024. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengguna gadget untuk anak usia dini di Indonesia sebanyak 33,44%, dengan rincian 25,5% pengguna anak berusia 0-4 tahun dan 52,76% anak berusia 5-6 tahun. Hal ini tidak menutup kemungkinan dapat memicu kecanduan gadget pada anak. Kecanduan gadget pada anak menjadi fenomena yang semakin mengkhawatirkan di era digital ini.
Menurut survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia, lebih dari 71,3% anak usia sekolah memiliki gadget dan memainkannya dalam porsi yang cukup lama dalam sehari serta sebanyak 79% responden anak boleh memainkan gadget selain untuk belajar.
Orangtua memainkan peran penting dan harus mengupgrade diri khususnya dalam hal parenting demi perkembangan anak. Salah satu cara yang dapat diterapkan dalam mengembangkan kemampuan kognitif dan bahasa anak melalui kegiatan bercerita ataupun membaca buku bersama-sama. Buku cerita yang digunakan haruslah sesuai dengan usia anak dan bahasa dalam cerita harus mudah dipahami. Cerita untuk anak yang berusia 4-5 tahun berisi 5 kata dalam satu kalimat, kalimat yang panjang dipecah menjadi beberapa kaliamat dan berisi juga kalimat minor, terkadang terdapat kalimat negatif, berisi lebih banyak kalimat aktif dibandingkan kalimat pasif, berisi sedikit kalimat majemuk bertingkat, dan berisi kalimat literal dan langsung (Musfiroh, 2005)
Penggunaan gadget yang tinggi pada anak tentu memberikan dampak positif sekaligus negative untuk anak. American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa : anak usia 0-2 Tahun (No Gadget), Usia 3-5 Tahun (Maksimal 10 menit) Usia 5-7 Tahun (Maksimal 20 menit). Mengacu pada penjabaran tersebut, ini menjadi bagian utama dalam memberikan izin apa yang dapat diakses oleh anak. Aplikasi buku digital dapat menjadi solusi yang mudah diakses oleh orangtua dan anak. Untuk menarik minat para pembaca khususnya anak-anak diperlukan pendekatan yang sesuai agar menjadikan kegiatan membaca menjadi sebuah kegiatan yang seru, menyenangkan, dan dapat memancing rasa keingintahuan anak-anak untuk menjelajahi dunia imajinasi bersama karakter seru dari buku-buku favoritnya. Selain itu, didalam buku cerita bergambar terdapat cerita, gambar, bahkan suara dan terkadang ada aplikasi yang juga menyediakan games dan lagu dalam satu aplikasi sekaligus. Aplikasi buku cerita yang digunakan dapat memberikan stimulasi dalam perkembangan kognitif dan bahasa anak. Salah satu aplikasi buku cerita adalah aplikasi little stories. Didalamnya terdapat beragam cerita. Dibawah ini adalah gambar buku cerita berjudul tingkah polah si kera.

Buku cerita ini memiliki pemilihan kata yang mudah dipahami anak. Terdiri atas gambar yang dominan dan jumlah penggunaan kata juga sesuai dengan ketentuan teori. Gambar yang full color dan terdapat nilai moral yang baik dapat menjadi contoh yang mudah terapkan dalam kehidupan anak. Piaget menjabarkan terkait tahap perkembangan kognitif anak. Piaget mengatakan bahwa tahap operasional konkret berada pada usia 7-11 tahun, anak mulai berpikir dari tahap konkret ke abstrak sehingga contoh langsung memberikan peran penting dan buku cerita menjadi salah satu dari banyak stimulasi dalam perkembangan anak yang dalam hal ini sebagai stimulus dalam perkembangan kognitif dan bahasa anak.
Penggunaan gadget menjadi hal yang tidak dapat dihindari sehingga sebagai orangtua tentu perlu mengarahkan dalam penggunaan gadget. Durasi waktu dan hal yang diakses anak tentu menjadi fokus penting. Sehingga penggunaan buku ataupun aplikasi yang ada di gadget dapat diakses sesuai dengan kebutuhan. Proses belajar menjadi menyenangkan melalui kegiatan bermain atau sering kita dengar dengan istilah bermain sambil belajar.









