JAKARTA, (LC)–Dewan Pers telah mengumumkan sembilan anggota baru periode 2025-2028. Anggota yang baru terpilih tersebut berasal dari berbagai unsur, seperti dari tokoh masyarakat, jurnalis, dan pimpinan perusahaan pers. Ke-sembilan anggota baru Dewan Pers itu akan bertugas menjaga independensi, etika, serta kualitas jurnalistik di Indonesia.
Unsur tokoh masyarakat terpilih menjadi anggota Dewan Pers baru untuk periode 2025—2028 adalah mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah dan Universitas Islam Internasional Indonesia—UII, Komarudin Hidayat dan Dr HM Busyro Muqoddas , SH, MHum mantan Ketua KPK, Ketua PP Muhammadiyah dan dosen di Universitas Islam Indonsia (UII) serta mantan Direktur Utama LPP RRI dan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Niken Widiastuti.
Dari unsur jurnalis terpilih mantan ketua AJI 2017—2021, Abdul Manan, Jazuli, dan Maha Eka. Sedangkan dari unsur pimpinan perusahaan pers, yang terpilih Dahlan Dahi (Tribunnews), Totok Suryanto, dan Yogi Hadi Ismanto. Menurut Ketua BPPA, Bambang Santoso Ke 9 anggota baru Dewan Pers tersebut dipilih dari 42 pendaftar
Dengan susunan baru itu, Dewan Pers diharapkan mampu menjawab tantangan dunia jurnalistik di era digital, termasuk memperkuat kebebasan pers, menangkal misinformasi, dan meningkatkan profesionalisme jurnalis.
Salah satu tokoh yang cukup dikenal masyarakat ialah Busyro Muqoddas. Busyro Muqoddas dikenal sebagai figur yang memiliki rekam jejak panjang dalam bidang hukum, pemberantasan korupsi, serta advokasi hak-hak masyarakat sipil. Ia lahir di Yogyakarta pada 17 Juli 1952 dan menempuh pendidikan di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta hingga meraih gelar doktor pada 2010.
Sejak mahasiswa, Busyro aktif di organisasi kemahasiswaan dan Muhammadiyah. Ia pernah menjadi Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Di dunia advokasi, ia pernah menjabat sebagai anggota Dewan Kode Etik Ikadin Yogyakarta serta Indonesia Court Monitoring (ICM) Yogyakarta.
Dalam karier profesionalnya, Busyro pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Yudisial pada 2005-2010. Ia kemudian dilantik oleh Presiden RI pada 20 Desember 2010 sebagai Ketua KPK menggantikan Antasari Azhar. Kini, dengan pengalamannya di berbagai bidang, Busyro siap membawa perubahan positif di Dewan Pers.
Dr HM Busyro Muqoddas, SH, MHum. Pernah menjabat Ketua KPK menggantikan Antasari Azhar, Busyro dilantik dan diambil sumpah oleh Presiden RI pada 20 Desember 2010.
Kelahiran : 17 Juli 1952 (usia 72 tahun), Yogyakarta
Anak : Rahma Kusuma Fitri, Farah Kurniawati, Muchlas Hamidy
Pasangan : Soimah Kusuma Wahyuni
Orang tua : Siti Layla Zainy, Moh. Muqoddas Syuhada
Pendidikan : Universitas Islam Indonesia (1977)
Lahir : 17 Juli 1952 (umur 72); Yogyakarta
Presiden : Susilo Bambang Yudhoyono. (LC-01)









