
METRO, (LC)-Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung (UIN Jusila) menggelar tasyakuran dalam rangka peralihan status kelembagaan. Keputusan peralihan status dari IAIN Metro menjadi UIN Jusila itu mengacu pada Peraturan Presiden RI (Perpres) Prabowo nomor 57 Tahun 2025 tertanggal 26 Mei 2025 lalu di Jakarta.
Kegiatan Tasyakuran alih bentuk UIN Jurai Siwo Lampung itu dikemas dengan bentuk khataman Al-Qur’an yang digelar di gedung Academic Centre, Kampus II setempat, Selasa, (10/06/2025)
Rektor Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung (UIN Jusila), Prof. Dr. Ida Umami, M.Pd., Kons mengatakan, Tasyakuran ini sebagai wujud rasa syukur dan tekad untuk memperkuat spiritualitas kampus.
“Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi juga momentum untuk memperdalam ruh spiritual kampus. Dengan khataman ini, kami ingin menjadikan UIN Jusila sebagai oase spiritual yang memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Prof. Ida kepada media Lampungcentral.id

Prof. Ida mengungkapkan, peralihan status IAIN menjadi UIN Jurai Siwo Lampung tersebut tentunya memberikan dampak yang baik.
“Tentu saja, perubahan bentuk dari IAIN ke UIN Jusila ini membawa beberapa dampak, terutama yang pertama adalah kita dapat membuka prodi dan fakultas umum. Misalnya, fakultas saintek (Sains Teknologi),” ucapnya.
“Walaupun ini masih fokus kepada ortaker (organisasi dan tata kerja) dan lain sebagainya, nanti kedepan kita dengan berubah menjadi UIN itu, akan membuka prodi umum seperti kesehatan masyarakat, dan lain sebagainya. Nanti di bawah fakultas sainstek dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Prof. Ida mengungkapkan, pemberian nama UIN Jurai Siwo Lampung tersebut memiliki makna yang khusus.
“Sebetulnya, Jurai Siwo itu kita pakai sejak nama yang pertama, yaitu STAIN Jurai Siwo. Jurai Siwo adalah sembilan (9) marga yang ada di Lampung. Jadi, nama UIN Jurai Siwo, kita akan kembali lagi mengangkat Lampung, baik di kancah lokal, nasional, maupun sampai kancah internasional, dengan kearifan budaya Lampung Jurai Siwo,” tuturnya. (LC-02)









