METRO, (LC)— Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPC Granat) Kota Metro saat melakukan diskusi rutin di sekretariatan sepakat perlunya perencanaan pembangunan berkarakter di semua aspek kehidupan.
Hal itu disampaikan oleh akademisi IAIN Metro, Kanjeng Sainul, SH, MA, MH dan Dr. Aliandi Lumbu dalam diskusi bertajuk “Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Karakter dan Indentitas” yang diselenggarakan DPC Granat, Rabu (21/5/2025) di sekretariatan Granat Metro.
Hadir dalam kesempatan itu praktisi pembangunan dari Pusat Informasi Pedalaman—Orang-orang Pinggiran (PIPOP), Iwan Setiawan, SE, MM, Haikal Nasution, SmHK, Ade Gunawan, dari praktisi hukum hadir Hendri, SH dan pengamat pembangunan Patra.
Dalam kesempatan itu Sainul yang akrab dipanggil ‘Kanjeng’ mengatakan, pembangunan itu harus berkarakter sejak dari perencanaan, proses dan endingnya—mau dimanfatkan bagaimana hasil pembangunan tersebut.
Karakter itu, ungkap Sainul harus ditanamkan sejak dini dimulai dari anak-anak yang harus diberi ruang yang cukup untuk mengembangkan diri dan harus juga didampingi, guna memberikan arah positif cara menggunakan pemikiran dan media yang seriung mereka mainkan.
“Kita, kebutuhan karakter sangat diperlukan untuk masa depan, terutama masa depan bangsa dan negara,” ungkap Sainul yang juga Ketua IKA UII Kota Metro.
Ruang yang disediakan untuk anak-anak usia dini itu biasanya akan selalu membekas sampai dewasa dan bukan berarti memberikan kebbasan tanpa batas, ungkap dosen Fakultas Syariah IAIN Metro itu.
Hal yang sama tambah Sainul masyarakat juga perlu diberi ruang berpendapat (berserikat), bermotivasi aktif dalam kehidupan sosial dengan pengawasan ada rambu-rambu yang tertulis maupun tidak tertulis.
Sementara itu, Dr. Lumbu menekankan hal-hal dalam interaksi sosial yang sangat berpoengaruh kepada pondasi pembangunan. Jika interaksi sosial semakin positif dan berkembang baik, nantinya akan memberikan kontribusi yang besar terhadap proses pembangunan menyeluruh.
Ahli komunikasi itu menekankan, sosial kemasyarakatan itu adalah ruang belajar semua orang. Karena di sana kita berinteraksi dan berintegrasi dengan aneka ragam karakter dan cara berkomunikasi.
“Yang sebagian besar tidak diperoleh di bangku pendidikan formal,” jelas Lumbu yang fasih dengan 7 bahasa yang dikuasainya.
Sementara itu, Iwan Setiawan dan Hendri lebih menitik beratkan kepada proses pembangunan infra struktur yang sering menyimpang dari aturan yang telah ditentukan.
“Kebijakan memang perlu, namun jangan jadikan kebijakan seorang pemimpin itu sebagai pemerintah atau sebaliknya,” tegas Iwan yang disepakati oleh Hendri.
Sementara itu, Ketua Harian Granat Metro Naim Emel Prahana mewakili Ketua DPC Granat, Dr. dr. H. Wahdi S, SpOG (K), MH menyampaikan ucapan terima kasih kepada peserta diskusi, dengan harapan ke depan diskusi terbatas demikian sangat dibutuhkan sebagai masukan penyusunan program-program Granat.
Iku mendampingi Naim Emel Prahana nampak Rahmat Topik yang kedudukannya sebagai staf sekretariatan DPC Granat Kota Metro bersama Chairul Chaniago. (LC-01)









