Kota Metro

Hubungan Walikota Dengan DPRD ‘Mencair’, Gerindra Ditinggal

×

Hubungan Walikota Dengan DPRD ‘Mencair’, Gerindra Ditinggal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

METRO, (LC)—Walikota Metro, H. Bambang Iman Santoso akhirnya dapat lebih nyaman dalam menjalankan kepemimpinan Kota Metro ke depan, hal itu diraihnya setelah adanya pertemuan setengah rahasia dengan ketua-ketua parpol yang ada anggotanya di DPRD Kota Metro.

Kata lain berdasarkan obrolan warga, hubungan walikota Metro dengan DPRD sudah mencair, yang sebelumnya sempat dirundung hubungan yang tak harmonis, akibat beberapa komunikasi terhambat.

Berdasarkan bocoran yang diterima lampuncentral.id suasana sudah mencair itu merupakan dampak pertemuan Walikota Bambang Iman Santoso dengan ketua-ketua parpol awal Mei 2026.

Informasi yang dihimpun lampungcentral.id sampai Selasa, 12 Mei 2026 menyebutkan untuk sementara hubungan DPRD dan Walikota Bambang Iman Santoso sudah masuk ranah ‘aman’ untuk walikota. Walau tidak dirinci bahasa aman itu maksudnya apa.

Masih informasi kompeten, mengatakan gagasan pertemuan dengan para ketua parpol itu diinisiasi oleh orang dekat walikota.

“Ya, pasti setahu walikota,” ujar sumber tadi dengan tertawa.

Kepada media ini disebutkan, beberapa pihak merasa menyesal, kenapa Ketua Partai Gerindra, Sudarsono JS tidak diundang, baik secara resmi maupun informal.

“Hal itu sudah saya sampaikan, kenapa Ketua Gerindra tidak diundang. Tapi, maunya penggagas pertemuan seperti itulah,” ujar sumber tadi yang masih enggan dituliskan namanya.

Tentang materi pertemuan ‘rahasia’ itu sendiri, sumber tidak begitu rinci menyebutkan. Akan tetapi, sekilas disebutkan kondisi hubungan antara walikota dengan DPRD dan beberapa pihak sebelumnya tidak baik-baik saja.

“Ya, kami sudah memberikan masukan dan saran,” ujarnya lagi.

Masalah pers tambah nara sumber, termasuk juga dibahas secara global, demikian juga hal-hal lain yang selama ini ramai diperbincangkan.

Ketika ditanya, apakah pertemuan itu menghasilkan sesuatu keutusan atau komitmen kedua belah pihak? Sumber menyebutkan, “sementara itu kedudukan walikota sudah aman?”

Dari bocoran yang diterima itu, penyebutkan pertemuan ketua-ketua parpol dengan walikota, tidak dihadiri oleh Wakil Walikota dan juga Ketua partai Gerindra Kota Metro tersebut.

“Nggak tahu persis kenapa penggagas dalam hal ini tim walikota tidak mengundang Ketua Partai Gerindra,” ujar dia serius.

Pertemuan antara Walikota Bambang Iman Santoso dengan ketua-ketua parpol, memang menjadi sorotan tajam masyarakat. Tanggapanpun beragam dari yang konstruktip positif sampai ke negatif.

Hal itu wajar, sampai hari ini persoalan munculnya kopelan nama-nama yang mendapatkan proyek di media sosial Tiktok masih menyala dan terus disuarakan beberapa pihak.

Dengan kata lain, masyarakat masih mempertanyakan, apakah bahasa ‘aman’ dari parpol untuk walikota Metro itu secara implisit adalah suara resmi lembaga legislatif DPRD atau hanya sebatas parpol.

Bahasa ‘Aman’ masih ditunggu realitasnya oleh masyarakat, karena masyarakat menghendaki pembangunan di Metro, bukan sekedar retorika politik yang hanya narasi peredam suasana aspirasi masyarakat.

Sumber lain—masih tetap tidak mau dituliskan namanya, menyebut bahwa tidak diundangnya Ketua Gerindra Kota Metro dalam pertemuan rahasia antara walikota dengan ketua-ketua parpol itu merupakan kesalahan fatal, yang dikhawatirkan persoalan yang terpendam tidak tersesaikan.

Hal itu, terbukti Ketua partai Gerindra pasca pertemuan rahasia itu merespon dan  berdialog pers (wartawan) di gedung DPRD, sampai Ketua Gerindra, Sudarsono merasa heran, kenapa Partai Gerindra yang diketuai Presiden Prabowo dianggap LSM atau ormas oleh walikota, sehingga tidak perlu diundang.

“Apakah Gerindra ini dianggap LSM apa ormas?” kata Sudarsono kepada wartawan di ruang OR DPRD beberapa hari lalu.

Respon keras Ketua Gerindra itu, wajar. Karena, Sudarsono adalah salah satu pelaku yang aktif berjuang menjadikan Metro sebagai ‘Kota’ sejajar dengan status kabupaten, memiliki status otonomi.

Demi cintanya kepada Kota Metro, Sudarsono dengan ikhlas menyumbangkan tanahnya untuk pembangunan TK Pembina (Negeri) Metro Utara di era Kadis Pendidikan dijabat oleh Fikri Jahri.

Kini, peran dan jasa besar Sudarsono sebagai putra asli kelahiran Kota Metro, diabaikan saat dia menjabat Ketua Partai Gerindra.

“Lek Dar itu pejuang asli Metro, rela berkorban demi Metro yang maju,” ungkap salah seorang warga kepada lampungcentral.id ini.

Sementara, kopelan nama-nama pihak yang mendapatkan proyek 2025 terus menjadi bahan perbincangan yang hangat, mayoritas wartawan juga, ditinggalkan oleh walikota dan era efisiensi saat ini seharusnya sinerjitas pers dan pemerintah harus realis. (LC-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.