METRO, (LC)—Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro melakukan rekonstruksi penganggaran sebagai respons terhadap kebijakan pemangkasan anggaran pada APBN tahun 2025 yang diberlakukan oleh pemerintah.
Kebijakan pemerintah tersebut direspon pihak IAIN Metro dengan menggelar rekonstruksi penganggaran di ruang rektorat IAIN Metro yang dipimpin langsung Rektor IAIN, Prof Dr Hj Siti Nurjanah, MAg, PIA dan diikuti pejabat kampus tersebut, Kamis (7/2/2025).
Dalam rilis yang disampaikan berdasarkan keterangan oleh pejabat Fungsional Perencana Ahli Madya, Agus Hamdani yang dirilis Humas IAIN Metro. Berdasakan rilis tersebut, Agus Hamdani menyebutkan IAIN Metro akan melakukan rekonstruksi penganggaran TA 2025, dalam rangka menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.
Agus Hamdani menyebutkan hal itu dilakukan pihak IAIN sebagai respon atas kebijakan yang berdampak pada berbagai sektor, termasuk pengelolaan belanja modal yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yang menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan sarana dan prasarana kampus.
“Untuk langkah-langkah adaptasi terhadap efisiensi anggaran, IAIN Metro melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prioritas pembiayaan dengan tetap mengedepankan keberlanjutan akademik dan layanan pendidikan,” jelas Agus Hamdani.
Dikatakannya, beberapa langkah strategis akan diterapkan di IAIN TA 2025, antara lain, Optimalisasi Penggunaan Anggaran – Mengalokasikan dana secara lebih selektif berdasarkan kebutuhan prioritas, terutama untuk pengembangan infrastruktur akademik dan peningkatan layanan digital.
Kemudian, papa Agus Hamdani IAIN Metro akan menerapkan Efisiensi Pengadaan Barang dan Jasa – Menggunakan sistem e-procurement dan negosiasi ulang kontrak untuk memastikan efisiensi tanpa mengurangi kualitas layanan akademik. Silanjutkan dengan Penyesuaian Skala Proyek Infrastruktur – Melakukan restrukturisasi terhadap rencana pembangunan fisik guna menyesuaikan dengan kapasitas anggaran yang tersedia tanpa mengorbankan fungsi utama kampus.
“Melalukan Diversifikasi Sumber Pendanaan – Mengembangkan kerja sama dengan pihak eksternal, baik melalui hibah, pendanaan CSR, maupun kolaborasi dengan industri untuk mendukung pengembangan kampus,” tambah Pejabat Fungsional Perencana Ahli Madya IAIN Metro.
Mitigasi Risiko
Agus Hamdani menyebutkan, dalam menghadapi tantangan akibat efisiensi anggaran, IAIN telah menyiapkan beberapa langkah mitigasi risiko, di antaranya Penguatan Tata Kelola Keuangan, memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan akuntabel agar tetap mendukung kegiatan akademik dan operasional kampus.
Kemudian berlanjut pada Digitalisasi Layanan Akademik dan Administrasi – Meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam layanan akademik dan administrasi guna menekan biaya operasional tanpa mengurangi efektivitas pelayanan.
Termasuk Pemeliharaan Fasilitas Secara Berkala – Mengoptimalkan pemeliharaan gedung dan peralatan agar dapat bertahan lebih lama dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan dengan pengadaan baru, kata Agus Hamdani.
Peningkatan Efisiensi Energi dan Sumber Daya – Mengimplementasikan kebijakan hemat energi dan penggunaan sumber daya secara efisien untuk mengurangi beban biaya operasional kampus.
Dengan strategi ini, IAIN Metro optimis dapat tetap memberikan layanan pendidikan berkualitas meskipun menghadapi keterbatasan anggaran. Efisiensi yang dilakukan diharapkan tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga peluang bagi kampus untuk semakin inovatif dalam mengelola sumber daya dan mempertahankan kualitas akademik. (LC-01)









