Dr. Imam Mustofa, MSI : Guest Lecture Fakultas Syariah UIN Salatiga
METRO, (LC)—Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung Dr Imam Mustofa, MSI. menjadi narasumber sumber pada Guest Lecture, pada kolaborasi antara Fakultas Syariah UIN Jurai Siwo Lampung dan UIN Salatiga. Materi yang disampaikan tentang Ijtihad Muamalah Pesantren.
Sebagai nara sumber tunggal, acara dibuka oleh moderator Dr Taufik Zamzani kemudian sampaian sambutan oleh Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga, Prof Dr Ilyya Muhsin dan sambutan Dekan Fakultas Syariah UIN Jurai Siwo Lampung disampaikan oleh Husnul Fatarib, LC, MA, PhD Rabu (30/7/2025).
Dalam sambutan pada acara akademik Guest Lacture itui dikatakan bahwa akan memberikan nilai manfaat bagi dua lembaga dalam konteks meningkatkan mutu dua lembaga, ke depan saling menguatkan, baik sisi penelitian, jurnal ilmiah, dan lainnya.
Satu kebanggaan pada acara tersebut karena UIN Salatiga adalah kampus yang beriputasi, salah satunya memiliki jurnal Scoupus Q1 “Jurnal Ijtihad Fakultas Syariah UIN Salatiga” terbaik di dunia/Asia sejak tahun 2022.
Pada sisi penyampaian materi, Dr Imam Mustofa, MSI., menjelaskan bahwa kajian ini berakar pada hasil penelitian di pondok pesantren Sidogiri, Jawa Timur. Ponpes yang berciri khas salafiyah tetapi mampu menjadikan diri menjadi pondok yang secara ekonomi melampaui ekspektasi, yaitu memiliki badan usaha memiliki aset triliunan dalam bingkai ekonomi syariah.
Lebih lanjut Imam Mustofa memaparkan gambaran, bahwa kemampuan badan usaha ekonomi syariah pondok pesantren ini dibangun dari kajian dan melahirkan gagasan dari kitab-kitab klasik, baik fiqih ataupun Ushul fiqih.
“Badan usaha mencakup berbagai aspek yang tersebar diseluruh Indonesia khususnya di pulau Jawa dan Kalimantan,” ujar Imam Mustofa.
Sementara itu, salah dosen Faultas Syariah UIN Jusila itu menambahkan lebih lanjut mengatakan, berawal dari koperasi pondok pesantren, berkembang menjadi badan usaha Perseroan Terbatas (PT), sekarang sudah terdapat empat PT Sidogiri.
“Hal ini megambarkan pondok pesantren walau salafiyah tapi mampu menginterprestasikan keilmuan Fiqih pada praktek kontemporer, sekaligus menanggapi pertanyaan dosen Sainul, SH dari UIN Jurai Siwo Lampung.
Dalam tanya jawab, para audiensi menyikapi sekaligus memberikan aprisiasi. Penelitian ini, ditindaklanjuti terbit dua tulisan jurnal beriputasi Scopus. Bahkan Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga pada clossing statemen sempat memuji hal ini dari penelusurannya bahwa dari delapan tulisan Scopus pak imam, ada dua berasal dari penelitian ini. Setiap dosen berkaca dari ini semestinya terinspirasi dan luar biasa. (Sai/LC)









