Kota Metro

Ketua Komisi III: 2025 Kegiatan Di Jalan WR Supratman Hanya Ada Dua Titik

×

Ketua Komisi III: 2025 Kegiatan Di Jalan WR Supratman Hanya Ada Dua Titik

Sebarkan artikel ini
Rapat DPRD Kota Metro bersama warga masyarakat Kelurahan Karangrejo, Metro Utara yang membahas masalah persampahan di TPAS serta rusaknya ruas Jl WR Supratman yang tak kunjung diperbaiki Pemerintah Kota Metro. FOTO: NEP/LC

METRO, (LC)—Ketua Komisi III DPRD Kota Metro, Subhan SE mengatakan dihadapan masyarakat Kelurahan Karangrejo, Metro Utara bahwa TA 2025 untuk Jalan WR Supratman ada 2 titik kegiatan, TPAS dan selebih akan dilakukan pada TA 2026, terutama yang belum dikerjakan pada tahun 2025.

Semuanya, kata Subhan jika anggarannya memungkin dan kepada warga yang hadir ini, apakah masih ada kebutuhan yang diperlukan. Spontan warga menjawab kompak, “adaaaa!”, Rabu (30/4/2025).

“Seandainya masih ada yang belum mohon dicatat, lokasinya di mana nanti sampaikan,” pinta Subhan yang langsung disambut salah satu warga bernama Sobri mengatakan, sekaligus menanyakan hasil dari Musrenbang yang ia ikuti mulai dari Musren tingkat kelurahan, kecamatan dan kota Karangrejo tidak dapat alokasi pembangnan.

“Seakan-akan kami sebagai RW tidak becus di mata masyarakat kami,” ujar Sobri. Belum selesai Sobri menyampaikan harapannya, langsung disambut Subhan yang menjelaskan, dan minta kepada warga Karangrejo untuk mencatat kegiatan tahun 2025, jika belum akan buat kegiatannya tahun 2026.

Sobri pun berbicara kembali sekaligus mengingatkan DPD dan Eksekutif agar apa yang sudah diagendakan betul-betul direalisasikan, jangan sampai kami Cuma berharap.

“Kami malu dengan masyarakat karena kami RW menrupakan ujung tombak terdepan. Itulah dasar kami ini kecewa,” tambah Sobri.

Sebagai pimpinan rapat, Subhan meminta kepada PUTR dan Sekda agar melakukan survey ke lapangan dan jangan lupa membawa serta konsultan.

“Jangan sampai tidak dilakukan, karena saya bicara ini depan warga, kami malu, saya nggak kepengen itu,” tegas Subhan yang ditujukan kepada Dinas PUTR dan Sekda—kebetulan dihadiri langsung oleh Bangkit Haryo Utomo. Kemudian Subhan meminta PUTR dan Sekda, masalah hari ini tuntas dulu, tolong dihitung, dirigit kembali. Kalau tidak memungkin dilakukan, tentu kita program di tahun 202.

Sementara itu, dalam paparan PUTR dan Sekda disebutkan 2025 Pemkot Metro akan membeli 2 unit eksavator, 1 unit budoser dan pembangunan drainase sekitar tumpukan sampah.

Data yang dihimpun media ini sehari sebelumnya ada informasi bahwa sebelum ini pihak Lingkungan Hidup yang menagani masalah sampah sudah memiliki 1 unit  eksavator dan 1 unit buldozer.

Namun, kata sumber di LH kondisi kedua alat berat yang sangat vital keberadaannya dalam kondisi rusak. Sementara satu eksavator yang rusak untuk diperbaiki membutuhan dana Rp 900 juta. Sedangkan buldozar yang pernah ada disita akibat tidak bayar hutang.

Dengan anggaran Dinas Lingkungan Hidup sekitar Rp 2 miliar satu tahun, sangat-sangat tidak memadai untuk mengolah, menata dan menangani sampai dengan volume per harinya mencapai 100 ton.

Sayang, seharusnya PUTR atau Sekda dapat rapat itu menjelaskan posisi dan kondisi peralatan di TPAS tersebut dihadapan warga Karangrejo. Sampai-sampai salah satu warga dengan lantang mengatakan, pihaknya dapat melakukan penutupan TPAS.

“Kami punya hak untuk melakukan penutupan, jika persoalannya tidak tuntas sebagaimana diucapkan dan janji-janji selama ini,” katanya yang namanya tidak disebutkan saat bicara. (LC-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.