METRO, (LC)—Sangat memprihatinkan! Itulah kesan warga masyarakat ketika melihat kondisi Terminal Kota yang dijadikan kawasan “pasar sayur” yang beroperasi dari pukul 22.00 WIB hingga pagir hari sekitar pukul 08.00 WIB, hiruk pikuk para pedagang (kula’an) berbagai jenis sayuran.
Pasar ‘terminal’ sayur yang berada di tengah kota Metro itu, benar-benar memprihatinkan, selain itu bau tak sedap menyengat hidup manakala memasuki kawasan tersebut.
Sampah di beberapa pojok terminal kota itu tak pernah berkurang, walaupun diangkut armada sampah Kota Metro di bawah tanggungjawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Kondisi yang memprihatinkan itu diperburuk lagi dengan kondisi pelataran (jalan) yang ada di dalam terminal tersebut. Aspal jalan sudah tidak terlihat, yang ada lubang-lubang becek dan berlumpur.
Banyak pihak yang terlibat mencari nafkah di kawasan eks terminal kota itu, enggan berkomentar walaupun mereka setiap saat menghadapi bahaya penyakit yang disebarkan dari sampah-sampah yang membusuk.
“Sangat miris,” ujar singkat seorang warga yang akan membeli sayur, Rabu (18/2/2026) kepada tim Lampungcentral.id yang sedang melakukan pemantauan.
Terminal kota sebagai ciri sebuah perkotaan, kini sudah tidak nampah. Jika suasananya sepi dengan jelas terlihat tumpukan kotak-kotak kayu, gerobak angkut barang di belakang kantor UPTD Parkir Dishub atau jalan di belakang kompleks Muhammadiyah.
Sepertinya kawasan terminal yang menjadi pasar sayur tidak mendapat perhatian dari pihak yang berkompeten dan berwenang. Sementara lapak-lapak pedagang yang ada dikenai retribusi oleh Dinas Perdagangan.
Namun perhatiannya tidak ada, misalnya masalah kebersihan lingkungan. Belum diketahui, berapa kali truk pengangkut sampah mengambil sampah di kawasan eks terminal kota itu, seharinya. (LC-01)









