METRO, (LC) – Komunitas Literasi Lenteraku menggelar kegiatan LenteraTalk bertema “Manajemen Media Digital” bertempat di Payungi, Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, pada Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan konten kreator Metro, Isna Yufi Hamdalah, M.Sos., sebagai narasumber dan diikuti sekitar 50 peserta dari kalangan pemuda dan mahasiswa.
Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar dan diskusi bagi generasi muda untuk memahami strategi pengelolaan media digital, mulai dari produksi konten, pengembangan audiens, hingga pemanfaatan media sosial untuk mendukung kreativitas dan peluang usaha.
Dalam pemaparannya, Isna menegaskan bahwa mengelola media digital tidak sekadar membuat dan mengunggah konten secara rutin. Kreator perlu memahami karakteristik audiens, menentukan tujuan komunikasi, memilih platform yang tepat, serta menyampaikan pesan yang relevan.
“Konten yang baik bukan hanya menarik perhatian, tetapi juga memberikan manfaat dan membangun kepercayaan audiens,” ujar Isna dalam paparannya.
Ia juga membagikan sejumlah strategi untuk meningkatkan daya tarik konten, di antaranya membangun identitas atau ciri khas, membuat pembukaan yang menarik, menyampaikan pesan secara singkat dan jelas, memanfaatkan tren secara relevan, serta menjaga konsistensi publikasi.

Menurutnya, popularitas konten tidak selalu bergantung pada peralatan mahal atau proses produksi yang rumit. Kreativitas, kepekaan terhadap persoalan di sekitar, dan kemampuan mengemas cerita yang dekat dengan kehidupan audiens menjadi modal penting bagi kreator pemula.
“Jangan menunggu peralatan lengkap untuk mulai berkarya. Mulailah dari apa yang kita punya, angkat hal-hal menarik di sekitar kita, lalu kemas menjadi konten yang relevan. Pelajari respons audiens, lakukan evaluasi, dan terus perbaiki kualitas konten,” pesannya.
Selain membahas produksi konten, LenteraTalk juga mengulas pemanfaatan media digital untuk pemasaran atau digital marketing. Media sosial dinilai dapat menjadi sarana bagi individu, komunitas, dan pelaku usaha untuk memperkenalkan produk maupun layanan kepada khalayak yang lebih luas.
Dalam penerapannya, strategi pemasaran digital perlu didukung pemahaman terhadap target pasar, penyusunan pesan promosi yang menarik, pemanfaatan fitur platform, serta evaluasi terhadap respons audiens.
Konten yang dipublikasikan pun tidak harus selalu berorientasi pada promosi. Materi edukatif, informatif, inspiratif, dan menghibur dapat membantu membangun kedekatan serta kepercayaan audiens sebelum memperkenalkan produk atau layanan.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta berkesempatan berbagi pengalaman serta membahas berbagai tantangan dalam menentukan ide konten, membangun audiens, meningkatkan jangkauan publikasi, dan memanfaatkan media sosial untuk pengembangan potensi diri.
Antusiasme sekitar 50 peserta menunjukkan ketertarikan generasi muda untuk memanfaatkan media digital tidak hanya sebagai sarana hiburan dan komunikasi, tetapi juga sebagai ruang belajar, berkarya, membangun jejaring, dan mengembangkan peluang ekonomi kreatif.
Melalui kegiatan LenteraTalk, Komunitas Literasi Lenteraku berupaya memperluas pemahaman mengenai pentingnya literasi digital. Generasi muda diharapkan mampu memproduksi dan mengelola informasi secara kritis, kreatif, etis, serta bertanggung jawab.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah untuk mendorong generasi muda lebih berani berkarya dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memanfaatkan media digital secara produktif untuk menyebarkan gagasan, memperkenalkan potensi lokal, dan menciptakan peluang baru.
Komunitas Literasi Lenteraku berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang belajar dan diskusi guna mendorong tumbuhnya masyarakat yang literat, kreatif, kritis, dan berdaya di era digital. (LC-02)









