METRO, (LC) – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Jurai Siwo Lampung mengajak generasi muda memanfaatkan media digital secara kreatif, produktif, dan bertanggung jawab untuk memperkuat dakwah Islam serta menyebarkan informasi positif kepada masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Sharing Session bertema “Meningkatkan Partisipasi Generasi Muda dalam Mengelola Media Digital” yang digelar di Payungi, Kota Metro, pada Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Ketua Prodi KPI, Dr. Muhajir, M.Kom.I., bersama dosen KPI, Agam Anantama, M.I.Kom., Dr. Aliyandi A. Lumbu, M.Kom.I., dan Budi Ariyanto, M.Sos. Puluhan generasi muda dari berbagai kalangan turut mengikuti diskusi mengenai peluang dan tantangan pengelolaan media digital di era perkembangan teknologi informasi.
Dalam pemaparannya, Dr. Muhajir menekankan bahwa generasi muda perlu mengambil peran lebih besar dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyampaian pesan-pesan keislaman.

Menurutnya, perkembangan teknologi komunikasi membuka peluang luas bagi dakwah untuk menjangkau masyarakat melalui berbagai platform digital yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Generasi muda, kata dia, tidak cukup hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga perlu berperan sebagai kreator konten yang mampu menghadirkan pesan edukatif, inspiratif, dan bermanfaat.
Pesan-pesan dakwah dapat dikemas melalui video pendek, podcast, infografis, hingga cerita keseharian yang relevan dengan persoalan generasi muda. Pendekatan kreatif tersebut diharapkan membuat dakwah lebih menarik tanpa meninggalkan substansi dan nilai-nilai Islam.
Dakwah Digital Harus Kreatif dan Relevan
Dosen KPI, Agam Anantama, M.I.Kom., turut menyoroti pentingnya meningkatkan partisipasi generasi muda Muslim dalam memproduksi konten digital yang bernilai positif.
Ia menjelaskan, pesan dakwah tidak selalu harus disampaikan melalui ceramah formal. Dakwah juga dapat hadir dalam bentuk konten edukatif, kisah inspiratif, humor yang sehat, maupun hiburan yang tetap menjunjung etika dan nilai-nilai Islam.
Menurutnya, keberhasilan konten digital tidak semata-mata diukur dari jumlah penonton, tetapi juga dari manfaat yang diberikan, kesadaran yang dibangun, serta dampak positif bagi masyarakat.
Karena itu, kreativitas dalam mengelola media digital perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap karakteristik audiens, pemilihan pesan, dan cara penyampaian yang tepat.
Pentingnya Literasi dan Etika Digital
Sementara itu, Dr. Aliyandi A. Lumbu, M.Kom.I., mengingatkan pentingnya membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menggunakan media digital secara bijak.
Menurutnya, kecakapan bermedia tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan teknologi, tetapi juga mencakup keterampilan memeriksa kebenaran informasi, menilai kredibilitas sumber, menjaga privasi, dan memahami dampak dari setiap aktivitas di ruang digital.
Ia menekankan bahwa pengguna media sosial harus membiasakan diri memverifikasi informasi sebelum membagikannya serta menghormati perbedaan pandangan.
Literasi digital, lanjutnya, perlu dibangun melalui kebiasaan berpikir kritis, beretika, dan bertanggung jawab agar media sosial dapat menjadi ruang komunikasi yang sehat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Waspadai Ujaran Kebencian dan Konten Provokatif
Dosen KPI lainnya, Budi Ariyanto, M.Sos., menyoroti tantangan komunikasi digital berupa ujaran kebencian dan konten provokatif yang berpotensi memicu konflik serta memperlebar perbedaan di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang sengaja dibuat untuk memancing emosi. Kecepatan penyebaran informasi di media sosial harus diimbangi dengan sikap kritis dan kehati-hatian sebelum memberikan respons atau meneruskan suatu konten.
Menurutnya, ruang digital seharusnya menjadi tempat bertukar gagasan secara sehat, menghargai perbedaan, dan menyampaikan pendapat dengan argumentasi yang baik, bukan sebagai sarana menyerang individu atau kelompok tertentu.
Dalam perspektif komunikasi Islam, aktivitas bermedia digital juga perlu mencerminkan nilai kejujuran, kebaikan, penghormatan terhadap sesama, serta tanggung jawab atas informasi yang disampaikan.
Perkuat Peran Generasi Muda di Ruang Digital
Kegiatan Sharing Session berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dalam diskusi dan tanya jawab seputar pemanfaatan media sosial, tantangan arus informasi, serta pengembangan konten kreatif yang tetap memperhatikan etika.
Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan semakin memahami bahwa media digital tidak hanya menjadi sarana hiburan dan komunikasi, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan kreativitas, mempromosikan potensi lokal, memperluas pengetahuan, dan menyampaikan pesan-pesan keislaman.
Penyelenggaraan kegiatan di Payungi juga menjadi bagian dari upaya mendekatkan perguruan tinggi dengan komunitas dan masyarakat melalui pertukaran pengetahuan serta kolaborasi dalam menghadapi tantangan era digital.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat ini, Prodi KPI UIN Jurai Siwo Lampung mendorong lahirnya generasi muda yang mampu mengelola media digital secara kreatif, kritis, dan bertanggung jawab.
Partisipasi aktif generasi muda diharapkan dapat memperkuat literasi masyarakat sekaligus menghadirkan dakwah Islam yang sejuk, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Media digital bukan sekadar ruang untuk berinteraksi, melainkan juga sarana menyebarkan gagasan, membangun kepedulian, dan menebarkan nilai-nilai kebaikan. (LC-002)









