METRO, (LC)—Ketua Pendekar Banten yang memiliki anggota ribuan itu mengungkapkan kekecewaannya terhadap Panitia HUT ke 88 Kota Metro, khususnya panitia bidang pageralan seni dan budaya di Taman Kota Mulyojati 16 Metro Barat, Kota Metro beberapa waktu lalu.
Ungkapan kekecewaan itu disampaikan Ketua Pendekar Banten Kota Metro kepada Lampung Central, Sabtu (21/6/2025) seraya mengungkapkan kekecewaannya karena panitia dianggap tidak profesional menyambut tim-tim kesenian dan budaya yang mau pentas.
“Kami sangat kecewa dengan panitia pagelaran kesenian HUT ke 88 Kota Metro itu,” ungkap H. Ismail, SH.
Kekecewaan kami kata Ismail, kami yang akan pentas tidak sama sekali disambut oleh panitia, baik saat datang, mau pentas dan setelah selesai pentas, sepertinya kami tidak dianggap oleh panitia.
Dikatakannya, seyogya pihak panitia itu menyambut kehadiran tim-tim kesenian yang akan tampil, kemudian mengatur ritme waktu antara tim yang satu dengan tim kesenian lainnya.
“Tapi, kemarin kami dilepas begitu saja, pejabat pun tidak terlihat,” ujar Ismail dengan nada kecewa.
Perlu saya sampaikan, Pendekar Banten Metro bukan ormas kaleng-kalengan, dengan jumlah hampir lima ribuan dan jika ditambah dengan Lampung Tengah dan Timur mencapai puluhan ribu.
“Jadi, ada semacam penyambutan formal atau informal kepada setiap tim yang sudah dijadwalkan tampil di panggung,” kata dia lagi.
Kesenian dan olahraga sangat berjasa kepada bangsa dan negara ini, Indonesia sangat dikenal dengan aneka ragam seni budaya yang dimiliki, juga prstasi olahraga selama ini. Semuanya mengharumkan nama bangsa dan negara.
“Kenapa di Metro semuanya dianggap ada tapi tidak ada?,” tegas Ismail seraya mengatakan, interaksi sosial antarragam masyarakat yang ada merupakan kekuatan Kota Metro yang harus mendapat tempat tersendiri dalam berbagai event.
Kita ini (Pendekar Banten) sudah malang melintang tampil di berbagai forum di berbagai daerah. Baik lokal, Nasional maupun Internasional. Sekali lagi kami mengharapkan Pemkot Metro jangan selalu meremehkan elemen masyarakat.
Semoga ke depan Pemkot dalam memperingati hari jadinya, jangan dijalankan asal-asalan dan harus ada perencanaan yang teratur, berkesinambungan dan melibatkan semua unsur dan mendapatkan perhatian yang sama. (LC-01)









