METRO, (LC)–Carut- marut penyaluran bantuan sosial (Bansos) BLTS Kesra Rp 900 ribu Oktober – Desember 2025 dari pemerintah untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM), masih terjadi di Kota Metro, Provinsi Lampung.
Kementerian Sosial (Kemensos) RI telah memulai penyaluran bantuan sosial (Bansos) Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) senilai Rp 900 ribu melalui PT Pos Indonesia.
Ironisnya, fakta di lapangan penyaluran data penerima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) masih banyak dikeluhkan masyarakat. Keluhan masyarakat itu misalnya seperti tidak menerima kertas barcode undangan.
Namun, mereka terdaftar sebagai penerima KPM BLTS Kesra Rp 900 ribu periode Oktober – Desember 2025 didatabase aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation).
Salah satu warga penerima KPM yang enggan disebutkan namanya, mengeluhkan pendistribusian BLT Kesra Rp 900 ribu yang dinilai terkesan amburadul.
Saya tau dapat info bansos itu dari file PDF yang disebarluaskan melalui grup whatsApp, nama saya ada didalam data itu. Setelah pembagian hari ini, saya belum menerima undangan barcode untuk pengambilan di Kantor Pos,” ujarnya kepada Media Lampung central.id, Rabu, 26 November 2026.
“Saya tanya ke pamong, ternyata pamong bilang enggak ada undangannya. Akhirnya saya ke Kantor Kelurahan untuk mengecek di aplikasi SIKS-NG ternyata data saya ada sebagai penerima BLTS Kesra Rp 900 ribu. Akhirnya saya bilang ke Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), PSM mengarahkan untuk meninggalkan selembar fotocopy KTP, nanti diinfokan untuk undangan barcodenya,” keluhnya.
Sementara itu, salah satu Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) mengaku kebingungan terkait penyaluran BLT Kesra Rp 900 yang terkesan tidak transparan.
“Data Penerima BLTS Kesra Rp 900 ribu banyak masalah data BLTS Kota Metro kurang transparan. Jadi warga taunya PSM yang diujung tombak, kantor pos santai saja cuma jadi juru bayar,” ujarnya.
“Kalau aja itu bukan kepentingan masyarakat, kita males bang, capek.
PSM gajinya cuma Rp 600 ribu/ bulan dibayar 3 bulan sekali. Untuk bensin tiap hari dilapangan habis , boro boro bisa untuk rokok dan makan siang,” keluhnya.
Selain itu, pihaknya tidak mengetahui data akhir yang distribusi kepada penerima KPM BLT Kesra Rp 900 ribu.
“Jadi bang kami tidak megang soft file penerima bansos BLT Kesra keseluruhan data fix nya. Kami sudah koordinasi sama Dinsos mereka juga tidak ada datanya, hanya yang pegang data fix penerima keseluruhan ada di Kantor Pos sebagai pihak ketiga penyaluran BLT Kesra Rp 900 ribu,” tuturnya. (LC-02).
Penyaluran BLT Kesra di Kota Metro Carut Marut, Warga Nilai Terkesan Tak Transparan









