Kota Metro

Tip Berpergian Ke Seberang Dari Metro

×

Tip Berpergian Ke Seberang Dari Metro

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

 Oleh Naim Emel Prahana

SEBENARNYA era sekarang ini transportasi sudah sangat berkembang ke berbagai akses tujuan. Dengan demikian asumsinya, kapan pun mau berpergian melalui berbagai jenis alat transportasi sudah tidak jadi masalah. Terasa jarak semakin dekat antara daerah satu dengan daerah atau dari satu tempat ke tempat lainnya. Baik di dalam kota, daerah atau antarpulau.

Mungkin itu baru asumsi didapat dari berbagai informasi melalui media resmi pemerintah maupun media cetak, online atau media sosial (medsos). Kita bangga memiliki ratusan pulau dapat didatangi kapan dan dengan transportasi apa saja. Oleh karenanya, bagi yang akan berpergian atau mereka yang suka berpergian tentu alat transportasi yang akan digunakan, sudah menjadi pilihan sesuai dengan bugdet atau keuangan yang dimiliki.

Mungkin, alangkah baiknya kita coa melihat tip-tip berpergian ke seberang dari Kota Metro. Dengan tip-tip itu perjalanan dapat direncanakan dengan baik dan tidak ada hambatan. Simak ulasan berikut di bawah ini:

Jenis alat transportasi yang dapat digunakan kalau berpergian ke Pulau Jawa Khususnya adalah:

  1. Bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP)
  2. Travel
  3. Pesawat Terbang
  4. Mobil pribadi, bahkan
  5. Dapat dilakukan dengan sepeda motor.

Bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP)

Sekarang beberapa perusahaan bus telah menjadikan Kota Metro sebagai ‘tujuan’ dan ‘keberangkatan’ ke beberapa kota atau daerah. Misalnya PO Rosalia Indah, PO Putra Remaja, PO Puspa Jaya, PT Damri, PO Sinar Harapan, PO Penantian Utama dan beberapa perusahaan bus lainnya hanya menjadikan Kota Metro sebagai terminal persinggahan untuk mengambil penumpang.

Yang paling banyak memberangkat armada busnya ke Jawa dari Metro tentu bus Damri yang poolnya di Jalan A Yani. Sedangkan PO Rosalia Indah poolnya berada di Hadimulyo, Metro Pusat. Selebih memanfaatkan Terminal Indul Mulyojati 16C sebagai terminal kelas A (dikelola provinsi).

Jika menggunakan bus antarkota antarprovinsi (langsung) beberapa kemudahan didapat oleh penumpang antara lain bus tidak ke luar masuk jalan Tol. Kalau pun berhenti untuk istirahat dan makan memang ada rumah makan khusus yang biasa mereka singgahi. Penumpang relatif lebih nyaman, tidak kotor dan waktu tempuh relatif lebih cepat dibandingkan bus-bus yang melewati separuh jalan Tol separuh jalan alteri (jalan bawah). Kalau bus seperti ini biasanya memakan waktu lebih lama sampai di tujuan.

Dan, jika kita akan berangkat ke Pulau Jawa dengan berbagai tujuan tergatung kepentingannya. Dapat juga dilakukan perjalanan ‘ngeteng’. Maksudnya perjalanan dilakukan dengan ganti-ganti bus di tempat tertentu sepanjang perjalanan. Misalnya ke Jakarta dari Metro dapat naik bus kecil ke terminal Rajabasa (Bandarlampung) dengan ongkos Rp 25.000,- per penumpang. Dari terminal Rajabasa kembali naik bus berukuran sedang ke PeLabuhan Bakauheni (Lampung Selatan) dengan tarif Rp 60.000,-

Dari pelabuhan Bakauheni kita harus beli tiket kapal penyeberangan, apakah melalui layanan online seperti Ferizy atau langsung di Alfamart di pelabuhan Bakauheni atau bisa juga melalui agen-agen Ferizy di pelabuhan. Harga untuk kapal ekspres (eksekutif) Rp 85.000,- ata melalui agen-agen Rp 90.000,- dan untuk tiket kapal regular melalui online Rp 35.000,- dan melalui agen-agen bisa seharga Rp 45.000,- per penumpang.

Biasanya selama penyeberangan di dalam kapal Fery banyak yang menawarkan jasa angkutan (bus, bus sedang, travel dll). Supaya nyaman, tawaran mereka perlu berhati-hati. Jika sampai di pelabuhan Merak di terminal busnya banyak sekali armada bus dengan banyak tujuan. Bus-bus itu biasa mempunyai jadwal keberangkatan tersendiri. Kita bisa mencari bus yang langsung ke tujuan yang kita inginkan.

Bus-bus demikian, jika penumpangnya penuh dengan (misal) tujuan Bandung, Cirebon, Bekasi, Bogor, Semarang dan sebagainya dapat dipastikan perjalanan bus selalu berada di Jalan Tol, kecuali singgah makan yang rumah makannya berada di luar jalur Tol. Suasana demikian akan mempercepat waktu tempuh. Lain hal jika kita menaiki bus yang (ekonomi, AC ekonomi atau AC Executif) melalui jalur bawah. Jarak tempuh ke tujuan pasti lebih lama. Karena selalu berheti mencari dan menunggu penumpang di titik-titik tertentu.

Bila melakukan perjalanan ‘ngeteng’ atau ‘putus-putus’ ganti bus sudah barang tentu beda dengan menaiki bus dengan perjalanan langsung ke tujuan. Kalau ngeteng (putus-putus) memang benar ongkos lebih murah dibandingkan naik bus dengan tujuan langsung tentu akan lebih mahal. Tergantung kita yang akan melakukan perjalanan. Jika ‘ngeteng’ sebaiknya barang bawaan relatif lebih sedikit dan perjalanan dengan tujuan langsung kita bisa bawa barang lebih banyak, di samping jaminan keamanan dan kita akan lebih nyaman selama melakukan perjalanan.

 

Angkutan Travel

Saat ini angkutan jenis travel sangat banyak sampai-sampai membuka agennya di kecamatan tertentu. Jenis transportasi ini ongkosnya lebih mahal dan kondisi tempat duduk biasanya agak sempit dibandingkan kalau naik bus besar. Bahkan kalau di pelabuhan penyeberangan Bakauheni maupun Merak. Sudah biasa kalau angkutan Travel itu menunggu cukup lama agar penumpangnya penuh. Barangkali faktor setroran ke bos pemilik Travel.

Pesawat Terbang

Yang paling mudah dan nyaman adalah menggunakan angkutan pesawat terbang. Waktu tempuh lebih cepat, badan selama perjalanan tetap segar. Hanya ongkosnya yang cukup mahal. Jika memang keuangan kita cukup dan perjalanan itu sangat penting dan mendesak, naik pesawat adalah pilihan utama. Lampung—Jakarta hanya 30—45 menit.

Mobil Pribadi

Dan, jika berangka ke Pulau Jawa menggunakan mobil pribadi memang lebih praktis, mudah menjangkau atau pergi ke mana saja. Hanya, biayanya relatif lebih mahal. Dibandingkan ongkos naik bus langsung atau apalagi bus ngeteng. Maka, menggunakan mobil pribadi lebih tinggi cost (biayanya). Termasuk tarif Tol, tarif kapal penyeberangan katakanlah minibus tarifnya antara Rp 500.000,- sampai Rp 600.000,-an. Padahal kalau ongkos sebesar itu, kita naik bus langsung sudah sampai di Blitar atau Surabaya. Karena naik mobil pribadi ongkos demikian baru sampai Merak, belum lagi BBM mobil pribadi. Ketika berangkat dari Merak (misalnya ke Jakarta), costnya bertambah lagi yaitu tarif tol, BBM dan mungkin makan di rest area.

Hanya saja harus diakui dengan berpergian ke Jawa menggunakan mobil pribadi lebih santai, dapat perg ke banyak tujuan, juga mau berhenti di mana pun dapat dilakukan.

Yang penting stamina driver dan mobil harus benar—benar fit.

 

Kereta Api

Adalah yang lebih murah melakukan perjalanan ke Jawa, setelah merapat di pelabuhan Merak, naiklah KA (kereta api), ongkosnya sangat murah dibandingkan dengan bus langsung, bus ketengan, travel, mobil pribadi  maupun pesawat terbang.

Semoga artikel bermanfaat. (LC-01/naim emel prahana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.